FB Tweet Group
TOLONG!!! Jangan KLIK INI !!!

artis, selebritis, properti, rumah, apartemen, penthouse, landed house, villa, mobil, tanah, pendidikan, motor, anjing

Halaman

About

My Ping in TotalPing.com
Diberdayakan oleh Blogger.

artikel terbaru

Search

14.43

BNN UPAYAKAN KATINON DERIVATIF MASUK KE UU NARKOTIKA

BUTUH GURU LES PRIVAT UNTUK ANAK ANDA?

JAKARTA, KOMPAS.com - Zat katinon derivatif yang ditemukan pada 14 kapsul di kediaman Raffi Ahmad saat penggerebekan, Minggu (27/1/2013) diupayakan masuk ke dalam undang-undang.
Zat itu diketahui tak tercantum dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.
Kepala Humas BNN, Komisaris Besar Sumirat Dwiyanto mengungkapkan, untuk kali ini pihaknya akan melakukan koordinasi dengan sejumlah instansi untuk mencari dasar hukum bagi tujuh orang yang positif mengonsumsi narkotika jenis itu.

Ke depan, BNN berusaha agar zat tersebut bisa dimasukkan dalam zat jenis narkotika lewat pembahasan undang-undang. "Itu akan terjadi di tingkat dewan. Mungkin saja terjadi," ujar Sumirat kepada wartawan usai memulangkan tujuh saksi yang tak terbukti di gedung BNN, Selasa (29/1/2013) siang.
Sumirat menambahkan, selain mencari dasar hukum melalui DPR, BNN juga akan melakukan koordinasi dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan beberapa instansi lainnya.

Koordinasi tersebut dilakukan untuk mencari dasar hukum demi menjerat tujuh orang dalam kasus penggerebekan di rumah Raffi Ahmad. Sumirat menegaskan, BNN akan menyampaikan perkembangan koordinasi dengan sejumlah instansi tersebut secara terbuka dan tak ditutup-tutupi kepada publik. Namun, Sumirat mengaku pihaknya tetap berhati-hati karena hasil koordinasi itu terkait status tujuh orang itu.
"Kita harus teliti, profesional, sesuai prosedur tentang status sesorang. Ibaratnya menntukan mati hidupnya orang disini. Masing-masing ada konsekuensinya," lanjutnya.

Dari penjelasan Kepala UPT Laboratorium BNN, AKBP Kuswardani, zat tersebut diproduksi oleh jaringan narkoba internasional yang memasarkan barangnya di Asia. Mereka mencari celah hukum dengan memproduksi narkotika yang tak masuk dalam undang-undang narkotika di negara-negara di Asia agar lolos dari jeratan hukum.

Informasi yang dihimpun Kompas.com, zat katinon, jika diolah, zat tersebut dapat digunakan untuk campuran ekstasi dengan efek samping menimbulkan aktif, rasa senang serta kehilangan nafsu makan bagi penggunanya.

Di beberapa negara, katinon, telah dilarang untuk diperjualbelikan. Inggris telah melarang peredaran zat itu sejak April 2010 dan menggolongkannya masuk ke dalam narkotika golongan B, Amerika juga telah melarang peredaran zat itu sejak November 2011 dan menggolongkannya ke narkotika kelas C.
 
 
Editor :
Tri Wahono
14.40

WANDA HAMIDAH MENGAKU TAK TERLIBAT NARKOBA

BUTUH GURU LES PRIVAT UNTUK ANAK ANDA?

JAKARTA, KOMPAS.com - Politisi Partai Amanat Nasional, Wanda Hamidah mengaku tak terlibat dalam penyalahgunaan narkotika di kediaman Raffi Ahmad yang berujung pada penggerebekan, Minggu (27/1/2013) subuh.

Pengakuan tersebut diungkapkan mantan istri Chiryl Raoul Hakim itu kepada Taslim Chaniago, anggota Komisi III DPR Fraksi PAN setelah melakukan kunjungan ke Badan Narkotika Nasional (BNN), Selasa (29/1/2013) malam.

"Saya tanya apa Anda memang terlibat katanya tidak. Tapi tentu hasilnya dari BNN," ujar Taslim kepada wartawan di lobby BNN.

Jawaban wanita yang hobby olahraga berkuda tersebut, Taslim menambahkan, melegakan PAN. Pasalnya, pemberitaan di media massa seolah-olah menggiring Wanda melakukan kesalahan dalam kasus tersebut. Oleh sebab itu, ia pun ingin mendengar sendiri pengakuan dari mulut Wanda.
"Saya memastikan ke dia langsung, dia memakai narkoba atau tidak, supaya beritanya tidak simpang siur," lanjutnya.

Terkait mengapa Wanda masih diperiksa di BNN, Taslim mengaku telah membicarakan hal tersebut kepada BNN. Dari penjelasan yang diterimanya, pemeriksaan Wanda hanya untuk memaksimalkan proses penyelidikan kasus itu.

Di kesempatan itu, ia pun meminta BNN tetap sesuai prosedur. Dalam kesempatan pertemuan singkatnya dengan Wanda, Taslim mengatakan rekan kerjanya tersebut dalam kondisi sehat walafiat. Ia berharap, kasus tersebut segera selesai dan Wanda dapat bekerja kembali sesuai tugasnya.


Editor :
Tri Wahono
14.35

DIBEBASKAN BNN, MANAJER RAFFI AHMAD BUNGKAM

BUTUH GURU LES PRIVAT UNTUK ANAK ANDA?


JAKARTA, KOMPAS.com -- Mira, manajer artis Raffi Ahmad, yang sempat dibawa oleh petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk menjalani pemeriksaan dugaan peyalahgunaan narkoba, terlihat menyambangi kediaman Raffi di Gunung Balong, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Selasa (29/1/2013) sekitar pukul 20.00 WIB.

Berdasarkan pantauan Kompas.com, Mira tiba di rumah Raffi ditemani seorang supir yang diketahui bernama Salim. Saat ditanyai terkait kabar Raffi, Mira memilih bungkam dan bergegas menuju kediaman Raffi. "Sebentar-sebentar lima menit," ujar Mira.

Saat tiba di lokasi tersebut, Mira terlihat menenteng sebuah tas koper berukuran sedang. Selang satu setengah jam kemudian Mira kembali keluar dari rumah Raffi. Seperti awal kedatangannya, Mira masih memilih bungkam dan segera pergi meninggalkan kediaman mantan kekasih Yuni Shara itu.

Ojit, salah satu pembantu di rumah Raffi, membenarkan bahwa Mira merupakan satu dari 17 orang yang sempat dibawa ke kantor BNN di kawasan Cawang, Jakarta. Saat penggerebekan dilakukan pada Minggu (27/1/2013) itu, Mira turur digelandang untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. "Kemarin ikut dibawa (BNN). Sekarang sudah pulang," ujar Ojit.

Sebelumnya, Kepala Bagian Humas BNN Kombes Sumirat Dwiyanto mengumumkan tujuh orang dinyatakan bersih dan tak terlibat dalam penyalahgunaan narkoba di kediaman Raffi. Mereka adalah pasangan suami istri Irwansyah, Zaskia Sungkar, Mira, Muhammad, Roni, Furki dan Nafi. 
 
 
Editor :
Eko Hendrawan Sofyan
11.58

IBU RAFFI AHMAD SANGAT KAGET ANAKNYA DIGEREBEK BNN

BUTUH GURU LES PRIVAT UNTUK ANAK ANDA?

JAKARTA, KOMPAS.com -- Penggerebekan sebuah pesta narkotika oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) di kediaman pembawa acara, artis peran, dan penyanyi Raffi Ahmad di Jakarta, Minggu (27/1/2013) subuh, membuat shock ibu Raffi, Amy Qanita.

"Kondisi Mamanya, ya namanya orangtua mendengar anaknya begitu, ya pasti shock lah," terang Sandy Arifin, kuasa hukum sementara yang ditunjuk oleh keluarga Raffi ketika mendatangi Gedung BNN, Minggu kira-kira pukul 04.30 WIB.

Sandy menuturkan, pihak keluarga Raffi sama sekali tidak menyangka bahwa kliennya yang sekaligus sahabatnya itu tersangkut kasus narkotika. Pasalnya, tanda-tanda menggunakan narkotika tak tampak pada salah satu personel grup vokal BBB (Bukan Bintang Biasa) tersebut sehari-hari. "Selama ini perilaku Raffi positif dan baik-baik saja," lanjutnya.

Setelah mendengar kabar itu, terang Sandy lagi, Amy datang ke Jakarta dari kota asalnya, Bandung, Jawa Barat. Pihak keluarga juga telah menunjuk Sandy sebagai kuasa hukum untuk si sulung dari tiga anak Amy tersebut.

Sebelumnya, diberitakan, kediaman mantan kekasih Yuni Sara itu digerebek Badan Narkotika Nasional (BNN), Minggu subuh. Dikabarkan, di rumah tersebut BNN menangkap belasan orang yang diduga tengah mengonsumsi narkotika.

Editor :
Ati Kamil
11.54

LUNA MAYA NYATAKAN TAK TERLIBAT "KASUS" NARKOBA RAFFI AHMAD

BUTUH GURU LES PRIVAT UNTUK ANAK ANDA?

JAKARTA, KOMPAS.com -- Artis peran dan model Luna Maya melalui akun Twitter @LunaMaya26 menekankan kepada publik bahwa ia tak terlibat dan tidak sedang menjalani pemeriksaan berkait dengan kasus narkoba yang diduga telah menyeret rekan seprofesinya, pembawa acara, artis peran, dan penyanyi Raffi Ahmad.

"I'm fine dan skrg lagi meeting dengan @LMforHARDWARE team. Thaks :)," "kicau" luna, Minggu (27/1/2013). Klarifikasi dari Luna tersebut menangkan para follower-nya. "@LunaMaya26 ramebgt neng beritanya kirain km terlibat," tulis @Danil_Boy, "@LunaMaya26 Ooh. Syukurlah... :*" tulis follower lainnya, @mbelgedez.

Ramai dikabarkan bahwa Raffi bersama beberapa artis lain yang salah satunya berinisial L diciduk dalam penggerebekan sebuah pesta narkoba di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Minggu (27/1/2013) kira-kira pukul 04.00 WIB. L itu yang kemudian dikait-kaitkan sebagai inisial nama dari Luna.

Editor :
Ati Kamil
11.48

KRONOLOGI PENGGEREBEKAN DI RUMAH RAFFI AHMAD

BUTUH GURU LES PRIVAT UNTUK ANAK ANDA?

JAKARTA, KOMPAS.com — Badan Narkotika Nasional (BNN) melakukan penggerebekan di rumah milik artis Raffi Ahmad di Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Minggu (27/1/2013) pagi. Hasilnya, Rafi dan beberapa rekannya digiring ke BNN, Cawang, Jakarta Timur. Berikut kronologi kejadian berdasarkan keterangan yang dihimpun Kompas.com dari beberapa narasumber di lokasi penggerebekan.

Sekitar pukul 05.15 WIB, Ma'sun, Ketua RT 09 RW 04 Lebak Bulus, dijemput seorang anggota BNN di rumahnya. Kepada Ma'sun, petugas BNN meminta kesediaan Ma'sun menjadi saksi dalam penggerebekan di rumah salah seorang warganya. Ia kemudian ke luar dan mengikuti petugas tersebut. Di jalan menuju rumah Raffi, delapan anggota BNN lain telah hadir.

"Mereka parkir di depan Sekolah Widuri, terus jalan kaki ke sini," kata Ma'sun. Perjalanan mereka terhenti di rumah Raffi. Petugas kemudian masuk ke rumah dan melihat Raffi di ruang tamu mengenakan baju kaus dan celana pendek bersama beberapa rekannya.

Penggeledahan dilakukan di ruang tamu dan lantai bawah, kemudian dilanjutkan ke lantai dua.
Denia, pembantu rumah tangga di rumah Raffi, menjelaskan, beberapa saat setelah pukul 05.00 WIB, ia hendak mematikan lampu rumah. Saat itu sekitar 10 pria berpakaian preman menaiki anak tangga.
Ia kemudian melaporkan kedatangan para tamu tersebut ke suaminya, Umar, yang berada di kamar tidur. Umar keluar dan sempat terlibat perdebatan dengan petugas.

Sekitar pukul 06.30, Umar dibawa ke lantai 1. Saat itu pula Irwansyah dan Zaskia Sungkar terlihat memasuki rumah. Di ruang tamu, bersama Raffi, saat itu ada Wanda Hamidah dan dua teman dekat Raffi, yakni Rajiv dan seorang teman Raffi yang tidak dikenal Denia. "Dari dalam rumah, orang BNN bawa dua linting ganja dan sekitar 14 kapsul dalam botol hitam," kata Ma'sun.

Menurut Ma'sun, petugas keluar dari rumah Rafi sekitar pukul 07.30. "Pas warga saya sedang kerja bakti," tutur Ma'sun. Ardi, warga yang tinggal di depan kompleks rumah Raffi, membenarkan, rombongan orang keluar dari rumah Raffi setelah pukul 07.00, saat warga sedang kerja bakti. Saat itu, warga tidak menduga terjadi penggerebekan karena mengira sedang dilakukan syuting di rumah host acara musik Dahsyat itu.

Ma'sum melihat beberapa artis ikut dibawa bersama Raffi oleh petugas BNN.
Menurut Denia, suaminya, Umar, ikut dibawa bersama rombongan tersebut.
"Kami tahunya ada rombongan artis karena mobilnya diparkir di depan sekolah. Mereka jalan kaki lewat sini," kata Ardi. Seperti diberitakan, BNN menangkap total 17 orang dari rumah Raffi Ahmad, Minggu. Empat di antaranya adalah Raffi Ahmad, Wanda Hamidah, Irwansyah, dan Zaskia Sungkar.

Editor :
Tri Wahono
11.43

PENYEDIA NARKOBA BUKAN RAFFI, WANDA, IRWANSYAH, DAN ZASKIA

BUTUH GURU LES PRIVAT UNTUK ANAK ANDA?

JAKARTA, KOMPAS.com -- Badan Narkotika Nasional (BNN) menyatakan telah menciduk penyedia narkotika yang digunakan oleh Raffi Ahmad dan kawan-kawan dalam pesta narkotika yang digerebek oleh BNN pada Minggu (27/1/2013) subuh di kediaman Raffi di Jakarta. BNN menyatakan pula, penyedia narkotika itu bukan seorang pun dari empat sosok publik yang ada di rumah Raffi ketika terjadi penggerebekan.

"Barang itu berasal dari satu orang. Mereka (16 orang) sudah menunjuk salah satu dari mereka sebagai penyedia barang-barang itu," ujar Deputi Pemberantasan, BNN, Benny Josua Mamoto, kepada para wartawan di gedung BNN, Minggu (27/1/2013) siang.

Meski demikian, Benny belum bisa mengungkap identitas sang penyedia narkotika tersebut atas alasan penyelidikan. Namun, lanjutnya, "Belum masih diperiksa. Bukan dari empat orang artis itu (Raffi, Wanda, Irwansyah, dan Zaskia). Orangnya laki-laki."

Hingga kini, BNN masih melakukan pemeriksaan terhadap 17 orang itu. Pemeriksaan pertama, tes urine. Namun, tes urine bukan satu-satunya teknik penyelidikan untuk menetapkan seseorang menjadi tersangka. BNN perlu bukti apakah Raffi Cs hanya menggunakan narkotika atau terlibat dalam jaringan peredaran narkotika.

Untuk waktu rangkaian penyelidikan tersebut, Benny mengaku tidak bisa menargetkannya. Namun, sesuai prosedur yang ada, seseorang akan menjalani pemeriksaan selama 3 x 24 jam dan tambahan 3 x 24 jam berikutnya. "Kita masih punya waktu tiga hari dan tambahan tiga hari lagi. Kita tentukan apakah mereka hanya penyalahguna atau terlibat jaringan," kata Benny.

Editor :
Ati Kamil