FB Tweet Group
TOLONG!!! Jangan KLIK INI !!!

artis, selebritis, properti, rumah, apartemen, penthouse, landed house, villa, mobil, tanah, pendidikan, motor, anjing

Halaman

About

Diberdayakan oleh Blogger.

artikel terbaru

Arsip Blog

Search

16.51

Pasar Properti Sewa di Asia Pasifik Meningkat

JAKARTA, KOMPAS.com - Hasil riset Cushman & Wakefield memaparkan, bahwa secara garis besar kondisi kuartal ketiga tahun ini ditandai dengan volume properti sewa yang stabil dengan ketersediaan unit properti cukup rendah di beberapa wilayah. Namun, perkembangan properti sewa itu tetap berada dalam keadaan moderat di seantero area Asia Pasifik.
Saat ini, kota-kota besar di China tetap menunjukkan momentum positif karena perusahaan domestik maupun internasional tetap aktif di kuartal ketiga tesebut. Namun, kecepatannya mulai menurun sejak 2011 lalu.
Bukan hanya China, tanda-tanda perbaikan bertingkat di aktifitas penyewaan juga tercatat di Singapura. Namun, hal tersebut sebatas indikasi lantaran tidak adanya penandatanganan kontrak baru.
Hal serupa juga terjadi di Hong Kong. Penyewaan skala kecil menjadi populer di negara tersebut lantaran ditunjang oleh jumlah penduduk Hong Kong yang kini bergerombol di distrik pinggiran untuk menghindari tingginya harga sewa di Greater Central.
Industri alih daya picu pasar perkantoran
Industri alih daya atau tenaga outsourcing menjadi titik terang di Asia Pasifik. Akibat industri tersebut, properti sewa di kota-kota di India mulai kembali bergairah di kuartal ketiga tahun ini. Hal tersebut dipicu oleh kemajuan teknologi informasi komunikasi dan ITES, perusahaan jasa berbasis teknologi informasi.
Namun, kecepatannya masih tergolong lambat dibanding 2011. Sama seperti India, Manila juga terus menjadi saksi besarnya ekspansi di sektor BPO atau proses bisnis alih daya.
Sebelumnya, Cushman & Wakefield telah mempublikasikan hasil riset atas pasar properti di Jakarta. Dalam riset tersebut, terdapat juga gambaran kondisi pasar pusat perkantoran, namun khusus untuk wilayah Jakarta. Kali ini, Cuhman & Wakefield mempublikasikan hasil risetnya mengenai kondisi pasar perkantoran di Asia Pasifik.
Editor :
Latief
info
16.49

New Jelajahi Kompas.com BersamaIndonesia Masih Jadi Andalan Pasar Properti Singapura

JAKARTA, KOMPAS.com - Singapura masih menjadikan Indonesia sebagai target pasar yang potensial. Konsumen asal Indonesia tercatat menjadi pembeli terbesar dari luar negeri untuk proyek Marina Bay Suites di kawasan pusat bisnis Marina Bay, Singapura.
Lima belas pembeli terakhir pembeli Marina Bay Suites berasal dari Indonesia.
-- Thomas Tan
Thomas Tan, Direktur Pemasaran untuk Hunian Raffles Quay Asset Management (RQAM), perusahaan pengelola aset pembangunan Marina Bay Financial Centre di Singapura, menyebutkan, 15 pembeli terakhir pembeli Marina Bay Suites berasal dari Indonesia.   
Marina Bay Suites terdiri atas 221 unit, sejumlah 218 unit apartemen seluas 146 meter persegi (m2)-250 m2. Harga jual apartemen itu di kisaran 4,6 juta dollar Singapura-9,5 juta dollar Singapura. Pemasaran apartemen eksklusif Marina Bay Suites di kawasan itu telah mencapai 78 persen dari total 221 unit. Sekitar 50 persen pembeli dari luar Singapura.
Dari total konsumen luar negeri, pembeli asal Indonesia melebihi 30 persen, Malaysia sekitar 20-30 persen, dan China dibawah 20 persen. Kawasan Marina Bay diarahkan untuk menunjang pertumbuhan kawasan bisnis di Singapura.
Lahan berasal dari reklamasi pantai yang dilakukan pemerintah Singapura sekitar tahun 1970-an. Sebanyak 360 ha areal ditujukan bagi perluasan pusat bisnis Singapura, ditunjang dengan pembangunan gedung-gedung pencakar langit dengan pemandangan laut dan kota.
Editor :
Robert Adhi Ksp
info
16.48

Pasar Properti di 2013 Tidak Banyak Berubah

JAKARTA, KOMPAS.com - Pertumbuhan perekonomian saat ini tengah bergairah dan mengarah lebih baik untuk terus mendorong gairah pasar properti Indonesia. Gairah tersebut terbukti dengan transaksi properti yang terus terjadi sepanjang 2011 hingga 2012, dengan kenaikan harga yang terus mengiringi transaksi tersebut.
Kita akan sampai pada satu kesimpulan, bahwa pada 2011 sampai 2012 ini pengembang telah mengeluarkan produk-produk andalannya.
-- Tanto Kurniawan
President Director Paramount Serpong Tanto Kurniawan di acara The Biggest Real Estate Summit 2012, Rabu (21/11/2012) siang, mengatakan, bahwa pasar properti di 2013 tidak akan banyak berubah. Namun, beberapa hal akan mulai bergeser.
"Kita akan sampai pada satu kesimpulan, bahwa pada 2011 sampai 2012 ini pengembang telah mengeluarkan produk-produk andalannya," ujar Tanto.
Hal tersebut, lanjut Tanto, karena pada 2012 ini para pengembang telah mengeluarkan produk-produk terbaiknya pada area-area strategis sehingga kelangkaan justru akan terjadi di lokasi strategis tersebut. Dia memperkirakan adanya kekurangan, atau bahkan ketidaktersediaan properti di lokasi-lokasi strategis.
Namun, kata Tanto, walaupun properti sudah tidak lagi tersedia di lokasi strategis, permintaan akan tetap lebih dari persediaan. Selain itu, dia juga yakin, tingkat KPR dan margin yang ditetapkan bank akan tetap terus dilanjutkan.
"Harga properti akan tinggi, tapi kenaikannya tidak setinggi periode sebelumnya. Perkiraannya antara 15 persen hingga 35 persen. Pengembang dengan konsep yang tidak baik, tapi memiliki lokasi yang baik, masih bisa menikmati keuntungan," ujarnya.
"Setidaknya bila dikelola dengan bank, properti akan naik sekitar 25 persen," tambahnya.
Ia juga mengingatkan kemungkinan terjadi bubble, terutama jika para pengembang tidak mulai berhati-hati. Menurut Tanto, sebaiknya para pengembang tidak mengeluarkan terlalu banyak produk. Kelebihan pasokan berisiko memberikan citra, bahwa bisnis properti termasuk dalam klasifikasi bisnis over supply.
"Kelebihan pasokan mampu membuat harga properti menjadi stagnan. Pengembang yang tidak siap dengan stagnasi akan menurunkan harga," kata Tanto.
Karena itu, Tanto juga memperkirakan, dalam setahun mendatang para pengembang akan semakin berhati-hati dalam memasok jumlah unit. Hal ini agar harga bisa terus terjaga.

info
16.47

Senopati Penthouse, Menjual Eksklusifitas di Kawasan Strategis

JAKARTA, KOMPAS.com - Hunian di daerah-daerah strategis di Jakarta kini semakin sulit ditemukan. Di sisi lain, permintaan hunian di lokasi-lokasi itu akan terus ada karena tingginya kebutuhan dan semakin mahalnya harga tanah.
Salah satu pihak yang ikut menjawab kebutuhan tersebut adalah PT Senopati Aryani Prima dengan membangun sebuah hunian baru bersegmen menengah atas. Menggandeng PT Nusa Konstruksi Enjiniring Tbk, yang sebelumnya dikenal dengan PT Duta Graha Indah Tbk, PT Senopati Aryani Prima membangun Senopati Penthouse, di Jalan Senopati Raya, Jakarta Selatan.
"Kami ingin menghadirkan keistimewaan sebuah penthouse. Karena memang, apartemen mewah di atas tanah seluas 2.500 meter persegi bukan hanya menawarkan lokasi strategis, tapi juga eksklusifitas," ujar President Director PT Senopati Aryani Prima, Lukman Purnomosidi, di Jakarta, Rabu (21/11/2012).
Lukman mengatakan, jumlah unit apartemen tersebut hanya 64 unit sehingga sangat eksklusif. Selain itu, setiap lantainya hanya akan terdiri dari 4 unit dan dilayani oleh 7 elevator yang terdiri dari 4 elevator pribadi, 2 elevator tamu, dan satu service elevator.
"Semua apartemen tersebut rata-rata berukuran 127 hingga 135 meter persegi. Konsumen bisa memilih pemandangan ke arah utara atau mengarah ke kawasan Central Bussiness District (CBD), dan ke arah selatan atau mengarah ke Kebayoran," paparnya.
Setiap unit apartemen ini juga memiliki tinggi langit-langit hingga 4 meter. Selain itu, karena setiap lantai hanya terdapat 4 unit, maka masing-masing apartemen akan mendapatkan "hook" atau lokasi sudut.
"Lokasi ini mampu memberikan pemandangan maksimal bagi para penghuninya. Apalagi, Senopati Penthouse ini hanya diperuntukkan untuk tempat tinggal. Jadi, kalaupun nantinya Senopati Penthouse akan memiliki fasilitas seperti gimnasium, restoran, dan skylounge semuanya hanya dapat diakses oleh penghuni," ujarnya.
Ia mengatakan, proyek yang menghabiskan biaya Rp 250 miliar ini bisa Anda nikmati dengan membeli unit apartemen tersebut seharga Rp 4,5 sampai Rp 5 miliar. Sejauh ini, 50 % dari ketersediaan unit ini telah terjual. Adapun pembangunan hunian ini ditargetkan selesai pada Mei 2014 mendatang.
Menanggapi hal ini, Arief Raharjo dari Cushman and Wakefield, mengatakan, bahwa satu-satunya jalan penyediaan hunian di pusat kota adalah dengan membuat hunian vertikal berbentuk apartemen. Karena dari itu, permintaan kondominium akan cenderung terus bertambah hingga tahun depan.
"Permintaan kondominium, meski penawaran cukup banyak, sejauh ini cukup memuaskan. Proyek yang sudah jadi penjualannya lebih dari 90 persen," kata Arief.
info
16.47

"Landed House" Makin Sulit, Apartemen Jadi Alternatif

JAKARTA, KOMPAS.com - Saat ini peluang memiliki rumah berjenis landed house di daerah strategis Jakarta tergolong sulit. Harga rumah di kawasan-kawasan strategis dapat melambung sangat tinggi.
President Director PT Senopati Aryani Prima, Lukman Purnomosidi, mengatakan, mereka yang mencari rumah di daerah tersebut harus siap dengan biaya sekitar Rp 50 miliar. Alternatif yang bisa menggantikan adalah hunian vertikal, yang meskipun mewah harganya jauh lebih terjangkau untuk kalangan menengah atas.
Untuk kebutuhan itu, kata Lukman, pihaknya menawarkan alternatif hunian vertikal Senopati Penthouse, apartemen yang pembangunannya sudah mulai dilaksanakan sejak Oktober lalu. Unit-unit apartemen dalam proyek ini dibanderol seharga mulai Rp 4,5 sampai Rp 5 miliar untuk luas apartemen sekitar 127 meter persegi hingga135 meter persegi.
Proyek apartemen menghabiskan dana investasi hingga Rp 250 miliar tersebut merupakan kerja sama antara PT Senopati Aryani Prima dan PT Nusa Konstruksi Enjiniring Tbk, yang sebelumnya dikenal dengan nama PT Duta Graha Indah. Dalam penandatanganan kontrak antara kedua perusahaan itu, Rabu (21/11/2012) kemarin, Lukman mengatakan, pembangunan apartemen mewah tersebut terinspirasi dari apartemen-apartemen di Singapura.
"Lokasinya tepat di jantung CBD dan memiliki peruntukkan eksklusif sebagai hunian, karena tanpa adanya pusat perbelanjaan atau kantor. Hanya untuk hunian," ujarnya.
Menurut Lukman, citra dan kenyamanan eksklusif itulah yang menjadi cita-cita dibangunnya Senopati Penthouse. Apartemen mewah ini ditargetkan menjadi apartemen yang bisa menjaga eksklusifitasnya dengan hanya menyediakan 64 unit apartemen.
Sejauh ini, 50 % dari ketersediaan unit ini telah terjual. Adapun pembangunan hunian vertikal ini ditargetkan selesai pada Mei 2014 mendatang.
info
16.45

Bagaimana Rasanya Tinggal di Apartemen 20,4 Meter Persegi?

KOMPAS.com - San Fransisco sebentar lagi akan menjadi "rumah" untuk apartemen tersempit di Amerika Serikat. Pasalnya, di sana akan tersedia apartemen berbentuk studio yang mampu menampung dua orang.
Sebenarnya kami sudah punya banyak unit mikro di San Francisco. Kami menyebutnya dengan berbagi ruangan. Langkah ini membantu mereka yang ingin tinggal sendiri dengan harga sewa lebih murah.
-- Scott Wiener
Pada Selasa (20/11/2012) yang lalu, dewan supervisi di San Francisco telah menyetujui dan mengesahkan peraturan yang mengijinkan pembangunan lebih dari 375 unit apartemen mikro seluas 20,4 meter persegi. Betapa sempitnya apartemen ini, bahkan ruang tamu apartemen ini hanya berukuran 3 m x 4,5 m.
Sebelumnya, ukuran tersebut adalah ukuran minimun untuk ruang tamu setiap apartemen di San Francisco. Beberapa pihak, termasuk para pembuat undang-undang sendiri mengatakan, mereka khawatir atas pemberian izin pembangunan apartemen berukuran sangat kecil itu.
Keputusan tersebut dinilai dapat memperparah kondisi penyediaan tempat tinggal di San Francisco. Ketersediaan hunian terjangkau akan semakin menipis karena harga sewa apartemen berukuran "normal" akan melambung tinggi.
Apartemen mungil ini rencananya dapat disewa dengan harga lebih dari 1.300 dolar AS atau sekitar Rp 12,5 juta setiap bulannya. Sementara untuk apartemen berukuran "normal", harga sewanya berkisar 2.000 dolar AS.
"Walaupun mereka telah memaksimalkan penggunaan ruang, Anda tetap tengah berbicara mengenai ruang berukuran sangat kecil namun berharga sangat mahal," kata seorang pengawas, David Campos.
"Jika tempat-tempat berukuran 200 kaki persegi mencapai harga 1.500 (dolar AS), apa yang akan terjadi dengan harga sewa di seluruh San Francisco?," tambahnya.
Terkait hal itu, anggota dewan melakukan pemungutan suara. Hasilnya, 10-1 menyatakan pembangunan apartemen mikro tersebut dapat dilakukan walaupun hanya bersifat ujicoba. Dinas tata kota San Francisco harus mengevaluasi tingkat efisiensi dan dampaknya pada pembangunan unit apartemen yang lebih besar.
Namun, pemungutan suara tersebut baru tahap awal. Hal ini akan kembali menjadi topik perbincangan dalam dua minggu ke depan.
"Sebenarnya kami sudah punya banyak unit mikro di San Francisco. Kami menyebutnya dengan berbagi ruangan. Langkah ini membantu mereka yang ingin tinggal sendiri dengan harga sewa lebih murah daripada harus menyewa apartemen dengan satu kamar," ujar Scott Wiener, salah satu pengawas yang mendukung ide ini.
info
16.42

St Joseph House, Inspirasi Rumah Tahan Banjir dari Austria

KOMPAS.com - Musibah banjir dapat terjadi di mana dan kapan saja. Bahkan, musibah tersebut juga dapat terjadi di salah satu negara Eropa yang terkenal maju dalam bidang teknologi.
Untuk menghindari efek buruk musibah banjir, sebuah firma arsitektur bernama Wolfgang Tschapeller Architekt di Austria membuat rumah tahan banjir bernama "St Joseph House". Rumah tersebut berbentuk seperti bunker persegi panjang, beraksen geometris unik, dan ditopang beberapa penyangga.
Uniknya, dari keempat penyangga tersebut, satu penyangga dibuat "berkaki" satu, dua penyangga dibikin "berkaki" dua, serta satu penyangga "berkaki" tiga. Kaki-kaki tersebut menopang rumah hingga lebih dari dua meter di atas permukaan tanah.
Pemilik rumah antibanjir ini dapat memanfaatkan ruang yang disebabkan oleh jarak antara rumah dan permukaan tanah tersebut sebagai tempat menyimpan barang atau tempat memarkir mobil. Desain rumah ini sendiri mampu menampung sebuah keluarga dan membantu mereka bertahan menghadapi ketinggian air.
Sayangnya, rumah ini hanya mampu memberikan akomodasi bagi keluarga kecil, lantaran ukuran rumah ini hanya sekitar 615 cm x 620 cm x 2230 cm. Bahkan, jika diukur dari bagian dalamnya, ruang yang dapat ditempati hanya sepanjang 2.165 cm dengan tinggi 515 cm.
Saat ini, di tengah ketakutan warga Jakarta menghadapi musibah banjir, mungkin desain rumah tahan banjir dari Austria ini dapat dijadikan inspirasi. 
Sumber :
Editor :
Latief
info
16.42

Modernland Luncurkan Modern Walk

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Modernland Realty Tbk kembali membangun properti komersial di perumahan Kota Modern, Tangerang, yakni Modern Walk. Properti komersial tersebut berdiri di atas lahan seluas 2 hektare dengan total investasi sebesar Rp 126 miliar.
Saat ini, rasio jumlah hunian dengan ruang komersial (ruko) di perumahan Kota Modern, Tangerang, masih sangat realistis, yakni 1 ruko: 18 kepala keluarga (KK). Total ruko di Kota Modern saat ini baru berjumlah 325 unit, sementara Kota Modern, Tangerang, sudah dihuni sebanyak lebih dari 6 ribu KK.
"Sementara di perumahan sekitar Kota Modern, rasionya sudah mencapai 1 : 2. Artinya, perbandingan itu sudah tidak layak lagi untuk memperluas jaringan usaha," kata Andy K Natanael, Chief Operating Officer (COO) Urban Development PT Modernland Realty Tbk kepada Kompas.com, di Tangerang, Minggu (25/11/2012) kemarin.
Sejak penjualannya dibuka Sabtu (24/11/2012), penjualan perdana Modern Walk disambut dengan antusias oleh masyarakat. Seluruh unit ruko yang dipasarkan tersebut habis terjual (sold out).
"Kami terus membangun ruang komersial di sini (Kota Modern) karena kebutuhannya masih sangat tinggi. Kami yakin akan sukses karena kami punya konsep yang dibutuhkan masyarakat sebagai tempat hang out favorit warga perumahan dan sekitarnya," kata Andy.
Modern Walk dibangun dengan konsep memadukan wisata kuliner dan gaya hidup, terdiri atas ruko dan alfresco dining seperti kafe atau kedai makan di pinggir danau Kota Modern. Lokasi properti ini berada di kawasan terdepan Kota Modern, tepatnya di ruas Jl Hartono Raya.
"Pada tahap awalnya kami menawarkan 45 unit ruko 3 lantai ukuran 5 x 15 m. Harganya hampir Rp 2,8 miliar per unit," ujarnya.
Selain berada di lokasi strategis yang dilalui kendaraan pribadi dan angkutan umum 24 jam, semua unit ruko di sini memiliki dua fasad (dua muka). Masing-masing fasad menghadap ke Jl Hartono Raya dan area santai dengan pemandangan ke arah danau.
"Sehingga dari tampak belakang ruko tetap hidup, sebab pengunjung dari afresco dinning itu bisa masuk ke ruko tanpa harus berputar keluar," kata Andy.
Menurut dia, semua ruang usaha yang dipergunakan untuk resto dan kafe di area ini nantinya akan disewakan dan dikelola oleh Modernland. Ia berharap, kawasan ini akan menjadi tempat wisata kuliner malam di Kota Tangerang.
"Karena itulah, ke depannya semua pemilik ruko dan pengelola resto dan kafe harus saling menunjang. Salah satunya, mereka sama-sama harus membuka usahanya hingga malam," tutur Andy.
Seleksi konsumen
Andy mengatakan, agar tidak membeludak dan tetap sesuai peruntukkan, pihaknya sudah mengantisipasi dengan menyeleksi calon konsumen ruko Modern Walk. Modernland menetapkan, usaha yang diperkenankan di kawasan ruko ini merliputi butik, salon kecantikan, klinik, resto, kafe dan jasa lainnya.
"Sementara ini konsumen tidak boleh membeli ruko hanya untuk kantor, sebab sudah harus tutup setiap jam 17.00," ujar Andy.
Alasan Andy, Modernland adalah perusahaan pengembang properti, bukan trader yang tidak hanya sekadar menjual, namun tetap menjaga kesinambungan setiap unit ruang usaha yang dibangunnya di kawasan ini.
"Kami ingin semua unit berhasil terjual dan akan selalu buka dan ramai sehingga kawasan tersebut menjadi hidup," terang Andy.
Ia mengaku optimistis Modern Walk akan meraih sukses. Hal ini mengingat potensi pasarnya yang besar.
Saat ini, jumlah penghuni Kota Modern sendiri sudah lebih dari 6 ribu KK lebih. Angka itu belum termasuk jumlah para orang tua yang mengantar dan menjemput anak-anaknya sekolah, pengunjung lapangan golf dan sport club, serta rumah sakit, atau karyawan yang berkantor di ruko dan mal, serta penduduk perumahan sekitar.
Baca juga:
info
16.38

Laba WIKA Naik 35,39 Persen

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) mencatatkan laba bersih hingga kuartal III-2012 sebesar Rp 313,39 miliar, naik 35,39 persen dibanding periode yang sama tahun lalu Rp 213,47 miliar. Kenaikan laba ditopang oleh operasional perseroan.
Direktur Utama WIKA Bintang Perbowo menjelaskan penjualan bersih perseroan sebesar Rp 6,37 triliun, naik 17,09 persen dibanding Rp 5,44 triliun. "Penjualan bersih itu menopang laba perseroan," kata Bintang di Jakarta, Selasa (30/10/2012).
Menurut Bintang, selain ada kenaikan laba, perseroan ternyata mencatat kenaikan beban pokok penjualan yang meningkat dari Rp 5,01 triliun menjadi Rp 5,77 triliun. Sementara laba usaha tercatat mengalami kenaikan dari Rp 385,81 miliar menjadi Rp 514,07 miliar. Peningkatan laba ini menyebabkan laba per saham perseroan yang naik dari Rp 36,90 per saham dan Rp 46,56 per saham. Sedangkan total aset naik dari Rp 8,32 triliun menjadi Rp 10,94 triliun.
Tahun ini, perseroan juga menganggarkan belanja modal (capex) Rp 600 miliar. Dana ini akan digunakan untuk membiayai proyek power plant, infrastruktur migas dan pengembangan usaha baru. Berdasarkan perdagangan saham hari ini, saham WIKA masih bertahan di level Rp 1.350 per saham.
info
16.38

Wika Realty Bangun "Gedung Terjangkung" di Manado

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Wijaya Karya Realty (Wika Realty) kembali membidik pasar kota Manado, Sulawesi Utara, dengan mengembangkan proyek The Lagoon Tamansari. Sebelumnya, Wika Realty relah mengembangkan perumahan Tamansari Metropolitan Manado (20 Ha).
Ugik Sugiyanto, Manager Realty Wika Realty, kepada Kompas.com, Minggu (25/11/2012), mengatakan, The Lagoon Tamansari akan dikembangkan dengan konsep mixed use building. Proyek ini dibangun dengan investasi sebesar Rp 200 miliar hasil kerjasama Wika Realty dengan PT Filadelfia Blessing Family.
"Kami harapkan ini (The Lagoon Tamansari) sebagai sebuah perwujudan nyata untuk mengembangkan Manado menjadi sebuah kota metropolitan di timur Indonesia," ujar Ugik tentang pelaksanaan ground breaking proyek tersebut.
Menurut Ugik, The Lagoon Tamansari akan dikembangkan dengan konsep mixed use building untuk menampung beragam aktifitas dan fungsi saling menunjang dan bersinergi dalam satu gedung. Dengan konsep tersebut, The Lagoon akan terdiri dari apartemen, kondotel, serta area komersial lainnya sebagai ikon baru di Manado.
Dibangun di atas lahan seluas 2.500 meter persegi di jalan Wolter Manginsidi No 1 (Komplek Bahu Mall Blok A 3), di pesisir pantai Bahu Manado, The Lagoon Tamansari akan terdiri dari 28 lantai. Dengan demikian, kata Ugik, The Lagoon akan menjadi "gedung terjangkung" di Manado, bahkan di Sulawesi Utara.
Juni 2014
Ugik mengungkapkan, apartemen The Lagoon Tamansari akan berjumlah 183 unit. Apartemen tersebut terdiri dari 5 tipe, yakni Studio, 1 Bedroom, 2 Bedroom, 3 Bedroom & Penthouse yang dipasarkan dengan harga mulai Rp 400 jutaan.
"Sebagai kota pariwisata, bisnis, dan metropolitan, saya kira ini akan menjadi dukungan untuk Manado yang terus berkembang sebagai salah satu destinasi favorit pariwisata di timur Indonesia. Terbukti, permintaan kamar hotel di Manado yang dari tahun ke tahun semakin meningkat secara signifikan," ujar Ugik.
Sementara untuk kondotel, The Lagoon Tamansari memiliki 187 unit kondotel terdiri dari tipe Deluxe dan Suite. Kondotel ini dipasarkan dengan harga mulai Rp 600 jutaan. Sedangkan area komersial seluas lebih dari 1.000 meter persegi di kawasan ini terdiri dari boutique, mini market, pusat kebugaran, salon dan beberapa lainnya.
"Untuk investor bisa mendapatkan rental guarantee sebesar 16 persen selama dua tahun dari investasinya," kata Ugik.
Ugik mengatakan, pembangunan The Lagoon ditargetkan selesai pada Juni 2014 dan akan mulai diserahterimakan pada September 2014.
Editor :
Latief
info
17.21

Pendidikan Indonesia Perlu Wawasan Internasional

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Rektor Universitas Gadjah Mada Yogyakarta Pratikno mengatakan pendidikan di Indonesia saat ini perlu memberikan porsi yang besar pada wawasan internasional.
"Di zaman yang sudah mengglobal ini, Indonesia perlu memiliki perhatian yang besar terhadap wawasan internasional," katanya di Yogyakarta, Minggu (25/11/2012) malam.
Dengan wawasan tersebut, kata dia, diharapkan akan semakin mampu memberikan nilai tawar bagi Bangsa Indonesia di kancah internasional.
Wawasan internasional sendiri, kata dia, tidak harus semata-mata dikhususkan bagi mahasiswa jurusan Hubungan Internasional saja, namun juga perlu diberikan bagi peminat program studi lain.
Saat ini dalam aspek ekonomi, kata dia Indonesia sudah menempati peringkat ke-15 dunia, dan menurut berbagai studi, pada 2050 diprediksikan akan menempati peringkat ke-10 dunia.
Hal tersebut, kata dia, sebenarnya membuktikan bahwa Indonesia berpotensi untuk menjadi negara yang besar, yang tentunya di antaranya harus ditopang dengan wawasan dan teknologi berskala internasional.
Dalam kesempatan yang sama, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UGM Erwan Agus Purwanto juga mengatakan pentingnya penguasaan wawasan internasional di kalangan remaja Indonesia.
Hal tersebut, menurut dia karena pada 2015 Indonesia harus tergabung dalam ASEAN Economic Community yang merupakan pasar bebas bagi negara-negara anggota ASEAN.
Sementara itu, sumber daya manusia Indonesia saat ini, kata dia masih bisa dikatakan tergolong ketinggalan dalam wawasan internasional dibandingkan negara-negara ASEAN lainnya.
"Misalnya saja mulai penguasaan Bahasa Inggris, kita masih kurang, berbeda dengan negara ASEAN lain misalnya Singapura dan Filipina yang sehari-hari menggunakan Bahasa Inggris dalam berkomunikasi," katanya.
Memang, menurut dia, di sisi lain Indonesia memiliki SDM yang memadai secara teknis, namun sebaiknya juga perlu pembekalan wawasan internasional di kancah persaingan global.
Sumber :
Editor :
Benny N Joewono
info
17.21

UNY Kembangkan Pengukur Kadar Air Benih Padi

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Yogyakarta yang tergabung dalam Tim Program Kreativitas Mahasiswa Karya Cipta mengembangkan pengukur kadar air benih padi untuk mewujudkan pertanian industrial unggul berkelanjutan.
"Alat tersebut mampu menunjukkan kadar air yang sesuai dengan kelembaban yang dibutuhkan untuk pertumbuhan benih padi tersebut. Dengan keberadaan pengukur kadar air dalam benih padi bisa membantu petani dalam mempersiapkan proses pembuatan benih padi," kata Ketua Tim Program Kreativitas Mahasiswa Karya Cipta (PKMKC) Samsul Feri Apriyadi di Yogyakarta, Minggu (25/11/2012).
Menurut dia latar belakang pembuatan alat itu antara lain salah satu faktor yang mempengaruhi kekurangan stok beras nasional adalah penggunaan benih padi (gabah) yang belum maksimal.
Benih padi varietas unggul bermutu merupakan penentu batas atas produktivitas suatu usaha tani, baik usaha tani kecil maupun besar, dan berlaku bagi semua komoditi pertanian.
"Atas dasar itu penyusun Panca Usaha Tani menempatkan benih varietas unggul bermutu pada posisi pertama dari Panca Usaha Tani. Sekitar 60-65 persen peningkatan produktivitas suatu usaha tani ditentukan oleh faktor penggunaan benih varietas unggul bermutu," katanya.
Ia mengatakan salah satu penyebab utama rendahnya produktivitas padi adalah varietas yang biasa ditanam petani dewasa ini tidak mampu lagi berproduksi lebih tinggi akibat kemampuan genetiknya yang terbatas.
Hasil evaluasi Bank Dunia menyebutkan kontribusi penggunaan varietas unggul terhadap laju kenaikan produksi padi sebesar lima persen lebih tinggi dibandingkan kontribusi pemupukan sebesar empat persen.
"Masyarakat sering mengalami kegagalan panen karena benih padi yang kurang bagus. Misalnya, kurangnya persiapan petani dalam mempersiapkan padi yang digunakan untuk benih tidak memperhatikan faktor pertumbuhan benih padi tersebut, yakni kadar air dalam padi, media penyemaian, pemupukan, dan perawatan selama benih mengalami pertumbuhan," katanya.
Menurut dia faktor terpenting dari persiapan benih padi tersebut adalah kadar air dalam benih padi (gabah) di mana sering terjadi benih mengalami kebusukan karena kadar air yang tidak sesuai. Benih padi akan mengalami perkecambahan dalam keadaan lingkungan yang kelembabannya cukup dan kadar airnya sesuai.
"Memproduksi pengukur kadar air benih padi itu merupakan aplikasi dari teori dan rancangan yang diperoleh dari fakta di lapangan. Setelah tim melakukan riset mandiri, alat itu dapat bekerja sesuai yang diinginkan, meskipun ada beberapa hal teknis yang perlu disempurnakan," katanya.
Ia mengatakan secara teknis dalam memproduksi pengukur kadar air benih padi ini ada dua hal yang dikerjakan yakni pembuatan pembuatan "hardware" dan "software". Pembuatan "hardware" dilakukan dengan membuat skematik dan PCB dari pengukur kadar air benih padi menggunakan "software" Proteus.
"Pembuatan ’software’ dilakukan dengan mengidentifikasi penggunaan pin pada ’hardware’ dan spesifikasi komponen. Selanjutnya menulis program mengunakan notepad lalu disimulasikan dan membuat program untuk mengontrol USB/card reader," katanya.
Anggota Tim PKMKC yang mengembangkan pengukur kadar air benih padi itu adalah Titih Rejyasmito H dan Arum Setiya.
Sumber :
Editor :
Benny N Joewono
info
17.19

ICW Temukan Bukti Kebocoran Soal UN SMP

JAKARTA, KOMPAS.com — Indonesia Corruption Watch menemukan bukti kecurangan dan kebocoran soal dan kunci jawaban pada pelaksanaan ujian nasional untuk jenjang SMP. Hasil investigasi ICW menemukan bocoran soal dan kunci jawaban telah diberikan kepada siswa satu hari sebelum ujian.
Kepala sekolah ditengarai juga mengetahui bocoran ini, bahkan mengeluarkan sejumlah uang untuk mendapat bocoran.
-- Febri Hendri
Bocoran diperoleh siswa dari guru dan guru memperoleh bocoran dari pegawai tata usaha. Dari penelusuran posko, pegawai tata usaha itu mendapat bocoran soal dari sekolah induk tempat penyebaran soal UN ke sekolah-sekolah.
Informasi awal mengenai kebocoran ini diperoleh dari posko pengaduan yang dibentuk masyarakat sipil di 16 kabupaten/kota pada tanggal 24 April 2012.
Hal itu diungkapkan peneliti senior ICW, Febri Hendri, Kamis (26/4/2012), di Jakarta. "Kepala sekolah ditengarai juga mengetahui bocoran ini, bahkan mengeluarkan sejumlah uang untuk mendapat bocoran," ujarnya.
Berdasarkan hasil verifikasi bocoran dan jawaban soal UN Matematika yang berkode soal A69, B71, C86, D45, dan E57, diketahui ada kecocokan lebih dari 60 persen antara bocoran dan jawaban 40 soal UN yang sebenarnya.
"Memang ada jawaban salah dalam bocoran itu. Tapi, jawaban salah ini tidak terlalu banyak dan bisa dipahami karena pembocor soal tidak ingin nilai siswa yang dapat bocoran terlalu mencolok," kata Febri.
Adanya bocoran ini, lanjutnya, membuktikan bahwa sistem UN 2012, terutama untuk jenjang SMP, tidak dapat diandalkan. Sistem ini mudah dibobol pihak-pihak tertentu. Febri menegaskan, pihaknya menyesalkan kasus kebocoran ini karena secara tidak langsung mengajarkan ketidakjujuran dan kecurangan kepada siswa. 
Editor :
Robert Adhi Ksp
info
17.18

Mendikbud: Peningkatan Variasi Soal UN Tingkatkan Konsentrasi

AMBON, KOMPAS.com — Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh menegaskan, variasi soal pada Ujian Nasional (UN) 2013, yang akan ditingkatkan jenisnya dibandingkan dengan UN 2012, akan dapat meningkatkan konsentrasi peserta ujian.
"Rancangannya sudah disiapkan dan berdasarkan kajian sementara akan strategis bagi peserta UN karena mereka bisa lebih konsentrasi dalam mengerjakan lembaran-lembaran soal," katanya saat dikonfirmasi Antara di Ambon, Minggu (14/10/2012) malam.
Di sela-sela pembukaan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Mahasiswa Tingkat Nasional XII di Ambon, ia mengaku optimistis para peserta UN bakal tenang mengerjakan soal-soal karena 20 peserta dalam satu ruang akan mengerjakan 20 variasi soal sehingga peserta tidak mengalami gangguan dari temannya.
"Terpenting peserta UN lebih konsentrasi, baik sejak persiapan hingga saat UN karena mempersiapkan diri seoptimal mungkin agar berhasil lulus," ujarnya.
Lebih dari itu, katanya, hal ini pun bisa meningkatkan kepercayaan diri peserta UN sehingga meningkatkan kualitas lulusan.
Menurut dia, upaya yang dirancang itu juga akan mengantisipasi kemungkinan adanya kebocoran soal yang sering meresahkan para siswa.
"Sasarannya yang lulus pelaksanaan UN harus berkualitas agar Indonesia memiliki sumber daya manusia (SDM) yang profesional dan jujur," tandas Mendikbud.
Mengenai standar kelulusan, ia mengatakan, belum ditetapkan apakah tetap di angka 5,5 atau akan dinaikkan lagi pada UN 2013. Namun, kemungkinan, tingkat kesulitan dalam UN 2013 akan berubah.
Pertimbangannya, pada UN 2012, tingkat kesulitannya yaitu 10 persen soal mudah, 80 persen soal sedang, dan 10 persen soal sukar.
Untuk UN 2013, kemungkinannya soal sulit akan ditambah menjadi 20 persen, lalu soal mudah sebanyak 10 persen, dan soal sedang sebanyak 70 persen.
"Ini masih belum ditetapkan sehingga perlu dimatangkan lagi agar penerapannya benar-benar menjawab program meningkatkan kualitas SDM warga Indonesia," kata Mendikbud.
Sumber :
Editor :
Benny N Joewono
info
17.17

Ujian Nasional Seharusnya Hanya untuk Pemetaan

Jakarta, Kompas - Penempatan ujian nasional sebagai ujian kelulusan hanya akan menyempitkan kurikulum, melanggengkan pengajaran berbasis soal ujian, dan pembelajaran bersifat hafalan. Sudah saatnya mengembalikan fungsi UN sebagai uji diagnostik pemetaan kualitas layanan pendidikan.
Tuntutan para guru besar di perguruan tinggi dan pengamat pendidikan yang tergabung dalam Koalisi Damai Reformasi Pendidikan itu tertuang dalam Petisi Reformasi Pendidikan 2012, Minggu (25/11), di Jakarta.
Menurut pengamat pendidikan HAR Tilaar, ketika berfungsi sebagai pemetaan, pelaksanaannya tidak harus tiap tahun, tetapi secara periodik 3-5 tahun dengan pengambilan sampel. Jika menjadi ujian kelulusan, ujian nasional (UN) justru mematikan kreativitas siswa dan membuat siswa jenuh belajar.
”Untuk ujian kelulusan, lakukan saja ujian sekolah karena guru dan sekolah yang mengetahui secara persis kondisi siswa,” kata Tilaar.
Iwan Pranoto dari Institut Teknologi Bandung menyatakan, petisi ini tidak berarti desakan untuk menghapuskan UN, tetapi mereposisi fungsi UN sebagai pemetaan. Ia menilai, UN sebagai ujian kelulusan tidak logis mengingat kualitas pendidikan yang berbeda di tiap daerah.
Meskipun diprotes berbagai kalangan, pemerintah tetap melaksanakan UN. Bahkan, alokasi anggaran pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara tiap tahun bertambah. Tahun 2013, rencana anggaran UN mencapai Rp 600 miliar. Menurut anggota Komisi X DPR, Rohmani, anggaran untuk UN masih dibahas. ”Saya pesimistis UN bisa dihapuskan karena semua kebijakan diambil berbasis kompromi. Bukan hasil riset,” ujarnya.
Petisi ini juga menyuarakan kekhawatiran bahwa fokus berlebihan pada UN sebagai ujian kelulusan berisiko menghilangkan keinginan belajar siswa. Menurut Mayling Oey-Gardiner dari Universitas Indonesia, mahasiswa sekarang makin sulit diajak berdialog karena tidak memahami persoalan. Ini berawal dari kebiasaan guru yang hanya mengajarkan materi atau soal-soal UN saja.
”Akibatnya, siswa hanya meng- hafalkan materi pelajaran tanpa memahami konsep,” kata dia.
Pengamat pendidikan Mudji Sutrisno menilai, UN menjadi tembok besar yang menghalangi anak untuk mampu berpikir logis, tidak hafalan, dan kritis bertanya. ”Dengan bentuk UN yang sekarang, hilang semua itu. Omong kosong dengan pendidikan karakter,” katanya. (LUK)
info
17.16

Disdik Biak Masih Validasi Data Peserta UN 2013

BIAK, KOMPAS.com - Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Biak Numfor, Papua hingga akhir November 2012 masih memvalidasi data siswa peserta Ujian Nasional (UN) tahun 2013.
Kepala Bidang Pendidikan dan Pengajaran Disdik Biak Numfor Drs Piet Havarubun dihubungi di Biak, Senin mengakui, sistem validasi data peserta UN dilakukan secara online sehingga setiap kepala sekolah diminta memasukan data siswa tepat waktu.
"Hingga sekarang Disdik belum memperoleh data jumlah siswa peserta UN 2013 karena masih berlangsung pengecekan nama siswa di setiap sekolah," ujar Kabid Dikjar Disdik Piet, Senin (26/11/2012).
Dia berharap, semua kepala sekolah berbagai jenjang pendidikan SD hingga SMA/SMK segera menuntaskan data siswa peserta UN sehingga tidak terhambat ientry data identitas setiap siswa.
Materi pelajaran yang diujikan dalam UN pada tahun ajaran 2012/2013 untuk SD bidang studi Bahasa Indonesia, IPA dan Matematika. Sementara SMP empat mata pelajaran diantaranya Bahasa Indonesian Bahasa Inggeris dan IPA.
Sedangkan untuk tingkat pendidikan SMA terdiri Bahasa Indonesia, Bahasa Inngeris, Matematika serta ditambah bidang studi sesuai jurusan IPA, IPS dan Bahasa.
Berdasarkan data peserta UN 2012 Biak Numfor jenjang pendidikan SD 3.028 ( SD negeri 1.322 dan swasta 1.706), SMP 2.389 siswa. untuk jenjang pendidikan SMA 1.252 (Negeri 772 siswa dan swasta 480 siswa), SMK 556 siswa terdiri siswa negeri 141 orang dan swasta 415 siswa.
Sumber :
Editor :
Benny N Joewono
info
17.15

UGM Bebaskan Biaya Kuliah 1.102 Mahasiswa Miskin

YOGYAKARTA, KOMPAS.com -- Kali ini Universitas Gadjah Mada (UGM) konsisten dengan predikatnya sebagai kampus kerakyatan. Konsistensi itu ditunjukan dengan kebijakan pembebasan Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) selama satu semester bagi seluruh mahasiswa baru sebanyak 10.700 orang.
Bukan hanya itu, sekitar 23 persen dari 10.700 mahasiswa atau 1.280 mahasiswa mendapatkan pembebasan sumbangan SPMA. Dan sebanyak 1.102 mahasiswa miskin menerima beasiswa Bidik Misi dengan kuliah gratis selama 8 semester.
Rektor UGM Prof Dr Pratikno MSoc Sc mengatakan, kebijakan pembebasan SPP dan SPMA bagi mahasiswa dari keluarga berpendapatan terendah terbawah tersebut, sebagai bentuk komitmen UGM untuk meningkatkan akses pendidikan bagi mahasiswa miskin.
"Sementara kita fokuskan pada SPP dan SPMA. Kita memulai dari situ, sambil menunggu pemenuhan kewajiban oleh pemerintah yang komprehensif untuk meng-cover biaya pendidikan perguruan tinggi," kata Pratikno, Selasa (7/8/2012 ) di UGM.
Sesuai dengan mandat dan jati diri UGM sebagai universitas perjuangan, universitas nasional dan universitas kerakyatan, lanjut Pratikno, UGM tetap harus menjaga akses masyarakat dari seluruh pelosok indonesia untuk masuk ke UGM.
"Yang ini agak sulit sulit diwujudkan dalam waktu pendek. Sementara ini justru kita kejar meningkatkan akses calon mahasiswa kurang mampu untuk lebih mudah masuk kuliah di sini," katanya.
Selama kuliah, para mahasiswa yang berprestasi nantinya berhak mengajukan penawaran memperoleh beasiswa dari pihak ketiga. Pratikno menyebutkan sampai saat ini sekitar 43,2 persen mahasiswa UGM telah mendapatkan beasiswa yang berasal lebih dari 60 lembaga, dengan nilai nominal mencapai Rp 61,3 miliar.
 
Editor :
Farid Assifa
info
17.14

Kuliah Gratis di UGM, Permata Bingung Biaya Transportasi

YOGYAKARTA, KOMPAS.com -- Permata Sari Telaumbanua (18 ) asal Nias adalah salah satu dari 1.102 mahasiswa baru penerima beasiswa Bidik Misi. Kepada Kompas,com, Permata merasa bersyukur mendapat beasiswa Bidik Misi sehingga bisa kuliah di UGM. Dia juga merasa bangga dan tidak menyangka bisa kuliah di salah satu universitas top di Indonesia ini.

Bahkan, kata Permata, kedua orang tuanya tidak percaya kalau dirinya diterima di UGM. "Bukan senang ataupun gembira, sebaliknya ayah saat itu justru meminta saya untuk membatalkan melanjutkan kuliah karena memikirkan beratnya biaya yang harus ditanggung kelak," kata Pani, pangilan akrab Permata.

Tekad dan keinginan keras Pani menjadikan ayahnya luluh. Hal itu setelah dia menjelaskan kepada orangtuanya bahwa tidak membayar uang serupiah pun untuk biaya kuliah di UGM.

Kendati demikian, ada kendala lain yang dihadapi Pani. Kedua orangtuanya tidak sanggup membbiayai perjalanan Pani ke Yogyakarta. Ibunya, Yuni Ramarepa, lalu mengundang sanak keluarga. Kepada kerabatnya, Yuni menyampaikan Pani diterima di UGM. Untunglah, beberapa orang adik iparnya bersedia ikut membantu.

"Ada tiga om yang bantu," kata Pani.

Menurut Pani, ia bersama dengan kedua orang adiknya tinggal di Desa Saewe, Kecamatan Gido, Nias. Keluarganya menopang hidup dari hasil jerih payah ayahnya sebagai nelayan. Bila melaut, selama 4-5 hari ayahnya tidak pulang ke rumah. Bila kapal sudah merapat, hasil tangkapan akan dibawa ke pasar tradisional Gunung Sitoli untuk dijual dan mendapatkan uang antara Rp 300 ribu sampai Rp 500 ribu.

Hidup dengan kondisi keterbatasan tidak hanya dialami oleh Pani. Karena sebagian besar penerima beasiswa Bidik Misi merupakan anak dari keluarga kurang mampu, namun memiliki prestasi di kelasnya.
 
Editor :
Farid Assifa
info
17.12

30 Lulusan SMA Dapat Beasiswa Rp 5 Juta

PONTIANAK, KOMPAS.com - Pemerintak Kota Pontianak memberikan beasiswa untuk 30 siswa lulusan Sekolah Menengah Atas berprestasi, tetapi berasal dari kalangan keluarga kurang mampu. Beasiswa diberikan melalui program bidik misi.
Wali Kota Sutarmidji, Kamis (16/8/2012) mengatakan, para penerima beasiswa akan dipantau prestasinya. "Kalau prestasinya tetap bagus, mereka akan kami carikan orang tua asuh," kata Sutarmidji. Sutarmidji berharap, tahun 2013 jumlah penerima beasiswa itu bisa lebih banyak lagi.
Ini kali pertama Pemkot Pontianak memberikan beasiswa bidik misi bagi lulusan SMA yang hendak melanjutkan kuliah, tetapi terhambat kemampuan finansial keluarga.

 
Editor :
Rusdi Amral
info
17.11

UT Tawarkan 150 Beasiswa Bidik Misi

JAKARTA, KOMPAS.com — Universitas Terbuka (UT) menawarkan 150 beasiswa bidik misi bagi calon mahasiswa siswa yang baru lulus (fresh graduated).
"Dana beasiswa tersebut berasal dari perusahaan mitra dalam program CSR (corporate social responsibility) yang secara berkala akan ditambah setiap tahunnya," kata Rektor Universitas Terbuka (UT) Tian Belawati, di sela-sela acara Bedah Kampus dengan tema "Membuka Akses Perguruan Tinggi bagi Semua Kampus UT", di Jakarta, Kamis (27/9/2012).
Ia mengatakan, saat ini mahasiswa sudah mencapai 20 persen atau sekitar 123.000 mahasiswa dari total 585.700 mahasiswa UT. "Kami juga menjaring mahasiswa dari Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) untuk menjaring mahasiswa fresh graduated, dengan menargetkan 5 persen dari 900.000 pendaftar SPMB," katanya.
Menurut dia, UT mengusung tiga konsep keunggulan, yaitu aksebilitas, keterjangkauan, dan fleksibilitas, untuk memperluas kesempatan belajar bagi calon mahasiswa baru untuk melanjutkan ke perguruan tinggi.
Ia menjelaskan, UT saat ini telah mendapatkan akreditasi nasional dari Badan Akreditasi Nasional (BAN-PT). Di tingkat internasional, UT telah mendapat sertifikat dari The Internasional Council for Open and distance dan ISO 9001:2008.
Dikatakannya, UT merupakan solusi bagi calon mahasiswa baru untuk melanjutkan ke perguruan tinggi yang terkendala waktu, biaya, dan tempat. Jadi dibutuhkan disiplin yang tinggi bagi mereka yang melanjutkan ke perguruan tinggi tersebut.
"Perlu komitmen diri sendiri dan juga perlu determinasi yang tinggi agar bisa menyelesaikan studi di perguruan tinggi tersebut," katanya.
Tian mengatakan, rata-rata lama mahasiswa UT menyelesaikan pendidikannya adalah 7-8 tahun, tetapi ada juga yang selesai dalam waktu singkat, yaitu hanya butuh waktu 3,5 tahun.
Lebih lanjut ia mengatakan, UT menyediakan 30 program studi untuk jenjang diploma, strata satu, dan magister, di antaranya adalah komunikasi, akuntansi, administrasi negara, dan administrasi niaga,.
Selain itu, ujarnya, tersedia juga Unit Program Belajar Jarak Jauh yang berada di 37 kota di seluruh Indonesia. Selama ini UT berkomitmen memfasilitasi rakyat Indonesia untuk belajar di perguruan tinggi dengan falsafah "Making Higher Education Open to All".
Sumber :
Editor :
Benny N Joewono
info
17.10

2013, Penerima Beasiswa Bidik Misi Menjadi 150.000 Orang

MINAHASA, KOMPAS.com -- Jumlah penerima Beasiswa Pendidikan untuk Mahasiswa Miskin (Bidik Misi) akan ditingkatkan dari 92.000 mahasiswa penerima menjadi 150.000 mahasiswa pada 2013. Penambahan jumlah penerima beasiswa ini agar semakin banyak mahasiswa miskin yang bisa berkuliah di perguruan tinggi negeri.
"Sasaran lebih jauh, agar jeratan kemiskinan bisa diputus melalui pendidikan," kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Mohammad Nuh saat berdialog dengan mahasiswa penerima beasiswa Bidik Misi di Universitas Negeri Manado, Minahasa, Sulawesi Utara, Sabtu (24/11/2012).
Menurut Mendikbud, saat diluncurkan pada 2010, jumlah penerima beasiswa Bidik Misi baru 20.000 orang. Masing-masing mahasiswa menerima Rp 400.000 untuk biaya kuliah dan Rp 600.000 per bulan untuk biaya hidup.
"Beasiswa Bidik Misi meliputi biaya hidup agar mahasiswa tidak putus pendidikannya di tengah jalan," kata Nuh.
Setelah dievaluasi dan hasilnya bagus, kata Nuh, tahun 2011 jumlah penerima diperbanyak menjadi 30.000 mahasiswa. Saat ini sekitar 90.000 mahasiswa penerima beasiswa Bidik Misi. Tahun 2013 ditargetkan menjadi 150.000 mahasiswa.
Karena khawatir beasiswa untuk mahasiswa miskin ini dihapus, kata Nuh, kewajiban memberi kesempatan bagi calon mahasiswa miskin masuk perguruan tinggi negeri (PTN) diatur dalam peraturan pemerintah. Kini dikuatkan lagi dalam Undang-Undang Pendidikan Tinggi, sehingga beasiswa ini bisa terus berlangsung.
"Beasiswa ini tidak bisa dihapus, karena jika ingin dihapus harus berhadapan dengan pemerintah dan DPR," kata Nuh.
Rektor Universitas Negeri Manado Phioteus EA Tuerah mengatakan, sekitar 1.600 penerima beasiswa di PTN yang dipimpinnya, sebagian besar berprestasi bagus, sehingga jumlah penerima diusulkan untuk ditambah.
Editor :
Nasru Alam Aziz
info
17.06

JK: Sarjana Jangan Jadi Lulusan Museum

SERPONG, KOMPAS.com - Wakil Presiden RI periode 2004-2009 M. Jusuf Kalla mengatakan, sarjana jebolan Universitas harus mengkombinasikan pandangan ke depan dan pengalaman. Pasalnya, masa depan sebuah bangsa ditentukan oleh usaha dan perencanaan generasi muda.
Perencanaan tersebut, terangnya, untuk ke depan, bukan ke belakang. "Sarjana itu lulusan Universitas, bukan Museum. Universitas adalah masa depan, Museum itu masa lalu. Masa lalu adalah masa lalu, bukan masa depan. Kita harus memandang masa depan,"kata Kalla yang biasa disapa JK di hadapan wisudawan Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Serpong, Sabtu (24/11/2012).
Kalla memaparkan, masa depan sebuah bangsa ditentukan oleh penguasaan teknologi. Sarjana, terangnya, harus mampu mengoperasikan teknologi. Sebab, teknologi itu sepenuhnya hak milik perkembangan jaman. Penguasaan teknologi, menurutnya dipadukan oleh kepemimpinan. Pasalnya, racikan kedua hal itu dapat mengentaskan Indonesia dari keterpurukan.
"Masa depan kita tergantung pada kemampuan meningkatkan teknologi dan nilai tambah sarjana. Nilai tambah itu berwujud kepemimpinan. Setelah lulus dari Universitas, pengetahuan tidak berhenti. Belajar itu harus terus, tanpa berhenti," tandas Ketua Palang Merah Indonesia itu.
Ia menambahkan, sarjana harus mampu memetik setiap pengalaman. Sebab, pengalaman dinilainya adalah guru terbaik. Hidup, lanjutnya, harus dijalai dengan menyandingkan pengalaman.
Sebuah pengalaman, paparnya, memberikan dua hal penting. Sebuah bentuk kegagalan dan keberhasilan. Namun, sarjana harus berpijak pada kegagalan agar tidak lupa diri. "Sebuah ilmu harus selalu produktif. Caranya dengan memanfaatkan ilmu disertai dengan pengalaman. Itu supaya ilmu tidak berdampak negatif. Sebab, ilmu bisa positif dan negatif," pungkasnya.
UMN hari ini mewisuda 189 mahasiswa/mahasiswi dari tujuh program studi. Tujuh program studi itu adalah Teknik Informatika, Sistem Komputer, Sistem Informasi, Ilmu Komunikasi, Desain Komunikasi Visual, Manajemen, dan Akuntansi. Mahasiswa/mahasiswi yang dinyatakan lulus sebanyak 192. Sebesar 86,26 persen diantaranya sudah mendapatkan pekerjaan sebelum lulus. Sebanyak 13 wisudawan itu lulus dengan predikat cum laude.
Tema dari wisuda ke-2 UMN tersebut adalah "Mewujudkan Martabat dan Masa Depan Indonesia dalam Peradaban New Media". Dalam acara itu, lima wisudawan mendapatkan beasiswa Magister ke Chinese Culture University, Taiwan. Acara tersebut, dihadiri oleh Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) dan mantan wakil Presiden Jusuf Kalla.
Editor :
Erlangga Djumena
info
17.04

Indonesia Kekurangan Lulusan Dokter Spesialis, Mengapa?

JAKARTA, KOMPAS.com Pemerintah mengakui kesulitan menambah lulusan dokter spesialis di Indonesia. Hingga saat ini, jumlah dokter spesialis dinilai masih kurang.

Menurut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI Mohammad Nuh, penambahannya bahkan bisa dikatakan nol. Dalam upaya memenuhi kebutuhan akan dokter spesialis di Tanah Air, Nuh mengatakan akan mempercepat proses pendidikan dokter spesialis.

"Jumlah dokter di Indonesia masih belum dapat memenuhi kebutuhan sesuai rasio jumlah penduduk Indonesia. Apalagi dokter spesialis, kita kekurangan luar biasa," ucapnya di Gedung Kemendikbud A, Jakarta, Selasa (20/11/2012).

Kemendikbud, lanjut Nuh, akan mempercepat peningkatan produktivitas pendidikan kedokteran. Menurutnya, pembahasan isu-isu pendidikan kedokteran di Indonesia sudah bermunculan. Namun, masih banyak pembahasan yang belum rampung.

"Sedang kita pikirkan bagaimana caranya, sebab rendahnya produktivitas lulusan dokter spesialis itu karena biayanya masih sangat tinggi bisa mencapai ratusan juta rupiah, kita ingin menurunkan biaya itu," katanya.

Nuh bertutur, 20 tahun lalu, para dokter senior membayar sendiri biaya kuliahnya yang tergolong rendah. Mereka pun mampu menjadi dokter dan dosen yang hebat.

"Nah, berarti ada satu mekanisme pembayaran yang harus kita pelajari. Kalau dulu dengan biaya rendah bisa jadi dokter, kenapa sekarang bisa mahal begitu?" ucapnya.
Editor :
Caroline Damanik
info
17.04

Alasan Perubahan Kurikulum Dipertanyakan

JAKARTA, KOMPAS.com - Perubahan kurikulum untuk tahun ajaran 2013/2014 menuai kritik dari para pengamat pendidikan dan juga dari guru yang nantinya akan menjadi ujung tombak dari penerapannya. Pengamat pendidikan dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Lody Paat, mengatakan bahwa pemerintah harus menjelaskan alasan perubahan kurikulum secara jelas pada masyarakat. Ada kewajiban untuk menunjukkan penelitian kurikulum yang pemerintah lakukan dan apa hasilnya sehingga harus diubah.

"Alasannya harus benar dan sesuai secara pedagogis. Jangan hanya karena sudah menjadi rencana kerja saja. Penelitian yang mereka lakukan juga apa hasilnya," kata Lody kepada Kompas.com, Senin (19/11/2012).

Menurutnya, penataan pendidikan ini harus diawali melalui masing-masing sekolah terlebih dahulu. Perubahan kurikulum secara nasional ini dinilainya tidak akan dapt diterima baik. Sementara penataan pendidikan dari sekolah akan lebih efektif karena sekolah yang paham benar dengan kondisi yang ada.

"Sekarang diubah semua seluruh Indonesia. Tiap daerah berbeda karakteristiknya. Harusnya ditinjau dulu dan lihat masalah utamanya," ujar Lody.

Sementara itu guru dari Pondok Pesantren Dayah Darul Ihsan Aceh, Mutiara Fahmi Razali, mengatakan bahwa pendidikan di Indonesia tidak memiliki visi dan misi yang jelas. Hal ini tercermin dari mudahnya satu kurikulum berubah tanpa didasari alasan.

"Saat di Jepang, saya lihat ada kejelasan visi dan misi pendidikan. Kemudian kurikulum tidak berubah-ubah tiap ganti menteri," jelas Fahmi.

Saat berkunjung ke Jepang, ia sempat berbincang dengan kepala sekolah di sana. Perubahan kurikulum di Jepang sendiri baru terjadi paling cepat setelah 10 tahun. Pasalnya, penilaian kurikulum tersebut tidak dapat dilakukan dalam waktu cepat dan melihat dampaknya secara instan saja.

"Paling tidak 10 tahun baru berganti. Jangan ada masalah sedikit, ganti kurikulum. Kalau begini kasihan anak didik dan gurunya juga," ungkap Fahmi.
 
Editor :
Caroline Damanik
info
17.03

Beda Belajar Bahasa Inggris sejak Dini dengan Saat Dewasa

JAKARTA, KOMPAS.com Seperti kata pepatah, belajar di waktu kecil bagai mengukir di atas batu, belajar sesudah dewasa serupa mengukir di atas air. Begitu juga ketika belajar bahasa asing. Memang akan lebih efektif jika mulai belajar bahasa asing dari kecil karena di usia itulah anak-anak bisa dengan mudah meniru pelafalan yang benar.

Namun, jangan dulu menyerah dengan pepatah lama di atas. Menurut praktisi lembaga bahasa Inggris LIA, Suhud Widagdo, orang dewasa pun tetap bisa mengembangkan kemampuan belajar bahasa Inggris pun jika baru memulainya sekarang.

"Tak ada yang mustahil memang meskipun pembentukannya agak lebih lama. Sebab, masalah orang dewasa kebanyakan adalah soal keterbatasan kosakata," kata Suhud kepada Kompas.com di Jakarta, Minggu (11/11/2012) kemarin.

Kosakata yang seharusnya dikuasai saat masih kanak-kanak tetap bisa dihafalkan dari sekarang asal dilakukan dengan serius dan berkesinambungan.

"Yang penting harus punya pedoman kata yang secara terus-menerus dihafal dan harus banyak dulu katanya. Kalau sudah banyak, kan, tinggal digabung-gabungkan. Nanti dulu soal kebenaran menyusun katanya. Kalau sudah banyak akan ada kesempatan membenarkannya," ujarnya.

Selain memperbanyak kosakata, membiasakan berkomunikasi dengan bahasa yang dipelajarinya juga harus terus dilakukan. Hal ini perlu dilakukan agar lidah kita dapat menyesuaikan dalam pengucapan bahasa Inggris serta bakal terlatih.

"Mereka tetap tidak boleh putus asa untuk belajar. Awalnya berat, tetapi memang harus dipaksa dengan banyak berkomunikasi langsung dan mengumpulkan terus pilihan kosakata lainnya," katanya.

"Pede aja..."

Suhud menyarankan, tidak hanya sering mengucapkan kosakata yang sedang dipelajari, tetapi juga dituliskan dalam buku catatan tersendiri, agar pengejaannya benar.

"Secara akademis bahasa Inggris, bentuk tulisan itu akan dapat dipertanggungjawabkan. Dari tulisan kita dapat mengikuti kaidah standar bahasa Inggris yang baik dan benar," katanya lagi.

Untuk menambah latihan jam terbang bercakap dalam bahasa Inggris, Suhud menyarankan orang dewasa yang belajar bahasa menjaga semangat belajar dan kepercayaan dirinya.

"Yang sering dirasakan orang-orang dewasa ini adalah soal ketidakpercayaan diri untuk menggunakan bahasa Inggris dalam kehidupan sehari-hari. Don't be afraid of making mistake. Kita ini makhluk ciptaan Tuhan, yang dianugerahi akal. Jadi, satu kali jatuh, kita akan berpikir dan tahu bagaimana cara menghindari itu," katanya.

Jika masih sering melakukan kesalahan dalam hal pengucapan kata bahasa Inggris, lanjut Suhud, orang itu pun memerlukan interaksi dengan seorang pembimbing.

Berlatih
Dia menyarankan siswa bergabung dalam english club untuk umum di akhir pekan. Di sana siswa dapat belajar bercakap, berorganisasi, ikut berdiskusi membahas topik, dan dengan memiliki rekan untuk berlatih bicara atau pembimbing, mereka akan menuntun Anda mengikuti kaidah berbahasa yang baik dan benar, atau mereka dapat menjadi language evaluator Anda.

"Bagaimanapun itu, pada akhirnya siswa tetap keep on practising, sebab kalau tidak berlatih, lidah kita akan terasa aneh dan janggal," katanya.

Berbeda dengan anak-anak di mana belajar mereka dimulai sejak usia dini akan memudahkan mereka menerima pelajaran dengan lebih baik karena sel-sel otak mereka mampu menyimpan memori dengan sangat baik. Yang penting, bahasa Inggris diperkenalkan dan diajarkan dengan metode yang alami tetapi menarik.

Untuk anak usia dini satu atau dua tahun, Suhud menuturkan ada macam-macam cara yang dapat ditempuh untuk mulai memperkenalkan bahasa asing, antara lain melalui permainan.

"Permainan edukatif atau games juga bisa mengasah keterampilan, tetapi yang diambil adalah permainan petulangannya. Sebab dengan menjadi gamer atau pemain, mereka sudah mampu menangkap vocabulary atau istilah dalam permainan-permainan. Itu di luar permainan perang ya," katanya.

Menurut direktur penerbitan majalan CnS Junior ini, anak-anak dapat menerima kosakata secara pasif. Anak berusia satu tahun, misalnya. Mereka lebih baik diperkenalkan dengan benda-benda di sekitarnya untuk menambah perbendaharaan kosakatanya.

"Pembentukan vocabulary atau kosakata itu penting sekali karena awalnya anak itu bisa berkomunikasi adalah dari jumlah kata-kata yang dikenalnya. Dari sana ia nanti mampu berbicara," katanya.
Editor :
Caroline Damanik
info
17.02

Mendikbud: Chairul Tanjung Dulunya Miskin

MANADO, KOMPAS.com -- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M Nuh mengatakan, pengusaha terkemuka Chairul Tanjung dulunya miskin. Bahkan untuk biaya kuliah di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia, ibunya harus menjual kain kesayangannya.
"Namun bagi Pak Chairul Tanjung, kemiskinan bukan alasan untuk tidak sukses dan beliau telah berhasil membuktikannya," kata Nuh, ketika memotivasi mahasiswa miskin penerima Beasiswa Pendidikan untuk Mahasiswa Miskin (Bidik Misi) di Universitas Negeri Manado (Unima), di Manado, Sulawesi Utara, Sabtu (24/11/2012).
Kini, kata Nuh, Chairul Tanjung termasuk pengusaha terkemuka dan kunci kesuksesannya adalah berkat pendidikan. "Pendidikan adalah pisau yang paling tajam untuk memutus rantai kemiskinan," kata Nuh, setelah memberi buku Chairul Tanjung si Anak Singkong kepada sejumlah mahasiswa.
Karena itu, kata Nuh, mahasiswa tak boleh patah semangat oleh kemiskinannya. Pemerintah pun kini memberi "karpet merah" untuk mahasiswa miskin dalam bentuk pemberian beasiswa dan kewajiban perguruan tinggi negeri menyediakan 20 persen kursinya untuk calon mahasiswa miskin berprestasi.
Pemberian beasiswa Bidik Misi yang jumlahnya Rp 600.000 per bulan, menurut Nuh, penerimanya terus bertambah setiap tahun. Jika saat diluncurkan 2010 penerimanya 20.000 mahasiswa, kini sudah 92.000 dan tahun depan ditambah lagi menjadi 150.000 penerima.
Pada kesempatan itu Rektor Unima, Phioteus EA Tuerah meminta agar jumlah penerima beasiswa di Unima ditambah, karena terbukti bermanfaat bagi masyarakat miskin.
Editor :
Nasru Alam Aziz
info
17.01

Basuki Terima Usulan Jam Masuk Sekolah Pukul 07.00

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan mengkaji kebijakan untuk mengembalikan jam masuk sekolah dari pukul 06.30 menjadi pukul 07.00.
Hal itu disampaikan oleh Ketua Forum Musyawarah Guru Jakarta (FMGJ) Retno Listyarti setelah bertemu dengan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, Senin (19/11/2012). Dalam pertemuan itu FMGJ, memberikan masukan-masukan terkait anggaran pendidikan daerah dan beberapa masalah lain dalam bidang pendidikan. Salah satunya adalah pemaparan pengembalian jam masuk sekolah ke pukul 07.00.
"Jika tidak diubah, akan berpengaruh terhadap otak. Kami ingin jam masuk sekolah diubah kembali menjadi jam 7 pagi, Pak Ahok-nya juga sudah oke dan kemungkinan akan segera direalisasikan," kata Retno di Balaikota Jakarta, Senin (19/11/2012).
Ia menambahkan, peraturan masuk sekolah pukul 06.30 WIB merupakan produk di era kepemimpinan sebelumnya dalam rangka mengurangi kemacetan. "Kita ingin dikembalikan. Kalau tidak, lebih merugikan anak didik karena mereka dikorbankan untuk kepentingan Jakarta. Seharusnya pendidikan mementingkan kebutuhan dan kepentingan anak, bukan merugikan anak," katanya.
Sementara itu, Ketua Presidium Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) Guntur Ismail mengatakan, terdapat beberapa kerugian yang berdampak langsung kepada siswa akibat aturan masuk sekolah pukul 06.30 WIB tersebut. Kerugian itu antara lain siswa tidak cukup tidur. "Sebenarnya tidur 6-8 jam, sedangkan anak-anak Jakarta tidur kurang dari 6 jam. Sebanyak 67,65 persen siswa tidak cukup tidur," kata Guntur.
Jam masuk sekolah yang lebih awal juga dapat merugikan siswa secara biologis. Hal itu ditunjukkan dengan adanya 4,2 persen siswa yang tidak sempat sarapan sebelum sekolah.
Jika kondisi yang menekan siswa itu terus berlangsung, maka hal itu dapat membuat stres siswa yang akhirnya dapat memicu perilaku tawuran di kalangan pelajar. Jam masuk sekolah pada pukul 06.30 WIB juga dinilai dapat membuat belajar siswa menjadi kurang fokus. "Karena kurang tidur itu, jadi tidak fokus belajar," kata Guntur.
Menanggapi hal itu, Basuki mengatakan menerima usulan tersebut. Ia mengatakan, usulan tersebut masuk akal dan akan dikaji lebih lanjut. "Dalam pemaparan itu, ada datanya anak jadi stres karena enggak sarapan. Anakku juga jarang sarapan," kata pria yang akrab disapa Ahok itu.
Menurutnya, usulan perubahan jadwal menjadi jadwal semula itu akan ditindaklanjuti dan akan dibicarakan lebih lanjut bersama Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo.
Editor :
Laksono Hari W
info
05.47

Guru Tidak Cukup Hanya Mengajar

JAKARTA, KOMPAS.com - Pendidikan sebagai suatu yang penting dalam pembentukan karakter bangsa. Namun tanpa didukung dengan perangkat yang mumpuni, hal ini sulit terwujud. Salah satu perangkat penting untuk mewujudkan tugas pendidikan dalam membangun karakter bangsa ini ada di tangan guru.
"Tapi sayangnya, sekarang yang dihargai hanya dalam angka kredit maupun kepentingan kepegawaian hanya mengajar saja. Tatap muka minimal 24 jam dan maksimal 40 jam per minggu," kata Sulistiyo di Jakarta, Jumat (23/11/2012).
Akibatnya, tugas lain yang juga diemban oleh para guru ini kurang mendapat perhatian bahkan terkadang tidak terlaksana secara optimal.
Tidak hanya itu, adanya Ujian Nasional (UN) juga makin menguatkan bahwa tugas utama hanya mengajar saja. Berbagai pendalaman materi disediakan untuk siswa-siswa pada tingkat akhir untuk memantapkan lagi mata pelajaran yang akan diujikan.
Namun semuanya hanya sekadar pengajaran, tidak ada konsultasi atau bimbingan bagi anak-anak didik yang mengalami kesulitan belajar.


Editor :
Tri Wahono



info
05.43

UN Jangan Jadikan Penentu Kelulusan

JAKARTA, KOMPAS.com — Pengamat pendidikan dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Jimmy Paat, berpendapat bahwa ujian nasional (UN) tidak bisa dijadikan sebagai penentu kelulusan seorang peserta didik.
Ia menyesalkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang tetap berkeras melaksanakan UN pada 2013.
"Kalau memang untuk pemetaan saja, saya bisa terima, tapi jangan jadikan UN sebagai standar kelulusan," kata Jimmy saat ditemui seusai diskusi "Kritik atas Kebijakan Perubahan Kurikulum" di Rumah Tilaar, Jakarta, Jumat (23/11/2012).
Sebelumnya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah merilis kisi-kisi ujian nasional (UN) 2013 sejak Selasa (20/11/2012) lalu yang direncanakan akan digunakan selama tiga tahun ke depan. Rencananya ada 20 variasi soal dalam UN sehingga  kecil kemungkinan terjadi kebocoran.Dengan demikian, UN yang ditolak oleh banyak pihak sebagai penentu kelulusan ini akan tetap ada hingga tahun-tahun mendatang.
Mengenai variasi soal sebanyak 20 jenis tersebut, ia mengungkapkan bahwa hal tersebut tidak akan menyelesaikan masalah yang selalu muncul. Ia menilai bocoran jawaban UN yang selalu ada jelang pelaksanaan ujian ini tetap tidak akan hilang sehingga tidak akan membawa pengaruh besar.

Ia juga menambahkan bahwa bentuk penentu kelulusan yang sesuai adalah menyerahkan ujian tersebut kepada sekolah. Namun, pihak kementerian, organisasi guru, dan masyarakat tetap ikut memantau sehingga kecurangan yang ditakutkan akan dilakukan sekolah tidak akan terjadi.


Editor :
Tri Wahono
info
05.26

KISI-KISI UN 2013

JAKARTA, KOMPAS.com — Di tengah polemik rencana pelaksanaannya tahun depan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan  melalui Badan Standar Nasional Pendidikan  atau BSNP akhirnya merilis kisi-kisi soal Ujian Nasional 2013. Perkiraan soal untuk jenjang pendidikan dasar dan menengah itu mulai disosialisasikan di laman resmi BSNP sejak hari Selasa (20/11/2012).

Dalam laman tersebut, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) mencantumkan tiga tautan, yaitu tautan surat keputusan (SK) tentang kisi-kisi soal ujian nasional (UN), tautan berisi kisi-kisi soal UN untuk jenjang sekolah dasar, serta satu tautan berisi kisi-kisi soal UN untuk jenjang sekolah menengah pertama dan atas.

SK menyebutkan bahwa khusus kisi-kisi UN ini digunakan sebagai acuan dalam penyusunan soal UN dan memiliki masa berlaku selama tiga tahun.

Sosialisasi kisi-kisi soal UN ini sesuai dengan janji Kepala Pusat Penilaian Pendidikan Kemdikbud Hari Setiadi, pekan lalu. Sebelumnya, rencana sosialisasi kisi-kisi memang sempat diundur dari bulan Oktober ke bulan November.

Kepada Kompas.com, pekan lalu, Hari mengatakan, para guru dapat segera memanfaatkan kisi-kisi ini sebagai acuan untuk mengajarkan materi yang sesuai kepada siswanya. Selain melalui situs resmi BSNP dan Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemdikbud, kisi-kisi akan disosialisasikan melalui dinas pendidikan di masing-masing daerah.

Materi yang dimuat dalam kisi-kisi dan akan diujikan dalam UN tahun depan pun tidak jauh berbeda dengan kisi-kisi soal UN 2012. Oleh karena itu, meski soal UN akan dibuat dalam 20 variasi, menurut Hari, guru dan siswa tak perlu khawatir. 

Editor :
Caroline Damanik
info
18.08

Pendidikan Pramuka Diupayakan Masuk Kurikulum Diknas

JAMBI, KOMPAS.com — Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Windu Nurhayati mengatakan, pihaknya tengah mengupayakan pendidikan pramuka masuk pada kurikulum pendidikan nasional.
"Pendidikan pramuka lebih mengedepankan nilai-nilai dan karakter. Saya kira perlu kita sambut baik jika pendidikan pramuka masuk dalam kurikulum pendidikan nasional," ujarnya kepada wartawan seusai membuka Perkemahan Pramuka Penegak dan Pendega Putri Tingkat Nasional (Perkempinas) di Bumi Perkemahan Sungaigelam, Kabupaten Muarojambi, Jambi, Minggu (18/11/2012).
Ia berharap mulai tahun ajaran 2013, pendidikan pramuka sudah menjadi pelajaran wajib di tiap sekolah. Menurut Windu, rencana pendidikan pramuka masuk pada kurikulum pendidikan nasional masih dalam tataran konsep.
"Kamis pekan lalu, sebanyak 125 ahli pendidikan di bawah pimpinan Wakil Presiden Boediono melakukan pemaparan konsep kurikulum untuk menjadikan pramuka sebagai pelajaran wajib di sekolah-sekolah," katanya.
Menurut dia, pendidikan pramuka telah terbukti dapat dijadikan sebagai landasan pembangunan karakter sekaligus pilar penting dalam pendidikan nasional. Diharapkan, pendekatan ilmu pengetahuan dan budaya dapat berjalan secara sinergi.
"Saat ini kami juga tengah melakukan uji publik, termasuk juga dengan upaya mulai dari penyiapan buku, guru, serta sarana dan prasarana di sekolah," ujarnya lagi.
Karakter bebas dan bermain serta sapaan kakak terhadap semuanya pada lingkungan pendidikan pramuka dinilai tidak akan menjadi masalah dan bisa disesuaikan dengan pendidikan di sekolah.
"Dengan pendidikan pramuka, hubungan antara murid dan guru lebih bertambah akrab seperti teman sehingga bisa menghilangkan kesan semua tindakan guru harus ditiru," ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Azrul Azwar mengatakan, perlu adanya penyusunan konsep secara bersama.
"Jika ingin mendapat pendidikan pramuka, para murid seharusnya terlebih dahulu harus masuk menjadi gugus depan," ujarnya.
Gubernur Jambi Hasan Basri Agus mengaku siap apabila pendidikan pramuka akan diterapkan pada kurikulum pendidikan nasional.
Kesiapan juga dinyatakan oleh beberapa orang ketua kwartir gerakan pramuka daerah (Kwarda), di antaranya Prof Budi Prayitno (Ketua Kwarda Provinsi Jawa Tengah), Sulastro Suwarno (Ketua Harian Kwarda Sumatera Selatan), dan Haviz Husaini (Wakil Ketua Kwarda Provinsi Jambi). Mereka menyambut baik rencana tersebut.
"Kita sangat menyambut baik rencana pemerintah tersebut karena pendidikan pramuka mengandung nilai-nilai seni dan budaya, serta dapat membentuk mental yang andal," kata Budi Prayitno.
Ia yakin, jika pendidikan pramuka menjadi pelajaran wajib di sekolah, maka hal itu akan melahirkan generasi muda dan pemimpin yang memiliki mental lebih baik sehingga dapat menekan tindak korupsi.
Sumber :
Editor :
Benny N Joewono
info
17.56

Tanpa Seragam, 1.700 Anak Kembali Bersekolah

POLEWALI MANDAR, KOMPAS.com - Kampanye wajib belajar 12 tahun terus digalakkan Pemerintah dan Dinas Pendidikan di Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Bekerja sama dengan sejumlah pihak terkait, 1.700 anak putus sekolah di 16 Kecamatan, Senin (19/11/2012) kembali disekolahkan, meski tanpa mengenakan seragam.

Para siswa yang datang dari beragam latar belakang sosial dan ekonomi ini tampak haru dan bergembira karena bisa kembali bersekolah. Para siswa tersebut diantar rombongan petugas Dinas Pendidikan, para camat dan kepala desa setempat.

Ilyas, salah satu siswa yang sempat putus sekolah karena alasan ekonomi, mengaku bangga karena bisa kembali bersekolah. "Saya senang bisa sekolah kembali, dulu tidak lanjut sekolah karena orang tua tak mapu membiayai, teman saya kini sudah duduk di kelas dua SMP," ujar Ilyas sambil terus menangis.

Sudirman, siswa lainnya yang juga tidak melanjutkan pendidikannya di SMP karena alasan biaya dan jarak tempuh ke sekolah yang jauh, kini juga bersukacita karena sudah bisa sekolah tanpa harus mengeluarkan biaya. Kebutuhan sekolah seperti tas, sepatu, seragam dan akomodasi lainnya disediakan pemerintah.

Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga (Dispora) Polewali Mandar, Arifuddin Toppo menegaskan, tak adanya seragam dan jarak tempuh ke sekolah tak boleh menjadi alasan untuk tidak menyekolahkan anak. Tercatat, lebih dari 2.600 siswa putus sekolah di wilayah ini. Aparat pemerintah daerah setempat baru bisa mengajak 1.700 siswa kembali bersekolah hari ini. 
Editor :
Glori K. Wadrianto
info
17.55

Daerah Terpencil di Banten Masih Kekurangan Guru

BANTEN, KOMPAS.com - Daerah terpencil di Provinsi Banten masih mengalami kekurangan guru. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Banten Hudaya mengatakan, penempatan guru masih terkonsentrasi di daerah perkotaan. Selain itu, jumlah guru yang sesuai latar belakang pendidikan dengan pelajaran yang diajarkan para guru masih minim.

"Banyak guru yang terkonsentrasi di perkotaan, sehingga guru untuk daerah terpencil masih kurang. Kemudian, banyak juga yang ’miss match’ seperti lulusan bahasa indonesia mengajar matematika, yang sejenis itu banyak," kata Hudaya di Serang, Minggu (18/11/2012).

Menurut Hudaya, jika melihat rasio guru dan murid jumlahnya tergolong cukup, karena di Banten perbandingan guru dan murid berada pada 1 berbanding 34/36. Artinya, satu guru menangani jumlah murid 34-36 dengan jumlah keseluruhan guru di Banten mencapai 88.317 guru.

Hudaya mengatakan, selain persoalan ’miss match’ dari sisi keahlian, banyak juga guru di Banten yang memang bukan berbasis pendidikan guru. Karena, jika melihat jumlah kebutuhan sesuai dengan spesifikasi, lulusan Pendidikan Guru Sekolah dasar (PGSD) yang relevan dengan profesi itu masih kurang.

"Tidak kurang dari sekitar 20 ribuan guru dari PGSD yang dibutuhkan jika ingin sesuai. Tapi, pada kenyataannya kita harus berjalan dengan yang ada saat ini, upayanya membekali mereka dengan pengetahuan yang relevan," katanya.

Oleh karena itu, kata Hudaya, berdasarkan hasil ’mapping’ atau pemetaan di setiap kabupaten/kota, permintaan terhadap kualifikasi guru yang sesuai dengan latar belakang pendidikannya cukup banyak. Namun, dari jumlah sekitar 88.317 guru, hanya 46 ribu yang sesuai dengan klasifikasi, kualifikasi dan latar belakang mata pelajaran.

"Saat ini, kami sudah masuk ke dalam wilayah peningkatan kualifikasi, misalnya, meningkatkan jumlah guru yang belum S1 supaya S1. Jika pemerintah pusat menggarap untuk sekolah menengah, kita menggarap di tingkat SD," kata Hudaya.

Ia mengatakan, tahun ini pihaknya melakukan peningkatan kualifikasi guru meskipun dengan jumlah yang tidak terlalu banyak yakni sekitar 400 guru. Ia berharap tahun depan program tersebut dapat kembali dilakukan dengan jumlah yang lebih banyak.
Sumber :
Editor :
Caroline Damanik
info
17.54

Pemilihan Rektor IPB Molor dari Jadwal

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemilihan Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) periode 2012 -2017 yang sedianya tuntas pada 16 November mendatang diperkirakan molor. Sebab, sidang Majelis Wali Amanat (MWA) IPB masih memastikan kehadiran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang memiliki hak 35 persen dari total suara MWA.
Dari pemantauan di laman resmi Panitian Pemilihan Rektor IPB, Senin (19/11/2012), didapat konfirmasi dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, rapat paripurna MWA untuk pemilihan rektor IPB periode 2012-2017 yang semula dijadwalkan oleh MWA pada tanggal 19 November 2012, akan dilaksanakan pada akhir November 2012.

Sekretaris MWA IPB Rizal Sjarief Saiful Nazil dalam suratnya mengatakan pemilihan tiga calon rektor yang sudah diajukan ke MWA oleh Senat Akademik (SA) IPB setelah 16 November. Sebelumnya dijadwalkan pemilihan rektor definitif di antara 9-16 November.
MWA IPB telah menerima tiga nama yakni Asep Saefudin, Herry Suhardiyanto, dan M Zairin Junior. Dari proses pemilihan sebelumnya, terlihat Rektor IPB saat ini, Herry Suhardiyanto, berpeluang memimpin IPB kembali.
Pada pemilihan Rektor IPB, Mendikbud memiliki 35 persen suara, sedangkan anggota MWA lainnya 65 persen. Pemilihan rektor definitif dilaksanakan dalam sidang paripurna MWA yang dilakukan secara tertutup.

 
Editor :
Robert Adhi Ksp
info
17.53

Indonesia Tuan Rumah Kongres Bahasa Perancis I di Asia Tenggara

JAKARTA, KOMPAS.com —  Kongres bahasa Perancis pertama di Asia Tenggara bakal digelar di Indonesia pada 22-23 November 2012 di Hotel Harris Kelapa Gading, Jakarta. Pada kongres yang digagas Institut Francais Indonesia (IFI) ini hadir sekitar 200 peserta dari 10 negara ASEAN.
Ananda Dinanti Mackulau, penanggung jawab media IFI, di Jakarta, Senin (19/11/2012), menjelaskan forum frankofoni ini akan diikuti lebih dari 200 peserta yang terdiri dari para pengajar bahasa Prancis dari universitas, SMA, Institut Français dan Alliances Française, para Presiden Asosiasi Pengajar Bahasa Prancis,serta para kepala jurusan bahasa Perancis dari sejumlah universitas.
Selain itu, juga para direktur kursus dan penanggung jawab pengajaran dari Institut Français, Alliance Française, dan sejumlah sekolah swasta, para atase bahasa Perancis dan koordinator bidang linguistik dari Kedutaan Besar Perancis se-ASEAN, para profesional penutur bahasa Perancis, para pejabat penanggung jawab pendidikan di kesepuluh negara, para penanggung jawab OIF (Organisasi Frankofoni Internasional) dan AUF (Perhimpunan Universitas Frankofon), para ahli dari pusat-pusat pelatihan, para penerbit, serta mahasiswa bahasa Perancis.

Pada forum ini akan diadakan berbagai workshop mengenai teknologi baru yang berguna untuk para pengajar bahasa Perancis. Selain itu, forum frankofoni pertama di Asia Tenggara ini merupakan kesempatan bagi para penutur bahasa Perancis untuk berdiskusi.

Tema-tema yang diangkat dalam kongres bahasa Perancis Asia Tenggara ini adalah posisi bahasa Prancis saat ini, problematika penerjemahan, pengajaran dwibahasa dan jurusan bahasa Prancis di universitas, bahasa Perancis untuk dunia kerja, peran universitas dalam pengajaran bahasa Perancis di SMP dan SMA, serta pelatihan untuk para pengajar bahasa Perancis.

Forum ini juga akan menyajikan berbagai presentasi mengenai kebijakan-kebijakan linguistik di Asia Tenggara, serta mekanisme hubungan finansial dan proyek-proyek kerja sama yang bersifat mutual antarjaringan frankofoni di negara-negara ASEAN.
Forum ini merupakan kesempatan bagi para pelaku kerja sama linguistik dan persebaran bahasa Perancis di Asia Tenggara untuk bertemu dan membahas masa depan bahasa Perancis di wilayah ini.

Informasi lebih lanjut bisa di lihat di laman www.institutfrancais-indonesia.com

 
Editor :
Robert Adhi Ksp
info
17.53

Ikapi Dorong RUU Perbukuan Disahkan

 JAKARTA, KOMPAS.com — Ikatan Penerbit Indonesia mendorong pemerintah dan DPR segera mengesahkan Rancangan Undang-Undang Perbukuan sebagai payung hukum untuk memajukan perbukuan di Indonesia.
Sekarang, tidak jelas siapa yang bertanggung jawab mengembangkan perbukuan di Tanah Air. Ikapi kan terbatas.
-- Lucya Andam Dewi
Dengan adanya Undang-Undang Perbukuan diharapkan ada kejelasan badan atau institusi yang bertanggung jawab untuk mendukung kemajuan atau perkembangan perbukuan di Indonesia.
"Tantangan perbukuan di Indonesia ini masih berat dan belum tuntas. Masalah ini perlu diperhatikan serius. Perlu ada kejelasan siapa yang bertanggung jawab dan langkah-langkah yang diambil," kata Ketua Umum Ikatan Penerbit Indonesia (Ikapi) Pusat Lucya Andam Dewi di Jakarta, Senin (19/11/2012).
"Sekarang, tidak jelas siapa yang bertanggung jawab mengembangkan perbukuan di Tanah Air. Ikapi kan terbatas. Karena itu, Ikapi berharap RUU Perbukuan segera disahkan sebagai landasan hukum bagi pemerintah untuk bekerja membangun dunia perbukuan Indonesia," kata Lucya Andam Dewi.
Bambang Trimansyah, Ketua Kompartemen Pendidikan dan Latihan, Penelitian dan Pengembangan, serta Informasi Ikapi, mengatakan bisnis industri perbukuan Indonesia, terutama buku umum, dalam dua-tiga tahun terakhir ini terasa mandek. Sebaliknya, pertumbuhan judul atau penulis buku melesat.  Data dari Toko Buku Gramedia tahun 2011, satu bulan menerima sekitar 2.300 judul buku.
"Masalahnya kita masih perlu penelitian apakah pembacanya juga cenderung bertumbuh signifikan. Faktanya, kelemahan dalam bisnis perbukuan di Indonesia adalah tersendatnya pertumbuhan saluran penjualan buku yaitu toko buku," kata Bambang.
Editor :
Robert Adhi Ksp
info
17.52

Belajar dari Jepang tentang Siswa Berkebutuhan Khusus

JAKARTA, KOMPAS.com - Selama 12 hari, ada 11 guru dari pondok pesantren seluruh Indonesia dikirim ke Jepang untuk melihat pola pendidikan yang diterapkan di sana. Salah satu hal yang mencuri perhatian para guru ini adalah penanganan anak-anak disabilitas dalam sekolah.

Guru dari Pondok Pesantren Dayah Darul Ihsan Aceh, Mutiara Fahmi Razali, mengatakan bahwa para guru di Jepang sangat sabar dalam menangani anak-anak berkebutuhan khusus ini. Uniknya lagi, anak-anak penyandang disabilitas ini tidak dibedakan dengan anak-anak lain.

"Kalau di sini, anak-anak disabilitas ingin belajar harus masuk SLB. Tapi di Jepang, semua anak berhak belajar di sekolah swasta dan sekolah negeri apapun kondisinya," kata Fahmi, saat Penyerahan Sertifikat Kunjungan ke Jepang di Hotel Pullman, Jakarta, Jumat (16/11/2012) malam.

Menurutnya, hal ini memiliki efek positif yang luar biasa karena anak-anak ini tumbuh dengan rasa percaya diri. Meski memiliki kekurangan tertentu, anak-anak ini tidak akan merasa rendah diri dan justru membuatnya termotivasi untuk mengubah kekurangan menjadi kelebihannya.

"Waktu itu, saya melihat ada anak down syndrome berusia sekitar 10 tahun sudah mampu membuat kerajinan tangan. Saya di Aceh ada saudara dengan down syndrome juga, sudah umur 17 tahun tidak bisa apa-apa karena mencecap pendidikan sekalipun tidak," ujar Fahmi.

Dalam kesempatan yang sama, guru dari pondok pesantren As-Salaam Jawa Tengah, Muflih Wahyanto, mengungkapkan hal serupa. Ia takjub melihat seorang guru di sebuah Sekolah Dasar (SD) dengan sabar mengurus seorang anak berkebutuhan khusus. Saat ada kegiatan makan bersama, guru tersebut menyuapi si anak dengan telaten.

"Saya belum pernah lihat ada guru di Indonesia sesabar dan setelaten itu. Hal-hal semacam itu kami pelajari banyak dari Jepang," ungkap Muflih.
Editor :
Caroline Damanik
info
17.51

LKS 'Nyeleneh' di Sekolah, Tanggung Jawab Guru

JAKARTA, KOMPAS.com - Masih ingat dengan cerita tentang Bang Maman dari Kali Pasir yang muncul di Lembar Kerja Siswa (LKS) kelas II? Atau lembar kerja siswa (LKS) bergambar Miyabi untuk siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang sempat membuat heboh masyarakat? Mengapa LKS semacam ini bisa layak terbit?

Kepala Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Diah Harianti, mengatakan bahwa masalah LKS dengan konten yang tidak layak tersebut merupakan tanggung jawab dari para guru. Ia mengakui bahwa masalah konten tidak layak tersebut banyak muncul dalam LKS.

"Untuk buku ajar, kami yang melakukan penilaian terhadap konten. Hanya sayangnya, sebagian besar konten bermasalah adalah LKS," kata Diah kepada Kompas.com, Senin (19/11/2012).

"Untuk LKS ini sebenarnya tidak bisa dianggap tanggung jawab pemerintah. Karena LKS ini dapat dibeli mandiri dan bebas oleh para guru atau sekolah," jelas Diah.

Ia menambahkan bahwa terkait masalah bahan ajar, pemerintah hanya menginstruksikan tentang buku ajar baik untuk guru maupun siswa. Sementara itu, LKS merupakan suplemen yang dipilih guru untuk melatih kemampuan siswanya sehingga guru yang menentukan LKS mana yang akan digunakan.

Untuk itu, penilaian konten sebenarnya langsung berada di tangan guru atau kepala sekolah. Jika memang dianggap ada hal yang tidak sesuai dalam konten LKS tersebut, guru atau kepala sekolah yang pertama kali mengetahuinya sehingga tidak perlu menggunakan LKS tersebut untuk siswa.

"Awalnya berasal dari guru. Baru setelah itu kepala sekolah. Jika tidak selesai baru naik ke Dinas Pendidikan setempat. Urutannya seperti itu," tandasnya.
 
Editor :
Caroline Damanik
info
17.49

Alasan Perubahan Kurikulum Dipertanyakan

JAKARTA, KOMPAS.com - Perubahan kurikulum untuk tahun ajaran 2013/2014 menuai kritik dari para pengamat pendidikan dan juga dari guru yang nantinya akan menjadi ujung tombak dari penerapannya. Pengamat pendidikan dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Lody Paat, mengatakan bahwa pemerintah harus menjelaskan alasan perubahan kurikulum secara jelas pada masyarakat. Ada kewajiban untuk menunjukkan penelitian kurikulum yang pemerintah lakukan dan apa hasilnya sehingga harus diubah.

"Alasannya harus benar dan sesuai secara pedagogis. Jangan hanya karena sudah menjadi rencana kerja saja. Penelitian yang mereka lakukan juga apa hasilnya," kata Lody kepada Kompas.com, Senin (19/11/2012).

Menurutnya, penataan pendidikan ini harus diawali melalui masing-masing sekolah terlebih dahulu. Perubahan kurikulum secara nasional ini dinilainya tidak akan dapt diterima baik. Sementara penataan pendidikan dari sekolah akan lebih efektif karena sekolah yang paham benar dengan kondisi yang ada.

"Sekarang diubah semua seluruh Indonesia. Tiap daerah berbeda karakteristiknya. Harusnya ditinjau dulu dan lihat masalah utamanya," ujar Lody.

Sementara itu guru dari Pondok Pesantren Dayah Darul Ihsan Aceh, Mutiara Fahmi Razali, mengatakan bahwa pendidikan di Indonesia tidak memiliki visi dan misi yang jelas. Hal ini tercermin dari mudahnya satu kurikulum berubah tanpa didasari alasan.

"Saat di Jepang, saya lihat ada kejelasan visi dan misi pendidikan. Kemudian kurikulum tidak berubah-ubah tiap ganti menteri," jelas Fahmi.

Saat berkunjung ke Jepang, ia sempat berbincang dengan kepala sekolah di sana. Perubahan kurikulum di Jepang sendiri baru terjadi paling cepat setelah 10 tahun. Pasalnya, penilaian kurikulum tersebut tidak dapat dilakukan dalam waktu cepat dan melihat dampaknya secara instan saja.

"Paling tidak 10 tahun baru berganti. Jangan ada masalah sedikit, ganti kurikulum. Kalau begini kasihan anak didik dan gurunya juga," ungkap Fahmi.
info
17.47

Ajar 'Go Green' pada Anak dengan musik Rap

JAKARTA, KOMPAS.com - Kampanye cinta alam dan penyelamatan bumi akan terus disuarakan orang-orang yang peduli dengan lingkungan. Suara itu terus didengungkan, dinyanyikan, bahkan diteriakkan agar terus melekat di benak para generasi penerus yang akan datang.

Pesan untuk cinta pohon dan lingkungan pun dapat disampaikan lewat nyanyian rap. Ya, genre musik rap ternyata juga disukai anak-anak. Dipadukan dengan lagu-lagu yang dibawakan oleh penyanyi Oppie Andaresta

"If I say go, go! If I say green, green. If we say it together, we say what?" ungkap Iwa K dengan nge-rap.

"Go green...!" teriak anak-anak Sekolah Dasar (SD) Global Mandiri mengikuti lagu rap yang dibawakan Iwa K dalam Tur Edukasi Bumiku Lestari di Cibubur, Kamis (8/11/2012).

Sekolah Global Mandiri, yang kali itu mendapat kesempatan bekerjasama dengan World Wildlife Fund (WWF) didukung oleh Bank BNI, sengaja ingin menanamkan kecintaan anak-anak terhadap lingkungannya melalui berbagai cara, salah satunya lewat lagu dan nyanyian Rap tadi.

"Anak-anak seperti biasa, selalu bisa merespon hal-hal yang baik dengan sesuatu yang baik dan positif pula. Saya senang, mereka disini bisa mengikuti lagu-lagu tentang mengajak cinta lingkungannya, dan saya harap pesannya juga bisa mereka serap," ujar Oppie Andaresta usai tur di sekolah ini.

"Iwa K dalam penampilannya tadi membawa tiga lagu nge-rap yang ia buat spontan, tapi asik. Dia memberikan warna yang menarik sehingga anak-anak disini bisa pulang dengan membawa kesan dan pesan go green-nya itu," tambahnya.

Resha Rashtrapatiji, pendongeng yang juga ikut serta dalam tur ini mengaku juga berminat untuk belajar nge-rap. Selain dengan lagu dan musik, dia ingin memadukan dongeng dengan rap.

"Saya jadi tertarik belajar nge-rap supaya bisa membawakan dongeng dengan lebih berwarna. Anak-anak mudah menerima pesan positif yang disampaikan dengan cara-cara yang unik," tuturnya kepada Kompas.com dalam tur sebelumnya.

Dalam tur berdurasi 2,5 jam lebih itu juga terdapat berbagai aktivitas yang menyenangkan terkait ajakan untuk mencintai lingkungan. Ada pembacaan cerita dongeng tentang penyelamatan hewan-hewan langka yang salah satunya orang hutan di Kalimantan, dilanjutkan dengan nonton film tentang pelestarian hutan, juga aksi penanaman pohon cendana, dan sosialisasi lagu anak-anak yang diciptakan dan dinyanyikan Oppie Andaresta dan Iwa K.

Salah satunya, lagu berjudul "Tanam Pohon". Anak anak SD Global Mandiri kelas 1-3 ini turut menyanyikannya bersama-sama dengan antusias.

Dalam tur ini juga, setiap sekolah di Jabodetabek yang dikunjungi 3-20 November mendatang akan mendapat 100 buah buku dan album “Bumiku Lestari” karya Oppie Andaresta. Oppie sengaja membuat buku dan album “Bumiku Lestari” untuk membagi pengetahuan lingkungan hidup kepada anak-anak agar mereka mengerti arti penting memelihara lingkungan hidup.

"Sebab, melalui buku dan album ini saya ingin mengajak anak saya dan teman-temannya untuk lebih mencintai bumi dengan cara menanam dan memelihara pohon, hemat listrik, air, dan mau bersepeda, serta memisahkan dan mendaur ulang sampah," jelasnya.
 
Editor :
Caroline Damanik
info