FB Tweet Group
TOLONG!!! Jangan KLIK INI !!!

artis, selebritis, properti, rumah, apartemen, penthouse, landed house, villa, mobil, tanah, pendidikan, motor, anjing

Halaman

About

My Ping in TotalPing.com
Diberdayakan oleh Blogger.

artikel terbaru

Search

17.46

Universitas Islam Madinah Sediakan 150 Beasiswa

NUSA DUA, KOMPAS.com - Universitas Islam Al Madinah Al Munawwarah menyediakan 150 program beasiswa khusus untuk calon mahasiswa asal Indonesia yang ingin belajar di salah satu perguruan tinggi negeri di Arab Saudi itu.
"Setiap tahun kami memberikan jatah rata-rata 150 beasiswa untuk calon mahasiswa asal Indonesia," kata Juru Bicara Universitas Islam Al Madinah Al Munawwarah, Azmi Syukri Zarkasyi di Nusa Dua, Bali, Kamis (15/11/2012).
Menurut dia, beasiswa tersebut diberikan oleh pemerintah Arab Saudi secara penuh kepada mahasiswa S-1 Universitas Islam Madinah asal Indonesia yang pengajuan aplikasi lamarannya dinyatakan diterima.
Pengajuan aplikasi lamaran bisa dilakukan melalui alamat "website" (laman) www.iu.edu.sa mulai saat ini untuk tahun akademik 2013 yang perkuliahannya dimulai pada bulan September.
Selain beasiswa, semua akomodasi mahasiswa asal Indonesia yang kuliah di Universitas Islam Madinah tersebut ditanggung oleh pemerintah Arab Saudi, termasuk uang makan dan tempat tinggal.
"Pemerintah Arab Saudi juga memberikan tiket gratis Madinah-Indonesia pergi-pulang sekali dalam setahun. Tiket gratis itu diberikan pada saat libur musim panas pada Juni-Juli-Agustus," paparnya saat ditemui di arena pameran pendidikan yang digelar oleh lembaga pemeringkatan perguruan tinggi "Quacquarelli Symonds" dan Institut Pertanian Bogor (IPB) di BICC The Westin Nusa Dua itu.
Azmi menambahkan bahwa mahasiswa asal Indonesia juga diberi kesempatan menunaikan ibadah haji dan umrah.
"Apalagi jarak kampus kami dengan Masjid Nabawi (Madinah) hanya 10 kilometer atau dapat ditempuh dalam waktu 15 menit dengan kendaraan umum. Mahasiswa pun banyak yang memanfaatkan waktunya untuk beribadah di masjid itu," ujar putra keempat pimpinan Pondok Pesantren Modern Gontor, Ponorogo, Jawa Timur, KH Abdullah Syukri Zarkasyi, itu.
Di Universitas Islam Madinah terdapat 11 fakultas, yakni Syariah, Dakwah dan Ushuluddin, Alquran dan Studi Islam, Bahasa Arab, Pengajaran Bahasa Arab Untuk Pemula, Sains, Komputer dan Informatika, Teknik, Kedokteran, Farmasi, dan Hadist.
Setelah lulus S-1, para mahasiswa masih bisa mendapatkan beasiswa secara penuh untuk melanjutkan program S-2 dan S-3 di perguruan tinggi negeri yang memiliki 22 ribu orang mahasiswa, 80 persen di antaranya berasal dari luar Arab Saudi itu.
Sampai saat ini jumlah mahasiswa asal Indonesia yang kuliah di Universitas Islam Madinah itu sekitar 350 orang. Pada 2011 jumlah mahasiswa Indonesia yang mendapatkan beasiswa di kampus itu sebanyak 170 orang, sedangkan tahun ini sebanyak 130 orang.
"Sebenarnya pemberian beasiswa kepada calon mahasiswa asal Indonesia itu telah berlangsung sejak 1970-an, tapi jumlahnya tidak sampai 150. Mengingat besarnya perhatian pemerintah Arab Saudi, maka jatah beasiswa untuk mahasiswa Indonesia terus ditambah," kata pria yang kini menempuh program S-2 Fakultas Dakwah dan Ushuluddin Universitas Islam Madinah itu.
Selain pulang ke Tanah Air, lulusan Universitas Islam Madinah asal Indonesia ada yang bekerja di instansi pemerintahan di Arab Saudi. "Pemerintah Arab Saudi memberikan kesempatan yang besar kepada lulusan Universitas Islam Madinah," tukas Azmi.
Sumber :
ANTARA
Editor :
Benny N Joewono
info
17.45

Belajar Mempercantik Taman dengan Sampah

JAKARTA, KOMPAS.com - Sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui. Peribahasa ini menggambarkan sudut taman di SD Sekolah Citra Alam Ciganjur, Jakarta Selatan, Selassa (20/11/2012).

Awalnya hanya bertujuan mengajarkan pola hidup ramah lingkungan kepada anak-anak berusia sekolah dasar. Namun, hasilnya ternyata bisa membantu mempercantik taman sekolah. Dan tentu saja bisa terjadi pula di rumah.

Dari semangat reduce, reuse, dan recycle (3R), anak-anak diajarkan untuk mendaur ulang sampah yang mereka temui sehari-hari. Dari limbah rumah tangga seperti kemasan botol mineral, mie instan, kemasan makanan ringan dan plastik, anak-anak ini menciptakan bunga-bunga nan menawan mata. Tak hanya orangtua, anak-anak pun senang melihatnya.

Tengok saja, bunga matahari berukuran besar yang dibuat oleh siswa kelas 3, Muhammad Rifqi. Sekilas, tak ada yang menyangka bunga itu berasal dari barang bekas berupa kantong plastik. Hasilnya, malah terbilang wah!

Ada juga bunga buatan berwarna putih dan pink yang dibuat Keina, siswa kelas 5. Karena kemarin tidak masuk sekolah, dia baru menaruh bunganya pada hari ini.

"Ini dari plastik bekas. Kemarin disuruh bikin sama ibu guru. Sampah di rumah jadi berkurang deh," ungkapnya di sela Tur Edukasi Bumiku Lestari yang digawangi penyanyi Oppie Andaresta bersama World Wildlife Fund (WWF) dan BNI di Sekolah Citra Alam.

Yang tak kalah menawan adalah bunga karya Ricky, kelas II. Sampah botol kemasan dibentuk seperti kelopak, diwarnai dengan cat, dirangkai seperti bunga lalu bagian tengahnya dihias dengan tutup botol kemasan yang juga diwarnai.

Hasilnya?

Sampah plastik bisa berusia lebih lama, taman pun jadi lebih indah. Seru kan berkreasi dengan anak-anak!
Editor :
Caroline Damanik
info
17.45

Orientasi Mahasiswa Baru Indonesia di Mesir

CAIRO, KOMPAS.com -- Sebanyak 428 mahasiswa baru Indonesia yang diterima di berbagai perguruan tinggi di Mesir, khususnya Universitas Al Azhar, Cairo, selama dua hari, 18-19 November, mendapat pembekalan dan orientasi tentang ke-Mesir-an, ke-Azhar-an, serta teknik belajar yang baik di Universitas Al-Azhar untuk meraih prestasi yang gemilang.
Duta Besar RI untuk Mesir, Nurfaizi Suwandi meminta kepada mahasiswa Indonesia agar senantiasa menjaga nilai-nilai bangsa Indonesia yang santun dan berakhlak mulia. Ia juga meminta agar mahasiwa mempersiapkan diri sejak awal untuk menuntut ilmu dengan sungguh-sungguh, bukan hanya di kampus, tetapi juga di luar kampus.
Atase Pendidikan KBRI Cairo Prof Dr Sangidu MHum menyampaikan bahwa dari 428 mahasiswa baru tersebut, 14 orang dari mereka mendaftar di Fakultas Kedokteran di berbagai perguruan tinggi Mesir.
Sangidu menjelasakan, mahasiswa yang telah datang itu merupakan hasil seleksi di Jakarta, yang dilakukan oleh tim dari Al-Azhar yang diikuti oleh 2.800 calon mahasiswa.
Selain para mahasiswa, acara tersebut juga dihadiri oleh para pejabat KBRI Cairo, dan para akademisi Indonesia yang sedang berada di Cairo dalam rangka membina dan menjalin kerja sama dengan Mesir, yaitu Wakil Direktur Sekolah Pascasarjana UGM, Pengelola Program Master dan Doktor Kajian Timur Tengah UGM, dan Direktur Program Magister Manajemen Universitas Sebelas Maret Surakarta.
Editor :
Nasru Alam Aziz
info
17.44

PAUD Bakal Dipusatkan di Masjid

JAKARTA, KOMPAS.com - Mulai tahun ajaran 2013/2014, program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) akan diselenggarakan di masjid-masjid Indonesia. Kerjasama ini disepakati pihak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) RI bersama dengan Dewan Masjid Indonesia di gedung Kemdikbud, Jakarta, Selasa (20/11/2012).

Pemanfaatan masjid sebagai tempat pelayanan PAUD ini menurut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh, sangat efektif melihat sarana dan prasarana di tempat ibadah menunjang pendidikan karakter terutama pendidikan agama.

"Kalau PAUD dilaksanakan di masjid-masjid, urusan sikap sudah terbentuk disana, sebab masa kecil di masjid itu indah sekali. Pelajaran agama-nya live. Mereka bisa mendapatkan langsung pendidikan itu dari lingkungan masjid dan sekitarnya," ucap Nuh.

Dia menambahkan, nantinya akan ada alat-alat permainan edukasi, yang bisa merangsang pengembangan pendidikan mereka.

"Akan ada sarana pendukung yang dananya bersumber dari partisipasi Mendikbud, dan sebagiannya lagi dari DMI, karena kita sharing, berbagi," tambahnya.

Untuk itu, Mendikbud mengharapkan kerjasama ini akan mampu mendorong pengembangan partisipasi publik dalam penyelenggaraan PAUD di lingkungan masjid. Sehingga kekuatan pendidikan tidak semata-mata ada di tangan pemerintah, tetapi juga detak nadinya ada di dalam masyarakat.

"Kita bersama-sama disini, kalau kesadaran publik sudah muncul, maka proses pendidikan kita akan mudah," katanya.

Nuh juga meyakini, pendidikan masjid dan PAUD sejalan dengan penataan kurikulum yang sedang berlangsung saat ini, yaitu mengembangkan atttitude, skill, dan sekaligus knowledge.
Editor :
Caroline Damanik
info
17.43

Pendidikan Peternakan Kurang Diminati

JAKARTA, KOMPAS.com - Pendidikan peternakan masih kurang diminati untuk jenjang pendidikan kejuruan ataupun pendidikan tinggi, padahal kebutuhan untuk tenaga ahli di bidang peternakan cukup tinggi.

Di sejumlah SMK bidang peternakan, terutama untuk program keahlian peternakan ruminansia (sapi, kerbau, kambing, dan domba), peminatnya tidak terlalu banyak. Sekolah juga minim mengembangkan unit produksi ruminansia karena mahal jika dibandingkan peternakan unggas.

”Pertanian dan peternakan belum jadi pilihan utama siswa dan orangtua meskipun wilayah tempat tinggal mereka di area pertanian atau peternakan,” kata Jaka Mursriyanta, Wakil Kepala SMKN 1 Trucuk Bidang Hubungan Masyarakat dan Industri di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Senin (19/11).

Selain di jenjang kejuruan, di jenjang sarjana peternakan juga turun peminatnya. Dekan Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (UGM) Ali Agus dalam peringatan Dies Natalies Ke-43 Fakultas Peternakan UGM, pekan lalu, mengatakan, terjadi kecenderungan penurunan jumlah mahasiswa Fakultas Peternakan UGM.

Tahun 2009 diterima 235 orang dan yang mendaftar kembali 186 orang. Tahun berikutnya yang diterima 200 orang, hanya 181 orang yang mendaftar kembali. Pada 2011 diterima 240 orang dan mendaftar kembali 228 orang. Adapun di tahun 2012 diterima 243 orang dan mendaftar kembali 213 orang.

”Solusinya, kami akan lebih mempromosikan diri serta membangun kerja sama dengan pemerintah daerah dan perusahaan untuk menjaring calon mahasiswa baru,” kata Ali.

Menurut Ali, rendahnya peminat program studi peternakan karena program studi ini dianggap kurang menjanjikan dari sisi kesempatan kerja. Padahal, akibat kurangnya tenaga terdidik di bidang peternakan, banyak perusahaan yang kekurangan tenaga terdidik dan terampil untuk level menengah dan lulusan diploma.

Tidak membeludak
Jika melihat data daya tampung dan peminat pada pendaftaran SNMPTN tahun 2011, misalnya, untuk program pertanian, peternakan, dan kelautan peminatnya tidak membeludak dibandingkan program teknik, kedokteran, dan ekonomi. Di Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, misalnya, daya tampung Fakultas Peternakan 135 orang, peminatnya 303. Adapun daya tampung Kedokteran Gigi 20 orang, peminatnya 663 orang.

Di Universitas Diponegoro, daya tampung Jurusan Peternakan 160 orang, peminatnya 439 orang. Adapun Teknik Informatika yang berdaya tampung 52 orang, peminatnya 1.733 orang.

Rektor Undip Sudharto P Hadi mengatakan, beberapa program studi terkait perairan dan peternakan yang peminatnya tidak banyak umumnya tetap bisa menerima siswa sesuai daya tampung. Jika tidak terpenuhi di kuota SNMPTN, ditawarkan di jalur mandiri. (ELN)
Sumber :
Kompas Cetak
Editor :
Caroline Damanik
info
17.42

307 Guru Swasta Mendapat Tunjangan Profesi

SAMARINDA, KOMPAS.com — Sebanyak 307 guru SMA dan SMK dengan status non-pegawai negeri sipil  (swasta) di Provinsi Kalimantan Timur sepanjang tahun 2012 menerima tunjangan profesi sebesar Rp 6,663 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
"Besaran tunjangan guru disesuaikan dengan gaji yang diterima masing-masing guru, sedangkan minimal tunjangan adalah Rp 1,5 juta per bulan," ucap Kepala Bidang Pembinaan SMP dan SMA Dinas Pendidikan Kalimantan Timur (Kaltim) Asli Nuryadin di Samarinda, Selasa (20/11/2012).
Pemberian tunjangan ini untuk meningkatkan kesejahteraan guru. Untuk itu, dia berharap agar tingkat kesejahteraan yang dipenuhi pemerintah itu hendaknya dibarengi dengan tingkat kedisiplinan dan kualitas dalam proses belajar-mengajar.
Menurut dia, dari 14 kabupaten dan kota yang ada di Kaltim, jumlah guru non-PNS terbanyak yang mendapat tunjangan pada tahun 2012 adalah dari Kota Bontang yang mencapai 86 guru.
Rinciannya adalah surat keputusan (SK) yang dikeluarkan oleh Kemendikbud pada 29 Maret terdapat 16 guru, SK yang dikeluarkan pada 30 Maret terdapat 46 guru, dan SK yang dikeluarkan pada 1 Mei sebanyak 24 guru.
Jumlah terbanyak kedua adalah dari Kota Balikpapan yang terdapat 79 guru, yakni berdasarkan SK Kemendikbud pada 29 Maret terdapat 25 guru, kemudian SK yang dikeluarkan pada 30 Maret terdapat 54 guru.
Jumlah penerima tunjangan terbanyak ketiga adalah dari Kota Samarinda yang terdapat 70 guru, yakni SK yang dikeluarkan pada 30 Maret terdapat 61 guru, SK pada 29 Maret ada 8 guru, dan SK yang dikeluarkan pada 14 Juni terdapat 1 guru.
Terbanyak keempat adalah dari Kabupaten Kutai Kartanegara, yakni 22 guru. Rinciannya adalah ada 20 guru yang SK-nya dikeluarkan Kemendikbud pada 30 Maret, kemudian dua guru yang SK-nya dikeluarkan pada 14 Juni.
Adapun jumlah guru yang mendapat tunjangan paling sedikit pada tahun 2012 adalah dari Kabupaten Berau dan Nunukan, yakni masing-masing hanya terdapat seorang guru.
Sumber :
Editor :
Benny N Joewono
info
15.36

Beasiswa ke Jerman Tak Hanya DAAD Lho...

JAKARTA, KOMPAS.com - Salah satu negara yang menjadi sasaran para pelajar dan mahasiswa Indonesia untuk melanjutkan studi adalah Jerman. Berbagai beasiswa untuk studi maupun untuk riset penelitian disediakan bagi para pelajar atau mahasiswa asing yang ingin melanjutkan pendidikan di Jerman.

Perwakilan dari DAAD Jakarta, Olivia Sopacua, mengatakan bahwa beasiswa studi diutamakan untuk jenjang master dan doktorat. Sementara itu, bagi para akademisi yang ingin melakukan riset penelitian juga memiliki kesempatan untuk memperoleh beasiswa.

"Beasiswa untuk sekolah di Jerman tersedia banyak. Tidak hanya terbatas pada DAAD saja," kata Olivia kepada Kompas.com, Selasa (13/11/2012).

Untuk DAAD, umumnya menawarkan program beasiswa untuk jenjang master dan doktorat bagi mahasiswa, dosen maupun peneliti dari sektor publik maupun swasta. Sementara bagi mahasiswa S1 khususnya untuk jurusan sastra Jerman ditawarkan program summer course dan beasiswa studi selama satu semester.

Selain dari DAAD, pemerintah Jerman juga bekerja sama dengan pemerintah Indonesia menyediakan beasiswa yaitu Indonesia-Germany Scholarship Programme (IGSP) yang dikhususkan untuk jenjang doktorat. Persyaratan dan pendaftaran untuk program ini diatur oleh DIKTI.

"Ada juga yang dibuka oleh yayasan atau universitas langsung. Biasanya kalau dari universitas, dapat diketahui setelah yang bersangkutan diterima," jelas Olivia.

Salah satu yayasan yang menawarkan beasiswa untuk melakukan riset di Jerman adalah Yayasan Alexander von Humboldt. Namun jika ingin mengetahui lebih lanjut untuk yayasan yang menawarkan program beasiswa studi maupun riset dapat mengunjungi situs www.daadjkt.org atau www.funding-guide.de.

"Yayasan yang punya program beasiswa cukup banyak. Ada yang berafiliasi secara politik, institusi sosial, negara bagian bahkan gereja," tandasnya.

Jadi jika berminat mengejar mimpi untuk bersekolah di Jerman dengan program beasiswa maka jangan ragu untuk rajin mencari informasi melalui DAAD atau yayasan yang memiliki korelasi terhadap penyediaan beasiswa.
Editor :
Caroline Damanik
info