FB Tweet Group
TOLONG!!! Jangan KLIK INI !!!

artis, selebritis, properti, rumah, apartemen, penthouse, landed house, villa, mobil, tanah, pendidikan, motor, anjing

Halaman

About

Diberdayakan oleh Blogger.

artikel terbaru

Arsip Blog

Search

Pendidikan Peternakan Kurang Diminati

JAKARTA, KOMPAS.com - Pendidikan peternakan masih kurang diminati untuk jenjang pendidikan kejuruan ataupun pendidikan tinggi, padahal kebutuhan untuk tenaga ahli di bidang peternakan cukup tinggi.

Di sejumlah SMK bidang peternakan, terutama untuk program keahlian peternakan ruminansia (sapi, kerbau, kambing, dan domba), peminatnya tidak terlalu banyak. Sekolah juga minim mengembangkan unit produksi ruminansia karena mahal jika dibandingkan peternakan unggas.

”Pertanian dan peternakan belum jadi pilihan utama siswa dan orangtua meskipun wilayah tempat tinggal mereka di area pertanian atau peternakan,” kata Jaka Mursriyanta, Wakil Kepala SMKN 1 Trucuk Bidang Hubungan Masyarakat dan Industri di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Senin (19/11).

Selain di jenjang kejuruan, di jenjang sarjana peternakan juga turun peminatnya. Dekan Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (UGM) Ali Agus dalam peringatan Dies Natalies Ke-43 Fakultas Peternakan UGM, pekan lalu, mengatakan, terjadi kecenderungan penurunan jumlah mahasiswa Fakultas Peternakan UGM.

Tahun 2009 diterima 235 orang dan yang mendaftar kembali 186 orang. Tahun berikutnya yang diterima 200 orang, hanya 181 orang yang mendaftar kembali. Pada 2011 diterima 240 orang dan mendaftar kembali 228 orang. Adapun di tahun 2012 diterima 243 orang dan mendaftar kembali 213 orang.

”Solusinya, kami akan lebih mempromosikan diri serta membangun kerja sama dengan pemerintah daerah dan perusahaan untuk menjaring calon mahasiswa baru,” kata Ali.

Menurut Ali, rendahnya peminat program studi peternakan karena program studi ini dianggap kurang menjanjikan dari sisi kesempatan kerja. Padahal, akibat kurangnya tenaga terdidik di bidang peternakan, banyak perusahaan yang kekurangan tenaga terdidik dan terampil untuk level menengah dan lulusan diploma.

Tidak membeludak
Jika melihat data daya tampung dan peminat pada pendaftaran SNMPTN tahun 2011, misalnya, untuk program pertanian, peternakan, dan kelautan peminatnya tidak membeludak dibandingkan program teknik, kedokteran, dan ekonomi. Di Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, misalnya, daya tampung Fakultas Peternakan 135 orang, peminatnya 303. Adapun daya tampung Kedokteran Gigi 20 orang, peminatnya 663 orang.

Di Universitas Diponegoro, daya tampung Jurusan Peternakan 160 orang, peminatnya 439 orang. Adapun Teknik Informatika yang berdaya tampung 52 orang, peminatnya 1.733 orang.

Rektor Undip Sudharto P Hadi mengatakan, beberapa program studi terkait perairan dan peternakan yang peminatnya tidak banyak umumnya tetap bisa menerima siswa sesuai daya tampung. Jika tidak terpenuhi di kuota SNMPTN, ditawarkan di jalur mandiri. (ELN)
Sumber :
Kompas Cetak
Editor :
Caroline Damanik
Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan klik disini untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di BoyTrik

Artikel Menarik Lainnya :

Ditulis oleh info - 17.43