FB Tweet Group
TOLONG!!! Jangan KLIK INI !!!

artis, selebritis, properti, rumah, apartemen, penthouse, landed house, villa, mobil, tanah, pendidikan, motor, anjing

Laman

About

Diberdayakan oleh Blogger.

artikel terbaru

Arsip Blog

Search

Daerah Terpencil di Banten Masih Kekurangan Guru

BANTEN, KOMPAS.com - Daerah terpencil di Provinsi Banten masih mengalami kekurangan guru. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Banten Hudaya mengatakan, penempatan guru masih terkonsentrasi di daerah perkotaan. Selain itu, jumlah guru yang sesuai latar belakang pendidikan dengan pelajaran yang diajarkan para guru masih minim.

"Banyak guru yang terkonsentrasi di perkotaan, sehingga guru untuk daerah terpencil masih kurang. Kemudian, banyak juga yang ’miss match’ seperti lulusan bahasa indonesia mengajar matematika, yang sejenis itu banyak," kata Hudaya di Serang, Minggu (18/11/2012).

Menurut Hudaya, jika melihat rasio guru dan murid jumlahnya tergolong cukup, karena di Banten perbandingan guru dan murid berada pada 1 berbanding 34/36. Artinya, satu guru menangani jumlah murid 34-36 dengan jumlah keseluruhan guru di Banten mencapai 88.317 guru.

Hudaya mengatakan, selain persoalan ’miss match’ dari sisi keahlian, banyak juga guru di Banten yang memang bukan berbasis pendidikan guru. Karena, jika melihat jumlah kebutuhan sesuai dengan spesifikasi, lulusan Pendidikan Guru Sekolah dasar (PGSD) yang relevan dengan profesi itu masih kurang.

"Tidak kurang dari sekitar 20 ribuan guru dari PGSD yang dibutuhkan jika ingin sesuai. Tapi, pada kenyataannya kita harus berjalan dengan yang ada saat ini, upayanya membekali mereka dengan pengetahuan yang relevan," katanya.

Oleh karena itu, kata Hudaya, berdasarkan hasil ’mapping’ atau pemetaan di setiap kabupaten/kota, permintaan terhadap kualifikasi guru yang sesuai dengan latar belakang pendidikannya cukup banyak. Namun, dari jumlah sekitar 88.317 guru, hanya 46 ribu yang sesuai dengan klasifikasi, kualifikasi dan latar belakang mata pelajaran.

"Saat ini, kami sudah masuk ke dalam wilayah peningkatan kualifikasi, misalnya, meningkatkan jumlah guru yang belum S1 supaya S1. Jika pemerintah pusat menggarap untuk sekolah menengah, kita menggarap di tingkat SD," kata Hudaya.

Ia mengatakan, tahun ini pihaknya melakukan peningkatan kualifikasi guru meskipun dengan jumlah yang tidak terlalu banyak yakni sekitar 400 guru. Ia berharap tahun depan program tersebut dapat kembali dilakukan dengan jumlah yang lebih banyak.
Sumber :
Editor :
Caroline Damanik
Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan klik disini untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di BoyTrik

Artikel Menarik Lainnya :

Ditulis oleh info - 17.55