FB Tweet Group
TOLONG!!! Jangan KLIK INI !!!

artis, selebritis, properti, rumah, apartemen, penthouse, landed house, villa, mobil, tanah, pendidikan, motor, anjing

Halaman

About

My Ping in TotalPing.com
Diberdayakan oleh Blogger.

artikel terbaru

Search

18.17

HANYA AKAN ADA SATU VARIAN BUKU PELAJARAN

JAKARTA, KOMPAS.com — Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Badan Penelitian dan Pengembangan melakukan penyusunan silabus terkait kurikulum baru. Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Musliar Kasim menjamin bahwa hanya akan ada satu varian buku ajar bagi siswa dalam kurikulum baru ini.

Dari penyusunan silabus ini, Kementerian akan membuat contoh buku yang kemudian dikirimkan ke daerah untuk dicetak oleh masing-masing daerah.

"Kami buat dummy untuk buku ini. Sudah ada dan nanti dikirim ke daerah untuk dicetak. Masyarakat tak perlu khawatir," ungkapnya kepada Kompas.com, Sabtu (8/12/2012).

Musliar menjelaskan bahwa penyusunan ini perlu dilakukan karena adanya perubahan metode pembelajaran yang juga membawa pengaruh pada isi buku. Selain itu, penyusunan silabus juga dimanfaatkan untuk mengarahkan agar hal-hal yang tidak diinginkan tidak masuk dalam isi buku ajar.

"Ini kan sekarang untuk anak SD memakai tema. Jadi, bukunya juga disesuaikan dengan tema," kata Musliar.

Sementara itu, penyusunan silabus ini menimbulkan pertanyaan besar karena dilakukan saat uji publik masih berlangsung. Banyak yang mempertanyakan manfaat dari uji publik, sementara penyusunan silabus sudah dilakukan.

Musliar mengatakan, meski silabus telah disusun beberapa hari lalu, penyusunan silabus ini tidak menghilangkan tujuan dari uji publik. Menurutnya, penyusunan silabus hanya berfungsi untuk membahas masalah buku.

"Saat menyusun silabus ini, kami merekrut penulis untuk buku. Kami bahas apa yang sesuai," kata Musliar.

"Jadi, uji publik yang berjalan ini masukannya tetap diterima dan akan dievaluasi untuk penyempurnaan," tandasnya.
 
Editor :
Caroline Damanik
info
18.16

MENDIKBUD RESMIKAN POJOK BUDAYA KOREA

DEPOK, KOMPAS.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhammad Nuh meresmikan Pusat Pelatihan Teknologi Informasi dan Pojok Korea di Perpustakaan Universitas Indonesia (UI) Depok.
"Ini merupakan simbol dukungan kerja sama Korea dengan Indonesia untuk kembangkan teknologi dan budaya," kata Muhammad Nuh usai meresmikan kedua tempat tersebut di UI Depok, Rabu (12/12/2012).
Menurut dia kedua tempat ini merupakan hasil kerja sama Indonesia dan Korea Selatan. Dengan diresmikannya kedua tempat itu diharapkan menjadi simbol kebangkitan Asia. "Ini special date dan sebagai simbol betapa kuatnya hubungan kerja sama Indonesia dengan Korea," kata mantan rektor ITS tersebut.
Ia mengatakan kerja sama kebudayaan bersifat keabadian artinya antara kedua negara dapat saling mengembangkan budaya dan teknologi. "Indonesia juga mendirikan corner di beberapa negara termasuk Korea. Ini sebagai pengantar peradaban baru dunia," ujarnya.
Ia berharap hubungan yang terjalin nantinya bukan hanya pemerintah dengan pemerintah saja (G2G). Tetapi juga kerja sama masyarakat dengan masyarakat. "Kita sudah siap untuk menyongsong kebangkitan Asia," katanya.
Dikatakannya Korea dapat menjadi negara pemimpin. Saat ini saja Korea sudah unggul dan diharapkan Korea dan Indonesia menjadi pilar kebangkitan Asia.
Sementara itu Dekan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UI Bambang Wibawarta mengatakan program studi Korea menjadi peringkat ketiga peminatnya setelah Inggris dan Jepang "Saat ini jumlah mahasiswa Korea berjumlah lebih dari 200 orang," katanya.
Menurut dia banyak mahasiswa yang tertarik dengan program studi Korea yang baru dibuka tahun 2007 lalu. Mereka mempelajari Bahasa Indonesia dan ada pula yang masuk program reguler.
Sumber :
Editor :
Benny N Joewono
info
18.14

CERMATI PENGHAPUSAN PENJURUSAN DI SMA

JAKARTA, KOMPAS.com - Penghapusan penjurusan di SMA dan diganti dengan peminatan sesuai Kurikulum 2013 perlu dikaji secara cermat. Dengan kondisi SMA yang sangat beragam di berbagai daerah, konsekuensi dari kebijakan ini harus dipersiapkan dari berbagai aspek.

Praktisi pendidikan Paul Suparno, Rabu (12/12), mengatakan, jika peminatan di SMA diberlakukan sejak kelas X, harus dipastikan pendidikan di SMP juga berkualitas baik sehingga siswa mengetahui potensi, bakat, dan minatnya. ”Asal pendidikan di SMP berjalan baik, tidak masalah peminatan sejak di kelas X. Masalahnya, kondisi pendidikan di bawahnya saja masih semrawut, bagaimana siswa bisa terarah dengan baik peminatannya,” kata Paul, yang merupakan pakar pendidikan Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta.

Menurut Paul, meskipun peminatan diberlakukan di kelas X, tetap perlu fleksibilitas bagi siswa untuk mengubah pada tahun berikutnya. Idealnya, perlu satu tahun bagi siswa untuk bisa memahami minatnya setelah menjalani pendidikan di SMA.

”Ada anak yang menonjol bakatnya di bidang sains atau sosial. Namun, ada juga anak yang minatnya di tengah-tengah. Ini perlu dicermati betul supaya tidak salah memilih,” katanya.

Hal senada disampaikan E Baskoro Poedjinoegroho, pembina Kolese Kanisius. ”Kalau dari prinsipnya, pemikiran untuk memulai peminatan sejak kelas X baik. Ini bisa bagus kalau di SMP-nya juga bagus. Tetapi, kenyataannya bagaimana? Justru masalahnya, di Kurikulum 2013 ini terlihat semakin amburadul. Terlihat ketidaksinambungan antara kompetensi isi dan dasar dari jenjang SD, SMP, hingga SMA,” kata Baskoro.

Ajat Sudrajat, Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah Jawa Barat, mengemukakan, mata pelajaran yang ditawarkan di SMA tidak jauh berbeda dengan yang ada saat ini.

Paul mengatakan, perubahan kurikulum merupakan hal biasa. Akan tetapi, menjadi tanda tanya besar ketika pemerintah begitu tergesa-gesa menerapkan perubahan ini secara nasional.

Secara terpisah, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh menjelaskan, Kurikulum 2013 masih menjalani uji publik. Sampai saat ini pun sistem penjurusan untuk SMA masih dibahas, apakah akan menggunakan sistem kredit semester atau sistem lain.(ELN/LUK)
 
Sumber :
Kompas Cetak
Editor :
Caroline Damanik
info
18.13

GRESIK MINTA SEKOLAH TAK GUNAKAN LKS SEJARAH BERMASALAH

GRESIK, KOMPAS.com — Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik, Jawa Timur, menginstruksikan sekolah-sekolah agar tidak menggunakan Lembar Kerja Siswa Sejarah yang bermasalah. LKS untuk tingkat SLTA terbitan CV Hayati Tumbuh Subur Surakarta, Jawa Tengah, itu dinilai melecehkan mantan presiden RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur).
Sebelumnya, Gerakan Pemuda Anshor Gresik dan Gusdurian meminta LKS itu ditarik dari peredaran. Bahkan, satu LKS dibakar di depan Kantor Dinas Pendidikan Gresik sebagai bentuk protes.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Gresik M Nadlif, Kamis (13/12/2012), mengatakan, beberapa materi LKS menuai protes. Pihaknya telah berkirim surat kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan agar memberi sanksi kepada penerbit. "Guru Sejarah yang menggunakan LKS telah ditegur dan diminta meluruskan kepada anak didiknya," kata Nadlif.
Di antara isi LKS bermasalah itu pada halaman 34-35 huruf b: Puncak jatuhnya Gus Dur dari kursi kepresidenan ditandai oleh adanya skandal Bruneigate dan Buloggate. Halaman 40, kalimat itu diulangi dalam soal tanya jawab nomor 9 dan 15. Soal lain berbunyi, Nama Ketua MPR yang memecat presiden Abdurrahman Wahid adalah ....
Pada soal pilihan ganda berbunyi, Kasus korupsi yang menimpa Abdurrahman Wahid sehingga dipecat dari kursi kepresidenan yaitu: a.Pertamina Gate b.Bulog Gate c. Pelni Gate d.Garuda Gate e. President Gate
Sekretaris GP Anshor Cabang Gresik Agus Junaedi mendesak penerbit LKS itu dicabut izinnya. Ia menilai LKS itu menyesatkan. Mendikbud diminta menelusuri LKS itu mulai penerbit, penulis, pengesah LKS agar materi sejarah bisa diluruskan.
Materi LKS itu menghina Gus Dur sebagai guru bangsa dan memantik reaksi warga nahdliyin. Gus Dur jatuh bukan karena korupsi, melainkan karena ada skandal politik. "Mahkamah Agung telah menerbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan atas kasus Bulog Gate dan Brunei Gate. Tidak ada bukti Gus Dur terlibat," kata Agus. 
Editor :
Robert Adhi Ksp
info
18.11

BEASISWA FULBRIGHT BIDANG PERTANIAN KE AS, BERMINAT?

KOMPAS.com - Jika Anda adalah staf pengajar di perguruan tinggi negeri dan swasta di Indonesia, beasiswa Fulbright berikut ini patut disimak.

USAID kembali menawarkan beasiswa S-2 dan S-3 dalam bidang pertanian ke Amerika Serikat. Sejumlah program studi ditawarkan, antara lain Ilmu Tanah, Patologi Tanaman, Entomologi, Kultur Jaringan dan Propagasi Tanaman, Bioteknologi Pertanian, dan Pertanian Rekayasa.

Untuk kandidat yang melamar beasiswa S-2, pastikan telah lulus S-1 dengan IPK minimal 3,0 (skala 4,0) dan memiliki skor minimal 550 untuk TOEFL ITP, 79/80 untuk TOEFL IBT atau skor 6.0 untuk IELTS. Sementara itu, kandidat pelamar S-3 harus sudah menyelesaikan program S-2 dengan nilai IPK minimal yang sama, namun dengan kemampuan bahasa Inggris yang lebih tinggi, yaitu dengan menunjukkan skor TOEFL ITP minimal 575 atau TOEFL IBT minimal 90 atau skor IELTS 6.5.

Kandidat pelamar di kedua program ini juga harus memiliki kualitas kepemimpinan dan pemahaman yang baik tentang kebudayaan Indonesia dan internasional serta bersedia untuk kembali ke Indonesia setelah menyelesaikan studi ini.

Jika berminat, kirimkan berkas aplikasi dan dokumen pelengkapnya ke kantor American Indonesian Exchange Foundation (AMINEF) sebelum 15 April 2013 di CIMB NIAGA Plaza, Lantai 3 jalan Jend. Sudirman Kav. 25, Jakarta 12920. Informasi lebih lanjut bisa dilihat di laman resmi AMINEF.
 
Editor :
Caroline Damanik
info
18.09

BAHASA INDONESIA HANYA DIAJARKAN DI LIMA SEKOLAH DI BRISBANE

BRISBANE, KOMPAS.com — Walau merupakan tetangga terdekat dan terbesar bagi Australia, bahasa Indonesia hanya diajarkan di lima sekolah di ibu kota negara bagian Queensland, Brisbane, dari 44 sekolah.
Angka ini jauh berbeda dengan bahasa Asia lain seperti Jepang dan Mandarin yang mendominasi pelajaran bahasa di sekolah-sekolah, baik dasar maupun menengah. Menurut informasi terbaru yang dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan Queensland, bahasa Jepang masih merupakan bahasa yang paling populer diajarkan di sekolah. Tahun ini, bahasa Jepang diajarkan di 614 sekolah di seluruh Queensland.
Di tempat kedua ada bahasa Mandarin yang diajarkan di 112 di seluruh negara bagian dan 44 sekolah di Brisbane. Dua bahasa Eropa, Perancis, dan Jerman juga masih populer. Perancis diajarkan di 29 sekolah di Brisbane, sedangkan Jerman diajarkan di 30 sekolah. Bahasa Italia diajarkan di 8 sekolah, Spanyol 6 sekolah, bahasa Indonesia 5 sekolah, dan Vietnam diajarkan di 4 sekolah di Brisbane.
Menurut laporan Brisbane Times, hari Sabtu (15/12/2012), mengutip menteri pendidikan negara bagian Queensland John-Paul Langbroek, masalah utama bagi pengajaran bahasa di sekolah adalah kurangnya guru yang memiliki kualifikasi cukup untuk mengajar bahasa tertentu.
"Ketika pemerintah Federal mengumumkan rencana menjadikan bahasa Hindi (India) sebagai bahasa prioritas, saya menekankan bahwa di Queensland saat ini tidak ada satu pun guru yang memiliki kualifikasi mengajar Hindi yang terdaftar," kata Langbroek.
"Banyak pelajar di sekolah-sekolah Queensland belajar bahasa dengan cara belajar jarak jauh karena sulitnya untuk mendatangkan guru bahasa ke sekolah yang terpencil," tambah Langbroek.
Menurut laporan koresponden Kompas di Australia L. Sastra Wijaya, baru-baru ini pemerintah Federal Australia menjabarkan visi Abad Asia 2025. Sekolah-sekolah di Australia harus mengajarkan salah satu dari empat bahasa utama Asia, yaitu bahasa Indonesia, Jepang, Mandarin dan Hindi.
Data sementara yang diperoleh Kompas menunjukkan bahasa Indonesia paling banyak diajarkan di negara bagian New South Wales. Secara keseluruhan, ada 49 sekolah di NSW, 28 sekolah dasar, dan 21 sekolah menengah yang mengajarkan bahasa Indonesia. Dari 49 sekolah tersebut, 15 di antaranya terdapat di Sydney dan sekitarnya.
Dalam percakapan terpisah, beberapa pejabat Departemen Pendidikan di negara bagian South Australia (mencakup Adelaide) juga mengatakan sulitnya mencari guru bahasa Indonesia yang memiliki kualifikasi untuk mengajar di Australia.
Oleh karena itu, Departemen Pendidikan sedang berusaha menjalin kerja sama dengan pemerintah daerah di Indonesia untuk melakukan pertukaran guru. "Namun, masalah yang kami hadapi adalah mendapatkan kontak dengan pemerintah daerah, kami kesulitan mencari info siapa yang harus kami hubungi." kata seorang pejabat. 
Editor :
Robert Adhi Ksp
info
18.01

ANDA SUDAH BERI MASUKAN UNTUK KURIKULUM 2013?

KOMPAS.com - Uji publik kurikulum 2013 sudah berjalan tepat dua pekan, baik lewat roadshow maupun situs resmi secara online. Melalui laman resmi uji publik kurikulum 2013, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bermaksud untuk melibatkan masyarakat dalam uji publik.

Pemberian masukan akan ditutup bersamaan dengan selesainya jadwal uji publik pada 23 Desember mendatang. Berdasarkan data yang dihimpun oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, jumlah masyarakat yang aktif membuka situs draf kurikulum baru tersebut tercatat mencapai 6.172 orang hingga 10 Desember lalu dan sudah ada 3.132 orang yang memberi komentar.

Mendikbud M Nuh berulang kali menegaskan bahwa kementerian akan menerima masukan yang ada untuk menyempurnakan wujud kurikulum 2013 sebelum benar-benar diterapkan dalam dunia pendidikan nasional pada medio tahun depan.

Nuh pun mengakui rencana untuk membukukan komentar-komentar yang diterima sepanjang pelaksanaan uji publik kurikulum 2013.

"Jadi nanti ada bukti sejarah bahwa saat penyusunan kurikulum ini ada uji publik dan masyarakat ikut dilibatkan," kata Nuh di Gedung A Kemdikbud, Jakarta, Selasa lalu.

Sepanjang pengamatan Kompas.com, Sabtu (15/12/2012) pagi, berbagai jenis masukan menghiasi kolom komentar di bawah bahan uji publik yang dicantumkan oleh kementerian.

Banyak yang memuji langkah pemerintah untuk merombak kurikulum, namun tak sedikit pula yang kontra karena menilai materi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) sudah memiliki materi yang bagus. Pihak kontra menilai, kelemahan pelaksanaan terjadi karena kualitas guru yang tak kunjung dibenahi oleh Kementerian.

Sejumlah komentar mengkhawatirkan minimnya muatan pendidikan moral dalam kurikulum 2013. Sebagian lagi juga mempertanyakan muatan lokal, seperti bahasa daerah, seni dan budaya serta bimbingan dan konseling.

Komentar masyarakat ditunggu karena kurikulum ini akan menentukan laju kehidupan masyarakat di masa depan. Setelah itu, masyarakat bisa saksikan, pemerintah mau mendengar pendapat publik atau menjadikan uji publik ini sebagai formalitas belaka.

Apakah Anda sudah memberi masukan untuk kurikulum 2013?
 
Editor :
Caroline Damanik
info