FB Tweet Group
TOLONG!!! Jangan KLIK INI !!!

artis, selebritis, properti, rumah, apartemen, penthouse, landed house, villa, mobil, tanah, pendidikan, motor, anjing

Halaman

About

My Ping in TotalPing.com
Diberdayakan oleh Blogger.

artikel terbaru

Search

17.52

Mahasiswa Berharap Pembangunan Rusunawa Diselesaikan

TASIKMALAYA, KOMPAS.com - Mahasiswa berharap pembangunan Rumah Susun Mahasiswa (Rusunawa) di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, segera diselesaikan.
"Bangunan rusunawa sekarang dibiarkan terkatung-katung tanpa penyelesaian," kata Presiden Mahasiswa Universitas Siliwangi (Unsil), Rizki Nuraziz di Tasikmalaya, Minggu (9/12/2012).
Keberadaan rusunawa di Kampung Babakan Domba, Kelurahan Kahuripan, Kecamatan Tawang, Tasikmalaya, dibangun untuk fasilitas penunjang bagi mahasiswa Unsil.
Gedung berlantai delapan itu merupakan bantuan dari Kementerian Negara Perumahan Rakyat (Kemenpera) yang pembangunannya sudah dilakukan sejak tahun 2008.
"Dana pembangunan dari Kementerian Negara Perumahan Rakyat, katanya menghabiskan dana senilai Rp 8,9 miliar, tapi sampai sekarang belum jelas penyelesaiannya," katanya.
Sementara itu, Pembantu Rektor III Unsil Tasikmalaya, Dedi Natawijaya, mengatakan pihak yayasan Unsil telah memberikan bantuan dana dalam pembangunan rusunawa itu.
Kapan rusunawa itu dapat dinikmati mahasiswa, kata Dedi, menunggu keputusan dan penyerahan sertifikat dari Kemenpera. "Bangunan ini sudah lima tahun terbengkalai dan belum ada kepastian untuk penyerahan sertifikatnya," katanya.
Sumber :
Editor :
Benny N Joewono
info
17.50

New Jelajahi Kompas.com Bersama Teman-Teman Facebook Anda Learn more Universitas Diharapkan Hasilkan Banyak Calon Wirausahawan

MEDAN, KOMPAS.com - Pemerintah berharap universitas di Sumatera meningkatkan lulusan yang menjadi wirausahawan guna membantu program percepatan peningkatan wirausaha khususnya untuk di luar Jawa.
"Jumlah wirausaha baru di Indonesia masih sangat minim khususnya di Sumatera.Secara nasional jumlah wirausaha masih 0,3 pesen dari total penduduk nasional dimana dari jumlah itu terbanyak di luar Jawa pula," kata Direktur Industri Kecil Menengah (IKM) Wilayah I Direktorat Jenderal IKM Kementerian Perindustrian Roy Sianipar di Medan, Minggu (9/12/2012).
Padahal untuk bisa maju, suatu negara minimal harus mempunyai wirausaha 2,5 persen dari total penduduknya. Pemerintah berharap universitas di Indonesia khususnya di Sumatera seperti Sumut meningkatan lulusannya yang bisa menjadi wirausahawan.
"Selain memiliki program untuk mempercepat pertumbuhan wirausaha baru, pemerintah juga punya program memperbanyak jumlah wirausahawan di luar Jawa dari dewasa ini yang masih terkonsentrasi di Jawa," katanya.
Program dan harapan pemerintah untuk meningkatkan wirausaha mengingat kemampuan pemerintah merekrut pegawai negri sipil (PNS) dan untuk menekan pengganguran.
Wirausaha bukan saja mengurangi beban dari penerimaan PNS tetapi juga membantu menekan pengangguran karena usaha baru dipastikan bisa menampung pekerja.
"Universitas dharapkan membuat program dan mendidik mahasiswa/mahasiswinya menjadi wirausaha, bukan setelah lulus berharap menjadi PNS atau bekerja di perusahaan," katanya.
Wirausaha lulusan perguruan tinggi diharapkan bisa lebih cepat berkembang karena memiliki intelektual. Sekretaris Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sumut, Laksamana Adiyaksa, menyebutkan, Apindo mendukung program wirausaha karena kemampuan perusahaan menerima pekerja baru semakin berkurang.
Selain karena tuntutan efisiensi perusahaan, kata dia, dewasa ini akibat krisis global, tidak tertutup kemungkinan perusahaan bahkan mengurangi jumlah pekerja.
"Apindo siap membantu program itu antara lain dengan memberikan ilmu terapan kepada calon wirausahawan," katanya.
Sumber :
Editor :
Benny N Joewono
info
17.49

Guru ASEAN Sepakat Kembangkan Profesionalisme

DENPASAR, KOMPAS.com — Organisasi guru di kawasan ASEAN berkomiten terus meningkatkan profesionalisme guru.
Untuk itu, organisasi guru di kawasan ASEAN mendesak pemerintah untuk mengakui guru profesional sebagai kunci pendidikan berkualitas.
Demikian resolusi organisasi guru ASEAN yang dihasilkan dalam penutupan ASEAN Council of Teachers Convention (ACT) ke-28 di Sanur, Denpasar, Minggu (9/12/2012), dengan tema "ASEAN Community 2015: Teacher Professionalism for Quality Education and Humanity".
Resolusi ACT Bali ini ditandatangai pimpinan organisasi guru dari Indonesia, yakni Sulistiyo (Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia), Hashim B Adnan (Malaysia), Franklin C Sunga, Mike Thiurman (Singapura), Pham Van Thanh (Vietnam), Derek Pornsima (Thailand), Antin Ahad (Brunei Darussalam), dan Ahn Yang Ok (Korea Selatan).
"Kami tidak mau kesepakatan organisasi guru ASEAN ini sekadar resolusi. Tiap organisasi harus berkoordinasi dengan pemerintah di negaranya untuk bisa memberikan perhatian bagi peningkatan kerja sama pendidikan dan standar profesionalisme guru ASEAN," kata Sulistiyo.
Terkait dengan guru, ACT meminta pemerintah meningkatkan perhatian pada masalah etika guru serta profesionalisme guru melalui perekrutan selektif, peningkatan profesionalitas guru secara berkelanjutan, dan pengembangan yang komprehensif terhadap karier guru.
Editor :
Tjahja Gunawan Diredja
info
17.49

Siswa SMP Ikuti Cerdas Cermat Tentang AIDS

BANJARBARU, KOMPAS.com - Puluhan siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Banjarbaru, Banjarmasin, dan Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan mengikuti cerdas cermat tentang Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS).
Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Banjarbaru Edy Sampana, Minggu mengatakan, kegiatan yang digelar Sabtu (8/12/2012) di aula Gawi Sabarataan Pemkot Banjarbaru diikuti belasan kelompok siswa SMP dari tiga kota itu.
"Kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka memeriahkan Hari AIDS sedunia bekerjasama dengan KPA Kalsel itu mendapat antusiasme siswa terbukti dari belasan kelompok yang mengikuti lomba," ujarnya, Minggu (9/12/2012).
Ia mengatakan, peserta sengaja diarahkan bagi siswa SMP, sehingga mereka mengetahui sejak dini tentang penyakit HIV/AIDS dan bisa berperan dalam mencegah dan penanggulangi penularan penyakit tersebut.
Apalagi, kata dia, materi yang diberikan kepada peserta lomba cerdas cermat berkaitan erat dengan HIV/AIDS baik informasi dasar mengenai penyakit mematikan itu maupun pencegahan, penanggulangan dan pengobatannya.
"Melalui materi lomba peserta bisa mengetahui apa itu penyakit HIV/AIDS, bagaimana penularan sehingga bisa turut berperan dalam upaya mencegah dan menanggulanginya," ungkap dia.
Pemenang lomba berhadiah uang tunai dan piagam itu adalah SMPN 9 Banjarbaru sebagai juara pertama disusul SMP Islam Qardhan Hasan, dan juara tiga SMPN 6 Martapura serta juara harapan SMPN 2 Martapura.
Dikatakan, pengetahuan tentang HIV/AIDS sangat penting bagi masyarakat dan diharapkan diketahui sejak usia dini sehingga penularan bisa dicegah dan ditanggulangi bersama pihak terkait.
"Komisi Penanggulangan AIDS Banjarbaru siap memberikan sosialisasi kepada masyarakat tentang HIV/AIDS dan diharapkan memacu peran aktif masyarakat sehingga bisa mencegah dan menanggulangi penularannya," ujar dia.
Ditambahkan, kasus penderita HIV/AIDS secara kumulatif sejak tahun 2000-2012 di Kalsel terdata sebanyak 276 kasus HIV dan 225 kasus AIDS, sedangkan di Banjarbaru sebanyak 54 kasus yakni 32 HIV dan 22 AIDS.
"Hampir setiap tahun ditemukan adanya kasus baru sehingga kondisi itu harus mendapat perhatian seluruh pihak dan lapisan masyarakat agar terhindar dari penularan penyakit tersebut," katanya.
Sumber :
Editor :
Benny N Joewono
info
17.48

Hipmi Padang Gandeng Mahasiswa Berwirausaha

PADANG, KOMPAS.com - Himpunan Pengusana Muda Indonesia (Hipmi) Kota Padang terus menggandeng mahasiswa untuk mengembangkan jiwa kewirausahaan mulai dari bangku kuliah.
"Kita memancing mahasiswa untuk berwirausaha mulai dari bangku kuliah," kata Ketua Umum BPC Hipmi Padang Braditi Moulevey, di Padang, Minggu (9/12/2012).
Menurut dia, jiwa wirausaha muda sudah harus ditanamkan sejak dini, sebelum menghadapi kenyataan hidup setelah menamatkan kuliah.
"Jiwa dan mental kewirausahaan mahasiswa sudah harus ditanamkan sejak kuliah. Modal dasar enterpreneurship ini akan menjadi kuat setelah mereka selesai kuliah nanti," kata dia.
Hipmi Kota Padang terus mengembangkan dan mewujudkan peran serta mahasiswa dalam membangun jiwa kewiraswastaan di kalangan generasi muda.
"Kaderisasi bagi mahasiswa perguruan tinggi untuk menciptakan wirausaha baru dalam rangka mewujudkan kesejahteraan bangsa Indonesia," kata Braditi Moulevey.
Dia mengatakan, Hipmi Kota Padang ingin membuktikan bahwa dari perguruan tinggi bisa melahirkan entrepreneurs atau pelaku wirausaha yang akan menciptakan peluang kerja.
"Perguruan Tinggi bisa memunculkan banyak pengusaha baru dan menjadi pencipta lapangan kerja bukan hanya penyedia tenaga kerja," katanya.
Menurut dia, mahasiswa jangan hanya berkutat pada teori yang diberikan pada bangku perkuliahan semata, masa kuliah hendaknya dimanfaatkan untuk menciptakan peluang usaha dengan perencanaan bisnis yang matang. "Tanpa perencanaan bisnis sejak dini dilakukan mahasiswa, tidak akan berhasil suatu usaha," jelasnya.
Masih banyak peluang usaha di sekitar mahasiswa yang dapat menjadi rencan bisnis ke depan. "Hipmi siap menggandeng mahasiswa lewat program kerjanya ke depan untuk mengembangkan jiwa kewirausahaan," kata dia.
Dia menambahkan, saat ini Hipmi Kota Padang sudah mendirikan Hipmi perguruan tinggi yakni Universitas Bung Hatta, UPI, UNAND, UNP, serta Universitas Taman Siswa. Hipmi mempunyai tekad untuk meningkatkan jumlah pengusaha muda yang ada di Kota Padang.
"Target pendirian Hipmi Perguruan Tinggi ini pun yang menjadikan BPC Hipmi Kota Padang gencar melakukan acara di kampus,” kata dia.
Sumber :
Editor :
Benny N Joewono
info
17.47

Yogyakarta Gelar Lomba Cerpen Pelajar

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Kantor Arsip dan Perpustakaan Daerah Kota Yogyakarta akan menggelar lomba menulis cerita pendek untuk pelajar SMP dan sederajat kelas VII dan VIII di Yogyakarta dan sekitarnya dengan tema dunia remaja.
"Kegiatan lomba menulis cerita pendek (cerpen) ini akan dilakukan di Kantor Arsip dan Perpustakaan Daerah (Arpusda) Yogyakarta pada Sabtu (15/12)," kata Kepala Kantor Arpusda Kota Yogyakarta Sri Adiyanti di Yogyakarta, Senin (10/12/2012).
Menurut dia, kegiatan lomba menulis cerpen utnuk siswa SMP dan sederajat tersebut merupakan kegiatan yang positif untuk mengisi libur panjang akhir tahun dan pengisi kegiatan menjelang berakhirnya semester ganjil 2012.
Dalam kegiatan tersebut, Kantor Arspuda Kota Yogyakarta akan membatasi jumlah peserta, yaitu maksimal 60 orang. Calon peserta yang berminat mengikuti kegiatan tersebut dapat mendaftar di Kantor Arpusda Kota Yogyakarta paling lambat Jumat (14/12/2012) dengan menyertakan fotokopi kartu pelajar.
Naskah cerpen harus dibuat di tempat penyelenggaraan lomba dengan tulisan tangan. Naskah juga belum pernah dicetak atau dipublikasikan, dan panjang tulisan maksimal enam halaman A4. Tulisan juga tidak mengandung unsur SARA dan pornografi.
Tiga penulis cerpen terbaik dalam lomba tersebut akan memperoleh hadiah menarik berupa piala dan voucher untuk berbelanja di toko buku yang cukup besar.
Selain lomba menulis cerpen, Kantor Arpusda Kota Yogyakarta juga akan menyelenggarakan lokakarya penulisan untuk siswa SMA dan sederajat kelas X dan XI di Kota Yogyakarta dan sekitarnya.
Tema lokakarya yang akan dilaksanakan di Perpustakaan Kota Yogyakarta pada Minggu (16/12/2012) adalah "Menulis Itu Mudah". Pelatihan tersebut akan dipandu oleh penerbit dan juga penulis novel.
"Melalui kegiatan ini, peserta akan mendapatkan pengetahuan tentang cara menulis yang baik, mudah dipahami dan bisa dinikmati oleh masyarakat umum, serta tips tentang cara menawarkan atau menjual sebuah karya penulisan," katanya.
Seperti kegiatan lomba menulis cerpen, peserta untuk kegiatan pelatihan penulisan tersebut juga dibatasi maksimal 60 orang. "Penutupan pendaftaran dilakukan pada Jumat (14/12/2012), tetapi jika peserta sudah memenuhi kuota, maka pendaftaran akan ditutup," katanya.
Sumber :
Editor :
Benny N Joewono
info
11.15

"Bukannya Benahi Guru, Malah Utak-atik Kurikulum..."

JAKARTA, KOMPAS.com - Perubahan kurikulum yang kini telah memasuki tahapan uji publik tidak akan pernah lepas dari masalah peningkatan kualitas guru. Pasalnya, guru di lapangan nyaris selalu jadi kambing hitam dari kegagalan berbagai kurikulum yang ditetapkan oleh pemerintah.

Praktisi pendidikan, Romo Benny Susetyo, mengatakan bahwa jika pemerintah berniat untuk memperbaiki kualitas pendidikan di Indonesia maka sebaiknya peningkatan kualitas guru menjadi target utama yang dilakukan bukan malah merombak secara keseluruhan kurikulum yang belum sepenuhnya mencapai tujuan.

"Yang pertama itu benahi guru bukan malah mengutak-atik kurikulum. Saya rasa pemerintah juga tahu kalau hampir 80 persen guru di Indonesia kualitasnya masih rendah," kata Benny, saat jumpa pers di Kantor Indonesia Corruption Watch (ICW), Jalan Kalibata Timur, Jakarta, Rabu (5/12/2012).

Ia menyayangkan bahwa peningkatan kualitas guru yang harusnya menjadi prioritas justru dikesampingkan oleh pemerintah. Hal ini terbukti dengan sedikitnya pelatihan yang diterima oleh para guru di seluruh Indonesia. Padahal semestinya pelatihan yang berfungsi untuk memperbaiki kualitas guru ini dilaksanakan secara berkala.

"Harusnya kan pelatihannya rutin. Ini guru sudah bertahun-tahun hanya sekali melakukan training," ujar Benny.

Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), Retno Listyarti, membenarkan bahwa pemerintah tidak pernah sungguh-sungguh meningkatkan kualitas guru. Ini terbukti dari survei yang dilakukan pihaknya pada guru-guru yang tersebar di 20 daerah. Dari survei tersebut, sebanyak 62 persen guru Sekolah Dasar (SD) tidak pernah mendapat pelatihan.

"Bayangkan saja itu. Padahal perubahan kurikulum paling besar ada di tingkat dasar. Tapi pelatihannya justru paling minim," jelas Retno.

"Minimnya pelatihan ini jugaa terbukti, guru di daerah pelosok sudah 33 tahun tidak pernah ikut pelatihan. Untuk kota besar, rata-rata dalam lima tahun hanya sekali pelatihan," imbuhnya.

Sementara itu, Uji Kompetensi Guru (UKG) yang selalu disebut oleh pemerintah sebagai salah satu instrumen peningkatan kualitas guru tidak memiliki dampak yang signifikan. Menurutnya, UKG sendiri hanya sekadar menegaskan dan memperjelas bahwa kualitas guru di Indonesia memang masih rendah.

"Jadi bukan terus menjadi solusi dan langkah untuk peningkatan kualitas guru. Jatuhnya hanya membenarkan bahwa kualitas guru di Indonesia memang banyak yang rendah," ungkapnya.

Beberapa waktu lalu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh, mengatakan bahwa guru yang mengikuti kurikulum bukan sebaliknya. Pasalnya, jika menunggu peningkatan kualitas guru maka tak akan ada perubahan kurikulum yang harusnya terjadi mengikuti perkembangan zaman.

"Bukan kurikulum yang menyesuaikan guru tapi sebaliknya. Kalau menunggu guru, mau kapan kurikulum diubah sedangkan perkembangan zaman tidak menunggu," ujar Nuh.

info