FB Tweet Group
TOLONG!!! Jangan KLIK INI !!!

artis, selebritis, properti, rumah, apartemen, penthouse, landed house, villa, mobil, tanah, pendidikan, motor, anjing

Halaman

About

My Ping in TotalPing.com
Diberdayakan oleh Blogger.

artikel terbaru

Search

15.25

Ini Draf Struktur Kurikulum Baru SD

JAKARTA, KOMPAS.com — Sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2010-2014 di sektor pendidikan, penataan kurikulum pendidikan menjadi salah satu target yang harus diselesaikan. Rencananya pada Juni 2013 nanti, sekolah yang ada di Indonesia sudah mulai menggunakan kurikulum baru yang kini masih dibahas. Draf perubahan kurikulum sudah dipaparkan di depan Wakil Presiden Boediono, Selasa (13/11/2012).

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh mengatakan bahwa perubahan kurikulum ini merata untuk setiap jenjang, baik dari sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), sekolah menengah atas (SMA), dan sekolah menengah kejuruan (SMK).

"Ini dilakukan di tiap jenjang sekolah. Tujuannya tentu untuk menjawab tantangan zaman yang terus berubah agar anak-anak ini mampu bersaing di masa depan nanti," kata Nuh saat jumpa pers di Kantor Kemdikbud, Selasa (13/11/2012).

Untuk jenjang SD, anak-anak tidak lagi mempelajari masing-masing mata pelajaran secara terpisah pada kurikulum baru ini. Pembelajaran berbasis tematik integratif yang diterapkan pada tingkatan pendidikan dasar ini menyuguhkan proses belajar berdasarkan tema untuk kemudian dikombinasikan dengan mata pelajaran yang ada.

6 mata pelajaran berbasis tematik

Seperti diketahui, mata pelajaran untuk anak SD yang semula berjumlah 10 mata pelajaran dipadatkan menjadi enam mata pelajaran, yaitu Agama, PPKn, Matematika, Bahasa Indonesia, Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, serta Seni Budaya dalam kurikulum baru ini. Sementara empat mata pelajaran yang dulu berdiri sendiri, yaitu IPA, IPS, muatan lokal, dan pengembangan diri, diintegrasikan dengan enam mata pelajaran lainnya.

"Memang sewajarnya seperti itu. IPA dan IPS dijadikan penggerak dan masuk dalam materi bahasan semua mata pelajaran. Begitu pula dengan mulok dan pengembangan diri itu kaitannya nanti dengan seni budaya," ujar Nuh.

Dengan pemadatan mata pelajaran dan pembelajaran berbasis tema ini, anak-anak juga tidak akan lagi kerepotan membawa buku yang banyak dalam tasnya. Nuh mengungkapkan dengan pendekatan tematik ini, anak-anak hanya perlu membawa paling tidak dua atau tiga buku sesuai dengan tema yang dipilih pada minggu tersebut.

Belajar di sekolah lebih lama

Namun, berkurangnya mata pelajaran dalam kurikulum ini justru membuat durasi belajar anak di sekolah bertambah. Nuh menjelaskan bahwa metode baru ini mengharuskan anak-anak untuk ikut aktif dalam pembelajaran dan mengobservasi setiap tema yang menjadi bahasan.

"Pola ini tentu tidak bisa dilakukan dengan durasi belajar sebelumnya. Untuk itu ditambah sebanyak empat jam pelajaran per minggu," kata Nuh.

Dengan demikian, untuk kelas I-III yang awalnya belajar selama 26-28 jam dalam seminggu bertambah menjadi 30-32 jam seminggu. Sementara pada kelas IV-VI yang semula belajar selama 32 jam per minggu di sekolah bertambah menjadi 36 jam per minggu.

"Penambahan jam belajar ini masih sesuai karena dibandingkan negara lain, Indonesia terbilang masih singkat durasinya untuk anak usia 7-9 tahun," ungkap Nuh.

Pramuka jadi ekskul wajib

Dari berbagai paparan di atas, Bahasa Inggris yang sebelumnya sempat disebut-sebut akan dihilangkan memang tidak tercantum dalam salah satu mata pelajaran yang ada. Ternyata untuk tingkat SD ini, Bahasa Inggris masuk dalam kegiatan ekstra kurikuler bersama dengan Palang Merah Remaja (PMR), UKS, dan Pramuka.

"Pramuka ini akan jadi ekskul wajib untuk berbagai jenjang tidak hanya di SD. Nanti akan dibicarakan juga dengan Kemenpora," tuturnya.

Demikian bentuk kurikulum baru yang akan diberlakukan pada anak-anak tingkat SD. Sistem pembelajaran berbasis tematik integratif ini telah dijalankan di banyak negara, seperti Inggris, Jerman, Perancis, Finlandia, Skotlandia, Australia, Selandia Baru, sebagian Amerika Serikat, Korea Selatan, Singapura, Hongkong, dan Filipina.
info
21.35

KURIKULUM BARU UTAMAKAN KOMPETENSI BERIMBANG

JAKARTA, KOMPAS.com — Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) akan segera memaparkan mengenai perombakan kurikulum yang akan dilakukan untuk tahun ajaran 2013/2014 kepada Wakil Presiden Republik Indonesia Boediono. Kurikulum baru ini lebih mengutamakan kompetensi anak yang tecermin dalam tiga hal.

Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Musliar Kasim mengatakan bahwa materi yang akan disampaikan kepada Wakil Presiden masih ada kemungkinan berubah. Hal tersebut tergantung masukan yang diberikan oleh orang nomor dua di Indonesia tersebut.

"Yang disampaikan besok juga belum final. Tapi kami lebih utamakan untuk mendapatkan kompetensi yang berimbang. Jadi yang pertama attitude. Selanjutnya skill dan knowledge," kata Musliar kepada Kompas.com, Senin (12/11/2012).

Sementara untuk jumlah mata pelajaran masing-masing jenjang sekolah akan diajukan sesuai dengan yang telah diberitakan sebelumnya. Untuk tingkatan sekolah dasar (SD), hanya akan ada enam mata pelajaran wajib, yaitu PPKn, Agama, Matematika, Bahasa Indonesia, Seni Budaya, dan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan (Penjaskes).

Untuk jenjang SD ini, Kemdikbud memang lebih menitikberatkan pada pembentukan sikap sehingga diharapkan muncul generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga mempunyai sikap yang baik dan bijak ke depannya.

"Untuk mata pelajaran wajib tetap enam. Tapi itu bukan berarti tidak ada sains. Sains tetap ada untuk anak SD tapi diintegrasikan dengan mata pelajaran lain," katanya.

Seperti diketahui, kurikulum baru yang akan diberlakukan pada tahun ajaran 2013/2014 ini memiliki sasaran dalam setiap jenjang. Untuk tingkat SD, diprioritaskan untuk pembentukan sikap. Sementara tingkat SMP difokuskan untuk mengasah keterampilan dan untuk tingkat SMA dimulai membangun pengetahuan. Kurikulum baru fokus pada attitude, skill, dan knowledge.

Editor :
Caroline Damanik

info
21.33

PERUBAHAN KURIKULUM RAIH RESPON POSITIF DARI WAPRES

AKARTA, KOMPAS.com - Setelah dipaparkan siang tadi, perombakan kurikulum untuk tahun ajaran 2013/2014 mendapat respon positif dari Wakil Presiden Republik Indonesia, Boediono. Hal ini berarti memastikan bahwa mulai Juni 2013 mendatang anak-anak sekolah baik dari tingkat SD hingga SMA akan menggunakan kurikulum baru.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhammad Nuh, mengatakan bahwa perombakan kurikulum ini sudah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) sehingga sudah dibahas sejak lama. Ia juga mengungkapkan bahwa sudah semestinya kurikulum yang ada diubah.

"Kurikulum berubah itu wajar karena tantangan jaman juga berubah, ilmu kependidikan juga berubah, metodologi pembelajaran juga berubah," kata Nuh, saat jumpa pers di Kantor Kemdikbud, Jakarta, Selasa (13/11/2012).

Ia meminta pada semua pihak agar tidak perlu khawatir dengan perubahan kurikulum yang ada. Pasalnya, kurikulum yang tengah dimatangkan ini akan mengedepankan observasi dan praktik langsung kepada peserta didik sehingga implementasi pembelajarannya akan lebih mengena.

"Memang sudah saatnya berubah. Anak-anak ini tidak bisa hanya sekedar diberitahu tapi saatnya anak-anak didorong untuk mencari tahu," jelas Nuh.

"Justru kalau kurikulum itu tidak berubah malah tidak wajar. Jangan risau juga dengan perubahan ini. Perlu risau kalau itu tadi, kurikulum itu tidak berubah atau kurikulum berubah tapi tanpa dasar," imbuhnya.

Sementara dasar dari perubahan kurikulum ini jelas untuk menjawab tantangan globalisasi dan menyelesaikan berbagai masalah yang muncul dalam dunia anak seperti maraknya tawuran dan kekerasan. Dalam pembahasan kurikulum ini, titik prioritas ada pada ranah pendidikan dasar.

"Pendidikan dasar ini kan awal mulanya anak-anak ini tumbuh. Kalau pendidikan dasarnya bagus maka Insya Allah ke depannya pasti baik. Maka dari itu tadi perdebatan banyak terjadi untuk pendidikan dasar," tandasnya.
Editor :
Caroline Damanik

info
21.31

PRAMUKA BAKAL JADI MATA PELAJARAN WAJIB DI SD

JAKARTA, KOMPAS.com — Jika saat ini ada 10 mata pelajaran untuk siswa SD, nanti, jumlah mata pelajaran akan diringkas menjadi tujuh. Pramuka akan menjadi salah satu mata pelajaran wajib untuk siswa sekolah dasar (SD) pada tahun ajaran baru mendatang. Hal ini terungkap dalam draf perubahan kurikulum yang dipaparkan ke Wakil Presiden RI Boediono, Selasa (13/11/2012).

Selain Pramuka, enam mata pelajaran lain yang akan diajarkan di SD adalah Pendidikan Agama, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, Matematika, Seni Budaya dan Prakarya, Pendidikan Jasmani serta Olahraga dan Kesehatan.

"Khusus untuk Pramuka adalah mata pelajaran wajib yang harus ada di mata pelajaran, dan itu diatur dalam undang-undang," kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh kepada pers di Kantor Wapres, di Jakarta, kemarin.

Salah satu ciri kurikulum 2013, khususnya untuk SD, adalah bersifat tematik integratif. Dalam pendekatan ini, mata pelajaran IPA dan IPS sebagai materi pembahasan pada semua pelajaran, yaitu dua mata pelajaran itu akan diintegrasikan ke dalam semua mata pelajaran.

Untuk IPA, lanjutnya, akan menjadi materi pembahasan pelajaran Bahasa Indonesia dan Matematika, sedangkan untuk IPS akan menjadi pembahasan materi pelajaran Bahasa Indonesia dan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN).

Mendikbud mengatakan, kurikulum 2013 itu diharapkan bisa diterapkan mulai tahun ajaran baru 2013, tetapi sebelumnya akan diuji publik sekitar November 2012.

"Masyarakat bisa memberikan masukan atas setiap elemen kurikulum, mulai dari standar kompetensi lulusan, standar isi, standar proses, hingga standar evaluasi. Dengan adanya uji publik ini, diharapkan kurikulum yang terbentuk telah menampung aspirasi masyarakat," papar Nuh.

Pemerintah berencana mengubah kurikulum SD, sekolah menengah pertama (SMP), sekolah menengah atas (SMA), serta sekolah menengah kejuruan (SMK) dengan menekankan aspek kognitif, afektif, psikomotorik, melalui penilaian berbasis tes dan portofolio saling melengkapi.

"Siswa untuk mata pelajaran tahun depan sudah tidak lagi banyak menghafal, tetapi lebih banyak kurikulum berbasis sains," tambahnya.

Menurut Nuh, orientasi pengembangan kurikulum 2013 adalah tercapainya kompetensi yang berimbang antara sikap, keterampilan, dan pengetahuan, di samping cara pembelajarannya yang holistik dan menyenangkan.
Sumber :
Editor :
Caroline Damanik

info
21.29

PUBLIK DIMINTAI PENDAPAT UNTUK KURIKULUM BARU

JAKARTA, KOMPAS.com - Berbagai alternatif mengenai perombakan kurikulum untuk tahun ajaran 2013/2014 siap dilempar ke publik oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Beberapa alternatif tersebut terkait dengan teknis penerapan kurikulum baru dan alternatif keberadaan mata pelajaran IPA dan IPS pada jenjang pendidikan dasar.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Mohammad Nuh, mengatakan bahwa keputusan yang sesuai untuk kurikulum baru ini juga ada di tangan masyarakat. Untuk itu, publik diminta untuk pro-aktif memberikan masukan terhadap rancangan kurikulum baru ini saat uji publik pada Desember nanti.

"Uji publik rencananya akan dilakukan selama dua sampai tiga minggu. Publik bebas mengutarakan pendapatnya sebagai bahan pertimbangan," kata Nuh saat jumpa pers di Kantor Kemdikbud, Jakarta, Selasa (13/11/2012).

Berikut alternatif yang muncul terkait teknis penerapan kurikulum baru ini, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyediakan empat alternatif. Pertama, kurikulum baru hanya diterapkan untuk siswa kelas I, IV, VII dan X untuk seluruh sekolah. Kedua, kurikulum baru diberlakukan bagi siswa kelas I, IV, VII dan X untuk beberapa sekolah saja.

"Alternatif kedua ini punya kelemahan. Dengan memilih beberapa sekolah ini, takutnya muncul opini diskriminasi sekolah," jelas Nuh.

Selanjutnya alternatif ketiga adalah diberlakukan untuk seluruh kelas di seluruh sekolah. Alternatif terakhir, penerapannya untuk seluruh kelas di beberapa sekolah. Namun melihat kondisi, akan lebih baik jika mulai dilakukan dengan alternatif pertama untuk Juni 2013 nanti.

"Jika dengan alternatif pertama ini, maka 2014 baru akan ditambahkan untuk kelas II, V dan VI. Tapi untuk kelas di tahapan akhir tiap jenjang ini memang dicoba perlahan," ungkapnya.

Sementara alternatif lain yang ditawarkan adalah mengenai mata pelajaran IPA dan IPS untuk pendidikan dasar. Ada dua alternatif terkait hal ini yaitu mata pelajaran IPA dan IPS ini diajarkan integratif dengan mata pelajaran lain dan namanya tidak perlu muncul baik dari kelas I hingga kelas VI. Alternatif kedua, IPA dan IPS ini berdiri sendiri sebagai mata pelajaran ketika siswa masuk kelas IV hingga kelas VI.

"Nah ini coba dilihat. Tapi sebenarnya, IPA dan IPS ini tidak hilang di pendidikan dasar. Justru sains ini dijadikan penggerak," tuturnya.

Namun semua ini kembali lagi pada hasil uji publik bulan depan yang dapat dilakukan secara online. Dengan demikian, masyarakat dapat terlibat langsung menentukan kualitas pendidikan. Seperti diketahui, ad tiga metode pendekatan uji publik ini yaitu secara online, roadshow ke daerah dengan menggandeng asosiasi guru, perwakilan orang tua dan pengamat serta terakhir adanya forum group discussion.
Editor :
Caroline Damanik
info
21.28

MATA PELAJARAN BERKURANG, JAM PELAJARAN BERTAMBAH

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengurangan jumlah mata pelajaran untuk berbagai tingkatan sekolah baik Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) akan dilakukan sebagai salah satu bagian dari perombakan kurikulum. Meski jumlah mata pelajaran berkurang, durasi belajar anak di sekolah justru akan ditambah.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Mohammad Nuh, mengatakan bahwa penambahan jam belajar pada siswa dari berbagai jenjang ini masih masuk akal dan dinilai tidak akan memberatkan para siswa. Pasalnya, durasi belajar di Indonesia masih terbilang singkat dibandingkan negara lain.

"Memang berdasarkan perbandingan dengan negara lain, jam belajar di sekolah untuk Indonesia cukup singkat. Apalagi untuk anak usia 7 sampai 8 tahun. Dalam sehari kisarannya hanya sekitar 4 sampai 5 jam," kata Nuh, saat jumpa pers di Kantor Kemdikbud, Jakarta, Selasa (13/11/2012).

"Sebenarnya dengan Finlandia, kita tidak jauh berbeda. Tapi dia menambah dengan tutorial. Jadi tiap anak atau beberapa anak diberi tutor untuk belajar di luar sekolah," imbuh Nuh.

Penambahan jam belajar ini, lanjutnya, juga mengikuti pola baru dalam kurikulum yang akan diberlakukan pada Juni 2013 nanti. Anak-anak akan diberi ruang seluas-luasnya untuk melakukan observasi dan memperdalam ilmu dengan mencari tahu melalui praktik ringan.

"Biasanya siswa diberitahu, sekarang siswanya didorong untuk mencari tahu. Ini tentu membutuhkan waktu yang tidak singkat," ujar Nuh.

Dengan demikian untuk jenjang SD dengan konten enam mata pelajaran, jam belajar akan ditambah sebanyak empat jam pelajaran per minggu. Untuk SMP dengan 10 mata pelajaran, ditambah menjadi enam jam pelajaran per minggu. Sementara untuk SMA tidak banyak mengalami perubahan untuk jumlah mata pelajaran dan jam belajar.

"Jadi kalau jenjang SD, untuk tahun ajaran berikutnya minimal jam belajar di sekolah itu 30 jam per minggu. Rata-rata paling tidak sampai 35 jam per minggu. Sebelumnya kan hanya 26-28 jam per minggu," tandasnya.
Editor :
Caroline Damanik
info
11.07

TERJADI TAWURAN DI MAKASSAR

BUTUH GURU LES PRIVAT JAKARTA DAN SEKITARNYA?


Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh menyesalkan terjadinya tawuran mahasiswa yang terjadi di Makassar, Sulawesi Selatan, hingga menewaskan dua mahasiswa dan puluhan mahasiswa lainnya terluka.
Ia akan menjatuhkan sanksi tegas kepada pelaku, mahasiswa, pimpinan perguruan tinggi, berikut institusinya.
"Kampus diharapkan dapat mencetak calon-calon pemimpin. Bagaimana jadinya kalau di lingkungan kampus terjadi tawuran seperti ini. Saya akan jatuhkan sanksi tegas," kata Nuh menjelang keberangkatannya ke Makassar, Kamis (11/10/2012) malam, didampingi Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemdikbud Djoko Santoso.
Nuh bertolak ke Makassar untuk menyampaikan rasa duka dan belasungkawa kepada keluarga korban, serta akan segera menyampaikan bentuk sanksinya.
Perkelahian hingga menewaskan mahasiswa di lingkungan perguruan tinggi tidak mencerminkan dunia kampus yang menjunjung tinggi nilai-nilai akademik, intelektual, dan kemuliaan.
"Ini sangat kami sesalkan, karena kami sudah memiliki kesepakatan yang pernah ditandatangani para pimpinan perguruan tinggi," kata Nuh.
Nuh juga meminta pihak kepolisian untuk segera melakukan pengusutan terhadap semua pihak yang terlibat. "Silakan diusut sampai tuntas dan ambil tindakan sesuai prosedur dan koridor hukum yang berlaku. Saya juga sudah menelepon kapolda," ujarnya.
info