FB Tweet Group
TOLONG!!! Jangan KLIK INI !!!

artis, selebritis, properti, rumah, apartemen, penthouse, landed house, villa, mobil, tanah, pendidikan, motor, anjing

Halaman

About

Diberdayakan oleh Blogger.

artikel terbaru

Arsip Blog

Search

DUNIA DALAM SELEMBAR KERTAS

KOMPAS.com - Selembar kertas di tangan anggota Komunitas Paper Replika Indonesia atau PeRI bisa memunculkan seluruh isi dunia. Kertas itu dibentuk dan dirakit menjadi aneka robot, tokoh animasi, bangunan, hingga bajaj dan penari. Mawar Kusuma

Anggota Komunitas PeRI sangat antusias mempertontonkan karya berupa kerajinan kertas (papercraft) mereka di Mal Kota Kasablanka, Jakarta, pekan lalu. Ada lebih dari 2.500 kerajinan kertas beragam model dari seluruh Indonesia yang dipamerkan untuk memecahkan rekor Muri.

Salah satu anggota PeRI, Esya (28), menunjukkan karya miniatur tokoh kartun Kungfu Panda hingga replika anggota Densus 88 bikinannya. ”Susah karena part-nya kecil-kecil,” kata Esya.

Esya mulai jatuh cinta pada kerajinan kertas sejak tiga tahun lalu. Ia senang karena bisa menciptakan aneka mainan robot yang sebelumnya tak terbeli. Harga robot bisa dipangkas dari Rp 2 juta menjadi hanya Rp 40.000.

Saking rajinnya membuat kerajinan kertas, koleksi miniatur kertas Esya sudah memenuhi dua rak lemari di rumahnya. ”Melihat hasilnya bisa bikin senyum. Biasanya dibuat sambil kerja atau kuliah,” tambah Esya.

Anggota Komunitas PeRI lainnya, Aprizal (15), menunjukkan karya kebanggaannya berupa diorama roket. Sementara Setiawan (30) mempertontonkan pesawat MiG 15 yang polanya dibeli dari website luar negeri seharga 20 dollar AS.

Mayoritas pencinta kerajinan kertas suka karya miniatur mini. Semakin mungil semakin tinggi tingkat kesulitannya. Berbeda dengan Roy (30), yang justru lebih suka kerajinan kertas berukuran raksasa. ”Besar lebih mantap,” kata Roy, yang antara lain membuat senapan kertas dan granat kertas yang dikerjakan dalam jangka waktu dua bulan. Selain dipajang, Roy biasa menenteng senapan dan seluruh atribut perang itu sebagai pelengkap ketika ia mengenakan kostum tokoh film atau komik (costplay).

Divisi khusus
Kerajinan kertas yang cukup menyedot perhatian pengunjung pameran adalah sepeda motor mungil yang disimpan dalam kotak kaca. Sepeda motor karya Ilud (29) itu dibuat sangat detail, lengkap dengan mesin, karburator, hingga knalpot.

Ilud mengunduh pola sepeda motor tersebut dari website resmi Yamaha. Hampir seluruh perusahaan sepeda motor dari Jepang selalu mengeluarkan pola kerajinan kertas yang bisa diunduh gratis ketika meluncurkan produk baru. Mereka bahkan memiliki divisi khusus pembuatan kerajinan kertas.

Meskipun pola sepeda motor telah tersedia, butuh waktu hingga empat bulan bagi Ilud untuk menyelesaikan pembuatan kerajinan kertas sepeda motor. ”Buat pajangan saja. Ngerjainnya sejam dua jam sepulang kerja,” kata Ilud.

Tak melulu hanya mencontoh pola yang sudah ada, Ilud juga berkreasi dengan memperkecil ukuran sepeda motor itu. Ia membagi selembar kertas A4 menjadi empat bagian sebelum menjiplak pola, menggunting, dan merakitnya.

Ilud memperkecil ukuran miniatur sepeda motor dari 40 sentimeter menjadi separuhnya. ”Semakin kecil semakin ada tantangannya. Harus sabar dan enggak gampang jenuh. Jadi tambah fokus,” kata Ilud.

Ilud juga sudah mulai mendesain pola robot karyanya sendiri. Ia kemudian membagikan pola itu di internet agar bisa diunduh gratis oleh sesama pencinta kerajinan kertas di seluruh dunia. Ia mengenal kerajinan kertas dari pelajaran Matematika di bangku SD. ”Pada dasarnya pola kerajinan kertas cuma pengembangan bentuk dari balok, kubus, silinder, dan segitiga,” tambah Ilud.

Langka desainer
Menurut Koordinator Event Komunitas PeRI Rauf Raphanus, jumlah desainer pembuat pola kerajinan kertas di Indonesia masih jarang. Dari lebih 3.000 anggota PeRI, hanya ada sekitar 30-an desainer.

Kerajinan kertas yang dibuat di waktu senggang ini sejatinya merupakan kegiatan yang serius. Untuk membuat pola desain kerajinan kertas, dibutuhkan pendidikan khusus yang hingga kini belum ada di Indonesia. Desainer juga membutuhkan minimal tiga perangkat lunak, seperti perangkat lunak tiga dimensi, software unfold pemecah tiga dimensi menjadi dua dimensi, hingga perangkat lunak desain grafis.

Salah satu pendiri PeRI, Julius Perdana, misalnya, membutuhkan waktu setahun untuk mendesain robot Transformers Optimus Prime. ”Misi utama PeRI adalah memperkenalkan kerajinan kertas dan meningkatkan nilai jual seni kerajinan kertas,” kata Rauf.

Komunitas PeRI dibentuk pada 2009. Mereka sebelumnya hanya tersambung di internet. Mereka lalu mulai mengikuti beragam pameran dan membuka seminar serta pelatihan. Lewat kerajinan kertas, Rauf sudah menjalin kerja sama dengan perusahaan di Eropa dan Australia. Perusahaan dari luar negeri sangat mengapresiasi kerajinan kertas untuk pembuatan logo hingga model produk.

Tak hanya bisa dijual, kerajinan kertas memiliki manfaat pengembangan kemampuan motorik bagi anak usia 6-10 tahun. Pengenalan bentuk-bentuk dua dimensi dan tiga dimensi membuat kemampuan matematis anak semakin berkembang. Penggemarnya juga menemukan kesenangan ketika merakit potongan-potongan kertas menjadi apa saja sesuka mereka.
 
Sumber :
Kompas Cetak
Editor :
Caroline Damanik
Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan klik disini untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di BoyTrik

Artikel Menarik Lainnya :

Ditulis oleh info - 22.19

Belum ada komentar untuk "DUNIA DALAM SELEMBAR KERTAS"

Posting Komentar