FB Tweet Group
TOLONG!!! Jangan KLIK INI !!!

artis, selebritis, properti, rumah, apartemen, penthouse, landed house, villa, mobil, tanah, pendidikan, motor, anjing

Laman

About

Diberdayakan oleh Blogger.

artikel terbaru

Arsip Blog

Search

WARGA SUMBAT TANGGUL JEBOL DENGAN SOFA DAN PAGAR

BUTUH GURU LES PRIVAT UNTUK ANAK ANDA?

JAKARTA, KOMPAS.com — Warga Palmerah, Jakarta Barat, menggunakan barang seadanya untuk bisa menghambat masuknya air dari Kanal Banjir Barat ke permukiman akibat jebolnya tanggul di bawah flyover Jati Baru.

Hal ini dilakukan karena belum ada bantuan dari pemerintah untuk mengurangi debit air akibat jebolnya tanggul Kanal Banjir Barat di bawah flyover Jati Baru, Palmerah, Jakarta Barat, itu.
Setelah shalat Jumat, puluhan warga terlihat menggotong bangku yang terbuat dari bambu. Mereka menaikkan bangku ke atas tanggul, dan menceburkannya pada sisi kali supaya bisa menyumbat debit air. Setelah memasukkan bangku tersebut, warga menekan-nekan permukaan bangku menggunakan bambu sepanjang lima meter.

Selain bangku yang terbuat dari kayu, warga juga berusaha menghambat tanggul yang jebol menggunakan sofa berwarna kuning berukuran besar. Sekitar lima orang menggotong sofa tersebut untuk ditenggelamkan di dalam Kanal Banjir Barat agar bisa menghalau semburan luapan tanggul yang jebol.
Tak hanya bangku, pagar pembatas jalan, batu pinggir jalan, pasir, kerikil, bambu, dan seng juga dipaku untuk bisa menghambat air deras di kanal tersebut. Akan tetapi, luapan air belum bisa dihentikan karena permukaan air kanal berada di atas jalan.

"Penyumbatan ini enggak akan memberikan pengaruh besar. Air kali masih besar, jadi pasti masih tetap masuk ke badan jalan. Kita lakukan ini (penyumbatan) supaya bisa memperlambat debit air yang masuk saja," kata Muhamad Saini, Ketua RW 01 Kota Bambu Utara di Palmerah, Jumat (18/1/2013).
Untuk menyumbat jebolan tanggul tersebut, warga membutuhkan pasir dan kayu yang cukup banyak. Saat ini warga hanya menggunakan alat seadanya untuk bisa mencegah semburan kali kanal.

"Kalau tunggu dari kelurahan, bisa makin tinggi banjirnya. Makanya warga inisiatif sendiri tanpa ada interupsi lurah ataupun camat," kata Saini. Puluhan warga dari 12 RW terlihat bergotong royong mencegah air kembali masuk. Ada warga yang mencopot batu-batu pembatas taman pinggir jalan, ada pula yang mengumpulkan tanah-tanah di dalam karung untuk ditaruh di depan jebolan tanggul di bawah flyover Jati Baru.

Dengan jebolnya tanggul ini, warga hanya berharap mendapat bantuan bambu dan karung pasir yang banyak. Pasalnya, jika menggunakan alat-alat seadanya, semburan air tidak bisa berkurang.
"Kalau tenaga sih warga siap betulkan bareng-bareng, gotong royong. Tapi bahan dan alatnya yang tidak tersedia," ungkap Saini.

Agus Tria, Camat Palmerah, mengatakan bahwa awalnya kali tersebut hanya mengeluarkan rembesan. Akan tetapi, tiba-tiba tanggul jebol dan pihak kecamatan segera mencoba membetulkan tanggul tersebut.
"Dari semalam Pol PP kecamatan dibantu Kepolisian Palmerah dan warga sudah mencoba membetulkan tanggul tersebut dengan menutup pakai batu-batu pinggir jalan. Tetapi jebolnya makin besar dan tidak bisa berhenti sebelum intensitas volume air di kali menurun," kata Agus Tria.


Editor :
Tri Wahono
Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan klik disini untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di BoyTrik

Artikel Menarik Lainnya :

Ditulis oleh info - 08.15

Belum ada komentar untuk "WARGA SUMBAT TANGGUL JEBOL DENGAN SOFA DAN PAGAR"

Posting Komentar