FB Tweet Group
TOLONG!!! Jangan KLIK INI !!!

artis, selebritis, properti, rumah, apartemen, penthouse, landed house, villa, mobil, tanah, pendidikan, motor, anjing

Laman

About

Diberdayakan oleh Blogger.

artikel terbaru

Search

11.07

TERJADI TAWURAN DI MAKASSAR

BUTUH GURU LES PRIVAT JAKARTA DAN SEKITARNYA?


Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh menyesalkan terjadinya tawuran mahasiswa yang terjadi di Makassar, Sulawesi Selatan, hingga menewaskan dua mahasiswa dan puluhan mahasiswa lainnya terluka.
Ia akan menjatuhkan sanksi tegas kepada pelaku, mahasiswa, pimpinan perguruan tinggi, berikut institusinya.
"Kampus diharapkan dapat mencetak calon-calon pemimpin. Bagaimana jadinya kalau di lingkungan kampus terjadi tawuran seperti ini. Saya akan jatuhkan sanksi tegas," kata Nuh menjelang keberangkatannya ke Makassar, Kamis (11/10/2012) malam, didampingi Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemdikbud Djoko Santoso.
Nuh bertolak ke Makassar untuk menyampaikan rasa duka dan belasungkawa kepada keluarga korban, serta akan segera menyampaikan bentuk sanksinya.
Perkelahian hingga menewaskan mahasiswa di lingkungan perguruan tinggi tidak mencerminkan dunia kampus yang menjunjung tinggi nilai-nilai akademik, intelektual, dan kemuliaan.
"Ini sangat kami sesalkan, karena kami sudah memiliki kesepakatan yang pernah ditandatangani para pimpinan perguruan tinggi," kata Nuh.
Nuh juga meminta pihak kepolisian untuk segera melakukan pengusutan terhadap semua pihak yang terlibat. "Silakan diusut sampai tuntas dan ambil tindakan sesuai prosedur dan koridor hukum yang berlaku. Saya juga sudah menelepon kapolda," ujarnya.
info
11.04

KURIKULUM BARU KURANG MASUK AKAL

BUTuH GURU LES PRIVAT UNTUK ANAK ANDA?


Rencana pemerintah melahirkan kurikulum pendidikan nasional yang baru terus menuai kritik. Kali ini, budayawan Mohammad Sobari menilai kurikulum pendidikan yang baru menjadi tidak masuk akal karena memilah-milah unsur pelajaran di setiap jenjang.

Rencana besar yang akan tersemat dalam kurikulum pendidikan mendatang adalah mengelompokkan tujuan pendidikan berdasarkan jenjangnya. Peserta didik di tingkat SD akan diterpa mata pelajaran yang dapat membangun sikap, siswa SMP lebih difokuskan pada mata pelajaran yang mengasah keterampilan, dan SMA pada pengetahuan.

Padahal, menurut Sobari, pembangunan sikap, keterampilan, dan pengetahuan merupakan satu kajian yang berkesinambungan.

"Entah logika apa yang digunakan untuk memilah-milah ketiga unsur pelajaran untuk tiga kelompok itu. Tidak masuk akal sama sekali," katanya kepada Kompas.com, Kamis (4/10/2012).

Sobari juga memberikan perhatian pada pentingnya diberikan porsi lebih kepada sekolah untuk membuat kurikulum secara otonom. Pasalnya, kurikulum nasional tidak akan sepenuhnya cocok dengan kebutuhan lokal yang karakteristiknya berbeda-beda.

Misalnya, kata dia, kurikulum untuk mata pelajaran yang bersifat universal dapat ditampung dalam mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn), sejarah nasional (termasuk sejarah dunia), dan bahasa. Akan tetapi, mata pelajaran seperti Pendidikan Agama, Muatan Lokal, dan Matematika harus menjadi kebijakan lokal yang penyusunannya dilakukan oleh sekolah.

"Yang universal bisa ditampung dalam mata pelajaran tertentu, tetapi ada beberapa mata pelajaran yang harus diserahkan pada kebijakan lokal. Termasuk di dalamnya adalah ujian," tandasnya.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sendiri sejak lama mulai mengevaluasi kurikulum. Pasalnya, Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang digunakan sejak 2006 dinilai tidak memberikan hasil signifikan pada pembangunan pendidikan nasional.

Terkait dengan hal itu, nantinya pemerintah pusat akan mengambil alih seluruh hal dalam penyusunan kurikulum, dan hak sekolah untuk menyusun kurikulumnya sendiri secara otomatis menjadi berkurang. Kurikulum yang baru akan diuji publik sebelum Februari tahun depan dan mulai berlaku pada tahun ajaran 2013-2014.
info
11.01

DPR SANGAT MENDUDKUNG PERBAIKAN KURIKULUM PENDIDIKAN NASIONAL

BUTUH GURU LES PRIVAT TK SD SMP SMU?


 Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh mengatakan, evaluasi kurikulum pendidikan nasional masih digodok.
"Insya Allah pada Desember mendatang sudah bisa dipublikasikan," kata Mohammad Nuh saat mengunjungi Pondok Pesantren Terpadu Bayt Al Hikmah, Kota Pasuruan, Jawa Timur, Minggu (7/10/2012).
Ia mengatakan, publikasi materi kurikulum hasil evaluasi tersebut dimaksudkan untuk uji publik. Untuk itu, kata dia, semua pihak diharapkan bisa memberikan krirtik, serta saran sebagai masukan.
Menurut dia, evaluasi kurikulum pendidikan nasional dilakukan karena ada penilaian bahwa kurikulum pendidikan saat ini terlalu membebani siswa. "Dari evaluasi nanti diharapkan bisa ditemukan formulasi sesuai standar kompetensi," katanya.
Nuh mengunjungi Pondok Pesantren Terpadu Bayt Al Hikmah karena hubungan emosional. Ia sudah kali kesekian mengunjungi pondok pesantren asuhan KH Idris Abdul Chamid ini.
Sementara itu, KH Idris Abdul Chamid menjelaskan, pondok pesantren terpadu yang diasuhnya merupakan pengembangan Pondok Pesantren Salafiyah Kebonsari Kota Pasuruan.
Disebutkan, pesantren yang memadukan sistem pendidikan pesantren dengan sitem klasikal itu kini telah mempunyak jenjang pendidikan SMP dan SMK dengan jumlah siswa sebanyak 152 anak.
Dijelaskan, sistem pendidikan yang ditempuh yakni memadukan sistem pendidikan pesantren (salafiyah) dengan sistem pendidikan modern (klasikal) dan memanfaatkan teknologi informatika.
Disebutkan, selain melaksanakan sistem pendidikan modern, para santri juga tetap menjalankan sistem pendidikan salafiyah. Di antaranya, kini sejumlah santrinya yang masih duduk di tingkat SMP telah banyak yang hafal Al Quran, minimal Juz Amma.
Nuh menilai, Pondok Pesantren Bayt Al Hikmah yang memadukan berbagai sistem nantinya bakal mampu meluluskan alumnusnya menjadi manusia yang sempurna.
Ia yakin para alumnus yang dihasilkan dari Pondok Pesantren Bayt Al Hikmah akan bisa menjadi bulan purnama, yang sinarnya akan bisa dirasakan di saat-saat masa kegelapan.
info
10.57

KURIKULUM PENDIDIKAN YANG BARU MASIH DIKAJI ULANG

BUTUH GURU LES PRIVAT UNTUK ANAK ANDA?


 Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh mengatakan, evaluasi kurikulum pendidikan nasional masih digodok.
"Insya Allah pada Desember mendatang sudah bisa dipublikasikan," kata Mohammad Nuh saat mengunjungi Pondok Pesantren Terpadu Bayt Al Hikmah, Kota Pasuruan, Jawa Timur, Minggu (7/10/2012).
Ia mengatakan, publikasi materi kurikulum hasil evaluasi tersebut dimaksudkan untuk uji publik. Untuk itu, kata dia, semua pihak diharapkan bisa memberikan krirtik, serta saran sebagai masukan.
Menurut dia, evaluasi kurikulum pendidikan nasional dilakukan karena ada penilaian bahwa kurikulum pendidikan saat ini terlalu membebani siswa. "Dari evaluasi nanti diharapkan bisa ditemukan formulasi sesuai standar kompetensi," katanya.
Nuh mengunjungi Pondok Pesantren Terpadu Bayt Al Hikmah karena hubungan emosional. Ia sudah kali kesekian mengunjungi pondok pesantren asuhan KH Idris Abdul Chamid ini.
Sementara itu, KH Idris Abdul Chamid menjelaskan, pondok pesantren terpadu yang diasuhnya merupakan pengembangan Pondok Pesantren Salafiyah Kebonsari Kota Pasuruan.
Disebutkan, pesantren yang memadukan sistem pendidikan pesantren dengan sitem klasikal itu kini telah mempunyak jenjang pendidikan SMP dan SMK dengan jumlah siswa sebanyak 152 anak.
Dijelaskan, sistem pendidikan yang ditempuh yakni memadukan sistem pendidikan pesantren (salafiyah) dengan sistem pendidikan modern (klasikal) dan memanfaatkan teknologi informatika.
Disebutkan, selain melaksanakan sistem pendidikan modern, para santri juga tetap menjalankan sistem pendidikan salafiyah. Di antaranya, kini sejumlah santrinya yang masih duduk di tingkat SMP telah banyak yang hafal Al Quran, minimal Juz Amma.
Nuh menilai, Pondok Pesantren Bayt Al Hikmah yang memadukan berbagai sistem nantinya bakal mampu meluluskan alumnusnya menjadi manusia yang sempurna.
Ia yakin para alumnus yang dihasilkan dari Pondok Pesantren Bayt Al Hikmah akan bisa menjadi bulan purnama, yang sinarnya akan bisa dirasakan di saat-saat masa kegelapan.
info
10.54

SISWA SD HANYA ADA 6 MATA PELAJARAN

BUTUH GURU LES PRIVAT UNTUK ANAK ANDA?


Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) terus mengupayakan perombakan kurikulum semua jenjang sekolah untuk tahun ajaran 2013-14. Jika sebelumnya rencana kurikulum untuk sekolah dasar (SD) menguat ke tujuh mata pelajaran, kini ada perubahan.

Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Musliar Kasim mengatakan bahwa hanya akan ada enam mata pelajaran untuk para siswa SD dalam tahun ajaran mendatang. Namun, kepastian jumlah enam mata pelajaran ini masih disepakati hanya untuk kelas I-III SD.

"Yang disepakati (satu mata pelajaran) kelas I-III (SD) hilang. Untuk kelas IV-VI masih dibahas dan belum final," kata Musliar, di Park Hotel, Jakarta, Rabu (10/10/2012).

Adapun enam mata pelajaran yang akan diberikan pada siswa kelas I-III SD ini adalah Pendidikan Agama, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, Matematika, Seni Budaya, serta Pendidikan Jasmani dan Kesehatan.

Sementara itu, mata pelajaran seperti Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) tidak akan dihapus begitu saja, tetapi akan diintegrasikan dengan mata pelajaran lain. Menurut Musliar, mata pelajaran ilmu pengetahuan ini akan menjadi penggerak dan akan menarik mata pelajaran lain.

"Contohnya Bahasa Indonesia, selama ini ilmu kebahasaan kering. Dengan dimasukkan ilmu itu, bisa menjadi kalimat yang hidup. Kalau selama diajarkan hanya 'Ini Ibu Budi', enggak ada makna," jelas Musliar.

Perombakan kurikulum ini juga nantinya akan diterapkan bagi siswa sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menengah atas (SMA). Untuk SMP, yang wajib tetap enam mata pelajaran seperti tingkat SD, tetapi kemudian akan ditambah Bahasa Inggris dan ilmu pengetahuan seperti IPA dan IPS.

"Untuk SMA, ilmu pengetahuan akan dipecah. Untuk IPA ada Matematika, Fisika, dan Kimia. Kalau IPS ada Sosiologi dan Antropologi. Tapi, itu belum selesai dibahas," tandasnya.

Seperti diberitakan, kurikulum baru ini akan mulai disosialisasikan dan diuji publik sebelum Februari 2013 dan mulai diberlakukan pada tahun ajaran 2013-2014. Nantinya kurikulum baru ini akan menitikberatkan pada mata pelajaran yang membentuk sikap untuk siswa SD, mengasah keterampilan untuk siswa SMP, dan membangun pengetahuan untuk siswa SMA.
info
10.50

BAHASA INGGRIS AKAN SEGERA DIHAPUS DARI KURIKULUM SEKOLAH

BUTUH GURU LES PRIVAT UNTUK ANAK ANDA?


Mata pelajaran Bahasa Inggris tidak akan lagi dimuat dalam kurikulum wajib untuk siswa sekolah dasar (SD) yang akan diberlakukan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun ajaran 2013-2014. Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Musliar Kasim mengatakan, mata pelajaran ini ditiadakan untuk siswa SD karena untuk memberi waktu kepada para siswa dalam memperkuat kemampuan bahasa Indonesia sebelum mempelajari bahasa asing.

"SD tidak ada pendidikan Bahasa Inggris karena Bahasa Indonesia saja belum ngerti. Sekarang ada anak TK saja les Bahasa Inggris. Kalau bahasa kasarnya, itu haram hukumnya. Kasihan anak-anak," kata Musliar, di Park Hotel, Jakarta, Rabu (10/10/2012).

Ia menegaskan bahwa aturan ini harus diikuti oleh semua sekolah. Namun, jika ada sekolah yang menjadikan mata pelajaran Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran tambahan, itu merupakan persoalan lain dan akan dipertimbangkan lagi.

"Sekolah harus ikuti ini kalau dijadikan tambahan itu persoalan lain. Akan tetapi, untuk sekolah negeri, jelas tidak boleh," ujar Musliar.

Untuk sekolah internasional yang umumnya menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar, pihaknya belum melakukan kajian mendalam. Namun, kurikulum baru ini tetap akan dirumuskan dan untuk sekolah internasional akan diatur belakangan.

"Kurikulum tetap kami buat, tetapi untuk internasional akan kita atur belakangan. Yang jelas mereka harus ikuti ketentuan kurikulum kita, enggak boleh lepas," tandasnya.

Seperti diketahui, kurikulum untuk siswa SD akan dipadatkan hanya enam mata pelajaran, yaitu Pendidikan Agama, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, Matematika, Seni Budaya, dan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan. Namun, ini baru disepakati untuk siswa kelas 1-3 saja, sedangkan kelas 4-6 masih didiskusikan lagi.
 
info
10.47

GURU HARUS KREATIF

BUTUH GURU LES PRIVAT JAKARTA DAN SEKITARNYA?

Adanya kasus kekerasan dan aksi tawuran antarpelajar yang sering terjadi belakangan ini mencerminkan sistem pendidikan di Indonesia masih kacau. Pengamat perlindungan anak, Seto Mulyadi, memandang perlu adanya perubahan kurikulum pendidikan yang lebih mengedepankan soal pendidikan karakter terutama bagi anak dan remaja.

"Sistem pendidikan kita, nampaknya sudah melupakan etika, bahkan masih belum mementingkan pendidikan spiritual. Cara bertingkah laku pelajar masih kacau, masih ada banyak kasus kerasan dan aksi tawuran seperti yang lalu itu," ujar pria yang akrab dipanggil Kak Seto ini saat menghadiri acara pelatihan ESQ bagi siswa SMA 70 dan SMA 6 di Jakarta, Kamis (11/10/2012).

Kak Seto menyarankan perlu adanya metode yang tepat untuk memutus mata rantai kekerasan dan tawuran di dunia pendidikan. Dalam hal tersebut, peningkatan kurikulum dapat diperankan oleh guru di sekolah.

"Hal demikian itu dipraktikkan oleh guru di sekolah, coba merangsang panca indera mereka (anak remaja) dengan game atau permainan yang mengedepankan kecerdasan emosial dan spiritual mereka. Itu efektif sekali membuat anak senang sekaligus berkarakter," ucapnya.

Kak Seto juga menjelaskan, visi pendidikan Indonesia harusnya sudah mengedepankan soal penerapan etika, yang kemudian dilanjutkan dengan pengembangan estetika.

"Tidak hanya mengejar nilai-nilai akademis, tetapi juga etika dan estetika. Dengan begitu, para pelajar dapat menjadi pribadi yang baik, dan bisa menjauhi tindakan-tindakan kekerasan yang ada di sekitarnya," jelas Kak Seto.

Ia menambahkan, perlu juga adanya campur tangan dari pihak ketiga, yaitu orang tua, sekolah, dan aparat untuk tetap memberikan teladan yang baik agar lingkungan sekitar juga mendukung sistem pendidikan yang sedang mereka jalani.

"Jangan sampai yang sudah baik dan damai dapat membara lagi. Ini berkaitan dengan usia anak juga, tolong kita yang dewasa berikan juga hak diskresi mereka, agar mereka bisa mengambil keputusannya sendiri," tandasnya.
info
10.07

SISWA SEKOLAH DIPAKSA MAKAN LUMPUR DAN MINUM AIR KOTOR

BUTUH GURU LES PRIVAT JAKARTA DAN WILAYAH SEKITARNYA??


belum tuntas kasus tawuran pelajar smu 70 dengan smu 6 yang menewaskan alawy (siswa smu 6 jakarta selatan), kini beredar video perpeloncoan siswa yang sangat miris sekali. Sebuah aksi perpeloncoan tidak manusiawi berhasil tertangkap kamera video amatir seorang warga Sampang, Madura. Mohammad Ikbal Fatoni, sang pemilik gambar menuturkan, dirinya mengambil video ini saat berlibur bersama keluarganya di lokasi wisata alam Coban Rondo, Malang, Jawa Timur, pertengahan bulan September kemarin.

Dalam video berdurasi dua menit 40 detik tersebut  jelas terlihat, sejumlah siswa baru dipaksa makan lumpur oleh seniornya yang diduga adalah pengurus OSIS sekolah yang bersangkutan. Seraya bersimpuh, mereka disuapi lumpur sungai dengan menggunakan sendok dari dalam gelas. Lumpur ini menurut Ikbal Fatoni diistilahkan sebagai es krim oleh para seniornya tersebut.

Tidak cukup itu saja. Usai dipaksa menelan lumpur, gelas bekas wadah lumpur tersebut kemudian diberi air sungai yang selanjutnya diminumkan secara bergilir pula. Bahkan air sungai itu terlebih dahulu diobok-obok agar menjadi air keruh. Dalam gambar video amatir ini juga terlihat, salah seorang senior sempat memeriksa mulut siswa barunya, khawatir air keruh tersebut tidak diminum.
Lebih miris lagi, para siswa lain dipaksa bertiarap di dalam air dan disuruh merangkak  serta merayap. Dan jika menolak, tampak dengan jelas pula sang senior menginjak punggung mereka dari atas. Dari rekaman video ini pula, jelas terdengar ada suara melalui alat pengeras suara yang dipegang seseorang yang mengatakan, “saya tidak ingin memiliki murid yang klemar-klemer dan tidak tidak bisa tanggap situasiSaya mau yang tanggap situasi, langsung cekatan”.

“Bisa jadi itu yang pegang speaker guru atau pembina OSIS nya. Dia menyebut dengan kata ‘murid’ pada para siswa itu”, ujar Ikbal Fatoni pada wartawan di rumahnya, selasa sore (02/10/2012).
Ikbal Fatoni mengatakan, aksi perpeloncoan ini membuat miris sejumlah pengunjung wisata Coban Rondo yang kebetulan melihat saat itu. Namun mereka enggan menghentikan aksi ini karena bukan wewenang mereka.

“Awalnya saya melihat banyak wisatawan yang bergerombol dekat sungai. Setelah saya mendekat, saya ya melihat aksi tidak manusiawi itu, mas. Banyak pengunjung yang mengelus dada melihat hal tersebut”, cerita Ikbal lagi.

Menurut Ikbal, dari spanduk yang menjadi background di lokasi jelas terlihat aksi perpeloncoan ini berlabel Latihan Dasar Kepemimpinan yang dilakukan oleh sebuah SMA swasta Surabaya. “Kami para pengunjung tak berani melarang. Khawatir salah paham dengan mereka”, tambah Ikbal.

Cara orientasi siswa baru yang tidak manusiawi seperti ini, tentu diluar batas kewajaran. Selain tidak mengandung unsur pendidikan, aksi ini juga rawan membawa korban bagi para siswa baru yang tidak kuat secara fisik. Dengan sistem pelatihan dasar yang salah kaprah semacam ini, akan memicu aksi kekerasan berkelanjutan dan menjadi tradisi buruk dalam proses pendidikan.
info