FB Tweet Group
TOLONG!!! Jangan KLIK INI !!!

artis, selebritis, properti, rumah, apartemen, penthouse, landed house, villa, mobil, tanah, pendidikan, motor, anjing

Halaman

About

My Ping in TotalPing.com
Diberdayakan oleh Blogger.

artikel terbaru

Search

18.02

Beasiswa ke AS untuk Profesional Muda, Berminat?

KOMPAS.com – Jika Anda seorang profesional muda yang ingin terus mengembangkan kemampuan profesional Anda, jangan lewatkan program beasiswa Hubert H Humphrey ke Amerika Serikat. Tak hanya memperoleh kursus akademik, penerima beasiswa juga akan terlibat dalam banyak kegiatan pengembangan profesionalitas di AS selama sembilan bulan.

Apa syaratnya? Syarat utamanya, kandidat harus memiliki pengalaman kepemimpinan dalam pekerjaan minimal selama lima tahun pada lembaga publik atau swasta non-profit, seperti lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang bergerak dalam pelayanan publik.

Selain itu, kandidat juga harus memenuhi syarat akademik, yaitu bergelar S-1 dengan nilai IPK minimal 2,75 untuk skala 4,00 serta memiliki skor TOEFL ITP minimal 525 atau skor TOEFL iBT minimal 70/71 atau skor IELTS minimal 5.5.

Jika berminat, lengkapi segera formulir pendaftaran dengan dokumen skor TOEFL atau IELTS, dua surat referensi, fotokopi ijazah dan kartu tanda pengenal. Kirimkan dokumen-dokumen tersebut ke kantor AMINEF di CIMB NIAGA Plaza, Lantai 3, Jl. Jend. Sudirman Kav. 25, Jakarta 12920, sebelum 15 April 2013. Penyelenggara tidak menerima aplikasi dalam bentuk email.

Penerima beasiswa berhak atas beasiswa dengan skema meliputi biaya transportasi pulang pergi, uang kuliah, dan biaya hidup selama kuliah. Perhatikan pula bidang studi prioritas yang dikehendaki oleh penyelenggara. Untuk keterangan lebih lanjut dapat diperoleh melalui laman resmi beasiswa ini atau dengan mengirimkan pertanyaan ke alamat email infofulbright_ind@aminef.or.id.
Editor :
Caroline Damanik
info
18.01

BMA Salurkan Beasiswa Senilai Rp 528 Juta

BANDA ACEH, KOMPAS.com - Badan zakat atau Baitul Mal Aceh (BMA) menyalurkan beasiswa senilai Rp 528 juta untuk mahasiswa dari keluarga miskin di kawasan Banda Aceh dan Aceh Besar.
Kabid Pendistribusian dan Pendayagunaan BMA Rizky Aulia di Banda Aceh, Kamis mengatakan, beasiswa yang disalurkan kepada mahasiswa di 20 perguruan tinggi yang ada di Banda Aceh dan Aceh Besar itu merupakan dana zakat tahun 2012.
Disebutkannya, beasiswa pendidikan tersebut disalurkan kepada 352 mahasiswa tingkat D3 dan S1 dari keluarga kurang mampu yang sedang menyelesaikan tugas akhir.
"Setiap mahasiswa tersebut mendapatkan beasiswa untuk menyelesaikan tugas akhir sebesar Rp 1,5 juta/orang," kata Rizky disela-sela penyerahan beasiswa di kantor BMA di Banda Aceh.
Dana beasiswa yang disalurkan untuk mahasiswa dari keluarga kurang mampu tersebut bersumber dari dana zakat tahun 2012 pada Ibnu Sabil.
"Kami berharap beasiswa pendidikan untuk biaya penyelesaian tugas akhir ini dapat meringankan para mahasiswa dan keluarga serta memotivasi penerima manfaat untuk mendapat prestasi terbaik," katanya.
Pihaknya meyakini program beasiswa pendidikan bagi keluarga kurang mampu yang diberikan BMA juga merupakan salah satu upaya dalam mendukung peningkatan mutu dan melahirkan generasi bangsa yang lebih baik di masa mendatang.
Sebelumnya, BMA juga telah menyalurkan beasiswa lainnya kepada penerima manfaat diantaranya bantuan perlengkapan sekolah kepada 480 anak yatim yang berasal dari keluarga miskin di kawasan Banda Aceh dan Aceh Besar.
Sumber :
Editor :
Benny N Joewono
info
18.00

Asrama Mahasiswa Indonesia di Mesir Segera Dibangun

KAIRO, KOMPAS.com- Impian mahasiswa Indonesia di Mesir, khususnya yang belajar di Universitas Al Azhar, untuk memiliki asrama untuk menunjang tugas belajar akan segera menjadi kenyataan.
Grand Sheikh Al Azhar, Prof Dr Ahmed el Thayyeb ketika menerima Dubes RI untuk Mesir Nurfaizi Suwandi, Senin (30/1/2012) kemarin, menyampaikan tentang segera dimulainya pembangunan asrama mahasiswa Indonesia itu.
"Minggu depan, kami akan mengundang Duta Besar RI untuk mengunjungi lokasi pembangunan asrama secara bersama-sama dan kita akan segera mulai meletakkan batu pertama pembangunannya," ungkap Grand Syaikh Al-Azhar, Prof. Dr. Ahmad el-Thayyeb kepada Dubes Nurfaizi seperti dilaporkan wartawan Kompas di Kairo Musthafa Abd. Rahman, Selasa.
Dubes RI itu juga meminta kepada Grand Syaikh Al Azhar agar proyek tersebut dapat segera dimulai, mengingat kondisi Mesir berangsur-angsur mulai pulih. Dubes RI itu mengungkapkan, jika kelak pembangunan asrama mahasiswa itu selesai, diharapkan mahasiswa Indonesia dapat belajar lebih tenang dan fokus meningkatkan prestasi belajar.
"Pembangunan asrama tersebut merupakan salah satu komitmen pemerintah RI untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan pelajar dan mahasiswa Indonesia di Al-Azhar, serta bisa memberi pengawasan kepada mahasiswa Indonesia agar sukses studinya.
KBRI Kairo akan terus meningkatkan kerjasama dan komunikasi yang lebih efektif dengan Al-Azhar," ujar Nurfaizi.
Dubes Nurfaizi juga menyampaikan salam hangat dan ucapan terima kasih dari Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono, atas peran dan kontribusi Al-Azhar dalam mendidik pelajar dan mahasiswa Indonesia di Mesir, sehingga mereka dapat mendalami Islam yang moderat dan rahmatan lil alamin dari Al-Azhar.
"Saat ini, banyak alumni al-Azhar yang telah berperan dan menjadi pemimpin panutan di Tanah Air, baik pada tingkat lokal maupun nasional," kata DubesNurfaizi.
Dalam kunjugan tersebut, Duta Besar RI didampingi Atase Pendidikan, Prof. Dr. Sangidu, M. Hum, dan Pelaksana Fungsi Protokol dan Konsuler, Muhammad Abdullah.
Sebelumnya hari Minggu (29/1), Dubes Nurfaizi Suwandi juga mengunjungi Sekolah Indonesia Cairo (SIC). Hadir dalam kunjungan itu Wakepri Burhanuddin Badruzzaman dan jajaran Staf KBRI Cairo, DWP, Guru, Wali Murid dan siswa/siswi Sekolah Indonesia Cairo.
SIC merupakan Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN) yang pertama, didirikan pada tahun 1956.
 
Editor :
Marcus Suprihadi
info
17.59

UI Bangun Asrama Mahasiswa

DEPOK, KOMPAS.com -- Universitas Indonesia (UI) menambah satu tower gedung asrama bagi mahasiswa baru. Bangunan yang berdiri di atas lahan 90 m x 30 m itu akan mampu menampung 236 mahasiswa.
Pembangunan asrama dimungkinkan setelah Gumilar R Somantri, didukung penuh oleh Ketua Majelis Wali Amanah UI, KH Said Aqil Siroj menyampaikan proposal kepada Kementrian Perumahan Rakyat (Kemenpera) untuk tambahan tower bagi asrama mahasiswa. Kepastian grant tersebut diterima UI pada 13 Juli lalu.
Kepala Kantor Komunikasi UI, Siane Indriani, Selasa (14/8/2012) menjelaskan, bangunan asrama setinggi tiga lantai dan terdiri dari 59 unit itu akan dihuni sebanyak empat mahasiswa dalam setiap unit. Dengan luas per unit 21 meter persegi, bangunan ini akan selesai dalam waktu lima bulan.
Adapun dana yang dikeluarkan oleh Kemenpera untuk membangun asrama ini sebesar Rp 9 miliar.
UI setiap tahun menerima sekitar 4.500 mahasiswa regular. Diharapkan pada masa mendatang, seluruh mahasiswa baru dapat memiliki ruang asrama, untuk tinggal sebagai mahasiswa baru. Dengan begitu, universitas dapat mempersiapkan berbagai program pengenalan kehidupan kampus serta wawasan nusantara yang lebih komprehensif.
Editor :
Nasru Alam Aziz
info
17.57

Marzuki Alie Kunjungi Asrama Mahasiswa Indonesia di Mesir

KAIRO, KOMPAS.com — Ketua DPR Marzuki Alie dan beberapa anggota DPR mengunjungi lokasi dibangunnya empat gedung asrama mahasiswa Indonesia di Mesir. Marzuki Alie kemudian menemui Rektor Universitas al-Azhar, Usamah el-Abd, membahas mengenai kelanjutan proyek pembangunan asrama untuk mahasiswa Indonesia di Mesir yang terletak di dalam kawasan Kampus al-Azhar.
Ketua DPR berkomitmen melancarkan proses pembangunan asrama yang saat ini sedang berjalan. "Kami akan berusaha untuk menyukseskan pembangunan asrama mahasiswa Indonesia ini dan berharap dapat datang kembali ke Mesir untuk meresmikannya," tutur Marzuki Alie di depan Rektor al-Azhar.
Duta Besar RI Nurfaizi Suwandi menjelaskan bahwa Indonesia merencanakan untuk membangun delapan belas gedung asrama. Saat ini, untuk tahap pertama telah dimulai pembangunan empat gedung beserta satu bangunan yang difungsikan untuk dapur umum.
"Pengecoran fondasi untuk empat gedung sedang dilakukan," kata Dubes. Meski demikian, Dubes RI menjelaskan bahwa dana yang dibutuhkan secara keseluruhan untuk membangun empat gedung tersebut masih belum terpenuhi sehingga masih perlu mendapat komitmen dan dukungan dari berbagai pihak, terutama pemerintah pusat dan pemerintah daerah.
Sementara itu, Rektor al-Azhar mengapresiasi kehadiran Ketua DPR. Rektor bercerita mengenai rekam jejak mahasiswa Indonesia di Universitas al-Azhar. "Mereka adalah mahasiswa yang baik dan tidak pernah memberikan kesan negatif dalam catatan kami sehingga mereka kami prioritaskan untuk menempati lokasi asrama di sekitar Kampus al-Azhar," tutur sang Rektor.
Rektor juga menekankan bahwa al-Azhar akan mendidik anak-anak Indonesia dengan paham-paham yang moderat. "Inilah rahasianya mengapa al-Azhar bisa bertahan lebih dari seribu tahun, tidak lain karena ia berpaham moderat," ungkapnya.
Editor :
Rusdi Amral
info
17.56

Universitas Diharapkan Hasilkan Banyak Calon Wirausahawan

MEDAN, KOMPAS.com - Pemerintah berharap universitas di Sumatera meningkatkan lulusan yang menjadi wirausahawan guna membantu program percepatan peningkatan wirausaha khususnya untuk di luar Jawa.
"Jumlah wirausaha baru di Indonesia masih sangat minim khususnya di Sumatera.Secara nasional jumlah wirausaha masih 0,3 pesen dari total penduduk nasional dimana dari jumlah itu terbanyak di luar Jawa pula," kata Direktur Industri Kecil Menengah (IKM) Wilayah I Direktorat Jenderal IKM Kementerian Perindustrian Roy Sianipar di Medan, Minggu (9/12/2012).
Padahal untuk bisa maju, suatu negara minimal harus mempunyai wirausaha 2,5 persen dari total penduduknya. Pemerintah berharap universitas di Indonesia khususnya di Sumatera seperti Sumut meningkatan lulusannya yang bisa menjadi wirausahawan.
"Selain memiliki program untuk mempercepat pertumbuhan wirausaha baru, pemerintah juga punya program memperbanyak jumlah wirausahawan di luar Jawa dari dewasa ini yang masih terkonsentrasi di Jawa," katanya.
Program dan harapan pemerintah untuk meningkatkan wirausaha mengingat kemampuan pemerintah merekrut pegawai negri sipil (PNS) dan untuk menekan pengganguran.
Wirausaha bukan saja mengurangi beban dari penerimaan PNS tetapi juga membantu menekan pengangguran karena usaha baru dipastikan bisa menampung pekerja.
"Universitas dharapkan membuat program dan mendidik mahasiswa/mahasiswinya menjadi wirausaha, bukan setelah lulus berharap menjadi PNS atau bekerja di perusahaan," katanya.
Wirausaha lulusan perguruan tinggi diharapkan bisa lebih cepat berkembang karena memiliki intelektual. Sekretaris Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sumut, Laksamana Adiyaksa, menyebutkan, Apindo mendukung program wirausaha karena kemampuan perusahaan menerima pekerja baru semakin berkurang.
Selain karena tuntutan efisiensi perusahaan, kata dia, dewasa ini akibat krisis global, tidak tertutup kemungkinan perusahaan bahkan mengurangi jumlah pekerja.
"Apindo siap membantu program itu antara lain dengan memberikan ilmu terapan kepada calon wirausahawan," katanya.
Sumber :
Editor :
Benny N Joewono
info
17.52

Mahasiswa Berharap Pembangunan Rusunawa Diselesaikan

TASIKMALAYA, KOMPAS.com - Mahasiswa berharap pembangunan Rumah Susun Mahasiswa (Rusunawa) di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, segera diselesaikan.
"Bangunan rusunawa sekarang dibiarkan terkatung-katung tanpa penyelesaian," kata Presiden Mahasiswa Universitas Siliwangi (Unsil), Rizki Nuraziz di Tasikmalaya, Minggu (9/12/2012).
Keberadaan rusunawa di Kampung Babakan Domba, Kelurahan Kahuripan, Kecamatan Tawang, Tasikmalaya, dibangun untuk fasilitas penunjang bagi mahasiswa Unsil.
Gedung berlantai delapan itu merupakan bantuan dari Kementerian Negara Perumahan Rakyat (Kemenpera) yang pembangunannya sudah dilakukan sejak tahun 2008.
"Dana pembangunan dari Kementerian Negara Perumahan Rakyat, katanya menghabiskan dana senilai Rp 8,9 miliar, tapi sampai sekarang belum jelas penyelesaiannya," katanya.
Sementara itu, Pembantu Rektor III Unsil Tasikmalaya, Dedi Natawijaya, mengatakan pihak yayasan Unsil telah memberikan bantuan dana dalam pembangunan rusunawa itu.
Kapan rusunawa itu dapat dinikmati mahasiswa, kata Dedi, menunggu keputusan dan penyerahan sertifikat dari Kemenpera. "Bangunan ini sudah lima tahun terbengkalai dan belum ada kepastian untuk penyerahan sertifikatnya," katanya.
Sumber :
Editor :
Benny N Joewono
info